
Acara yang tak meriah namun penuh makna.cukup menguras tenaga juga karena antusias para keluarga yang ingin foto bareng pengantin baru itu.
Taufan dan Yola pun segera beristirahat di kamarnya karena hari sudah sangat malam dan acara pun sudah sejak tadi selesai.Namun semua keluarga inti masih asik berbincang.
"Sini Mas bantuin"Taufan memberi tawaran pada Yola yang terlihat kesusahan melepas hiasan di rambutnya.
Yola mengangguk setuju karena ia sedikit kesulitan melepasnya.
dengan bantuan Taufan akhirnya semua perhiasan terlepas dari tubuh Yola.
"Mas mandi duluan ya"Pamit Taufan
"Iya Mas" jawab Yola
Kini giliran melepas gaun pengantin.Yola kembali mengalami kesulitan,ingin meminta bantuan lagi pada Suaminya,Yola masih merasa canggung.
Sampai Taufan sudah selesai mandi Yola masih belum selesai dengan perkara melepas gaunnya.
"Apa minta bantuan Mama aja ya,Tapi apa kata Mama nanti"gumam Yola ia menjadi dilema.
"Sayang kamu belum mau mandi??"Tanya Taufan pada Yola mulai sekarang ia akan membiasakan diri memanggil istrinya dengan sebutan sayang.
"Hmmmmmmmmm"Yola nampak berpikir
"Aku sudah siap kan air hangat untuk mu mandilah sekarang sebelum airnya dingin"Ucap Taufan dan terus memandang istrinya lembut yang masih belum beranjak berdiri dari tempat tidur.
__ADS_1
"Aku boleh minta bantuan lagi"tanya Yola malu-malu
"Tentu saja boleh sayang,apa yang bisa aku bantu".Taufan mendekati sang istri.
"Aku tak bisa membuka kancing gaunku"Yola menggigit bibirnya
Taufan yang mengerti maksud sang istri pun langsung membantu istrinya membuka kancing belakang gaun pengantin Yola.
"Ada benang yang tersangkut sayang,aku akan menggigitnya sedikit". Taufan tak sadar perbuatannya itu membuat bulu kuduk Yola meremang.hembusan nafas suaminya sangat terasa di kulitnya yang sudah terbuka sedikit.
Perlahan Taufan membuka kancing gaun Yola dan ia terpukau melihat punggung mulus Yola,yang selama ini tak pernah terekspose.
Sebagai lelaki normal,Taufan tanpa sadar mencium punggung sang istri menghirup dalam aroma vanila tubuh Yola.
"Mas,,,,"Yola tersentak
"Aku mau mandi dulu,badanku bau asem"Yola menetralkan desiran darah di tubuhnya dan segera berlari kekamar mandi,jangan tanya jantungnya sudah hampir loncat.
Taufan merasa bersalah,takut Yola berpikir ia hanya ***** saja,tapi dalam hati taufan yang dalam ia mulai bisa membuka hatinya untuk Yola.
Taufan pun segera memakai baju kaos dan celana pendek yang sudah ia persiapkan dari apartemennