
Di depan pintu ruang IGD Richo menunggu dengan cemas sedangkan nyonya besar duduk memangku Princess.
Dari kejauhan sana datanglah Mex karena tadi dihubungi untuk segera menyusul ke rumah sakit membawa bibi Siti jika dia sudah selesai berbelanja.
"Nyonya besar bagaimana dengan keadaan nyonya Kila?" tanya Mex setelah berada di samping nyonya besar.
"Aku tidak tahu Mex dia masih di dalam," jawab nyonya besar dengan sedih.
Mendengar jawaban dari nyonya besar, Mex terdiam kemudian duduk di samping nyonya besar sedangkan Princess sudah dipangku oleh bibi Siti.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang IGD dengan raut wajah sedih terutama dokter Sefan.
Melihat semua dokter sudah keluar dengan raut wajah sedih membuat Richo semakin cemas.
"Dok bagai mana keadaan istri saya?" tanya Richo dengan cemas.
Sesaat dokter yang menangani Kila terdiam sedangkan dokter Sefan mengusap pundak Richo seakan-akan memberikan kekuatan padanya.
"Begini tuan, kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri anda tapi tuhan berkehendak lain. istri anda tidak dapat kami selamatkan, maafkan kami," ucap dokter tersebut dengan berat hati.
Seketika itu tumbuh Richo melemas tidak berdaya, ia tidak menyangka jika Kila secepat itu meninggalkan dirinya dan di saat ia sudah mulai mencintainya.
Nyonya besar yang mendengar pernyataan dari dokter hanya bisa menangis, sedang Mex hanya diam menahan tangisnya sambil memegang nyonya besar.
"tidak, ini tidak mungkin!" teriak Richo menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Tapi itulah kenyataannya tuan, tuan harus sabar dan ikhlas melepaskan kepergian nyonya Kila," ucap dokter Sefan memegang pundak Richo.
"Tidak, dia tidak mungkin meninggalkan aku! Kalian semu bohong!!" teriak Richo kemudian ia berlari masuk ke dalam ruang IGD.
Melihat Richo berlari ke dalam ruang IGD, nyonya besar dan Mex segera menyusul ke dalam diikuti oleh dokter Sefan dan yang lainya.
Sesampainya di dalam ruang IGD Richo melihat Kila terbujur kaku di atas brangkar dengan ditutup kain putih.
Richo mendekati Kila dan membuka kain putih sambil menangis kemudian ia naik ke atas brangkar dan mendekap tubuh Kila ringan erat.
"Sayang maafkan aku. Bangunlah sayang, aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku, bangun sayang," ucap Richo dengan berderai air mata kemudian mencium kening Kila dengan penuh cinta.
Berlahan-lahan nyonya besar mendekati Richo dan mengusap lembut punggung Richo.
"Sayang sudah nak, ikhlaskan lah kepergian Kila dia sudah tidak ada nak. Ayo turunlah sayang," bujuk nyonya besar.
__ADS_1
"tidak mom, Kila tidak mungkin meninggal dia hanya tidur," ucap Richo masih mendekap kuat tubuh Kila.
"Sayang jangan seperti ini nak, dia sudah tiada," ucap nyonya besar dengan meneteskan air mata.
"Mommy jahat kenapa mommy bilang dia meninggal, mommy harus tahu kalau Kila ini hanya tidur dan tidak meninggal!" bentak Richo sambil mendorong nyonya besar.
Bruk
Nyonya besar sampai terjatuh ke lantai saat didorong oleh Richo.
Mex yang melihat nyonya besar terjatuh segera menolongnya, ia membangunkan nyonya besar dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Dok kenapa kalian diam saja lakukanlah sesuatu sebelum dia menyakiti orang lain!" perintah Mex memandang dokter yang ada didekatnya.
"Baik tuan," ucap dokter Sefan kemudian ia memanggil beberapa perawat laki-laki.
tidak butuh waktu lama beberapa perawat laki-laki datang.
"Tuan mari ikut kami biarkan nyonya Kila tidur di sini," bujuk salah satu perawatan laki-laki itu.
"Tidak, pergi kamu," usir Richo sambil mendorong perawat laki-laki tersebut.
"ya kamu benar, sepertinya tuan Richo mengalami depresi karena kehilangan nyonya Kila, tapi sebelumnya kita harus meminta persetujuan dari pihak keluarga," jawab dokter Sefan setuju.
"ya," ucap perawat laki-laki tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah meminta ijin dari nyonya besar dokter Sefan segera mengambil obat tidur dan suntikan.
"Sayang bangunlah jangan tidur terus, dengarkan aku sayang aku mencintaimu dan sangat mencintaimu," ucap Ricko kemudian ia mencium bibir Kila dengan penuh cinta.
Di saat Richo tengah berbicara dengan jasat Kila dokter Sefan segera menyuntikkan obat tidur di lengan Richo. tidak butuh waktu lama berlahan Richo Mulai tertidur sambil mendekap Kila.
Nyonya besar yang melihat Richo seperti itu menangis dipelukan Mex.
Richo yang sudah tertidur segera dibawa ke dokter psikiater yang ada di rumah sakit tersebut.
"Mex kita urus nanti saja kepulangan jenazah Kila, aku mau melihat keadaan Richo dulu," ucap nyonya besar menghapus air matanya dengan sedih.
"Baiklah nyonya besar, mari," ucap Mex membawa nyonya besar keruangan dimana Richo saat ini berada.
ketika nyonya besar hendak meninggalkan jenasah Kila tiba-tiba Zec, Zoe dan Zil datang dengan masih memakai seragam sekolah.
__ADS_1
"Oma bagaimana keadaan ibu?" tanya Zec setelah ia ada di depan nyonya besar bersama kedua adiknya.
"Ibu sudah tidak ada sayang," ucap nyonya besar kembali meneteskan air mata.
"maksud Oma apa?" tanya Zoe memperjelas ucapan nyonya besar.
"Ibu kalian meningal," lirih nyonya besar.
"Ini tidak mungkin!" ucap Zil tidak percaya.
Mereka bertiga langsung berlari memeluk jenazah Kila yang masih ada diruang IGD itu.
"Ibu kenapa ibu begitu cepat meninggalkan aku dan juga adik-adik," ucap Zec menangis memeluk Kila.
"Sudah sayang kalian harus mengikhlaskan kepergian ibu kalian, biarkan ibu kalian tenang di alam sana," ucap nyonya besar mengusap punggung ketiga cucunya.
Mereka bertiga menangis memeluk nyonya besar dengan perasaan sedih.
"Sekarang ayo kita lihat papi kalian," ajak nyonya besar.
"Memangnya papi kenapa oma?" tanya mereka bertiga sambil mengusap air matanya.
"Papi kalian jiwanya terguncang karena kehilangan Kila sayang," jawab nyonya besar dengan sedih.
"Baiklah Oma ayo kita kita lihat papi," ucap Zec melepaskan pelukannya.
Setelah keluar dari ruang IGD nyonya besar menyuruh bibi untuk menunggu di depan ruang IGD bersama Princess sedangkan nyonya besar, Mex, Zec, Zoe dan Zil menuju ruang dimana Richo berada.
Di sebuah ruangan dalam rumah sakit Richo duduk di atas tempat tidur sambil mendekap bantal dengan pandangan yang kosong, ia menyesali semua yang telah ia akukan pada Kila.
"Mommy benar aku akan menyesalinya setelah dia tiada anda saja aku mengatakan semua perasaanku Kila pasti akan bahagia dan tidak akan pergi secepat ini, Kila kenapa kamu pergi meninggalkan aku, kenapa kamu mengkaji janjimu. Kamu pernah bilang kalau kamu akan selalu mendampingi aku dan menghabiskan waktu bersama denganku hingga tua tapi kena kini kamu pergi," ucap Richo dengan berderai air mata kemudian ia menyembunyikan wajahnya di bantal yang ia dekap.
kali ini Richo begitu terpuruk menerima kenyataan bahwa Kila sudah tidak ada lagi di dunia ini.
bersambung....
kira-kira Kila meninggal tidak ya...?
jangan lupa like dan komen
terima kasih 🙏
__ADS_1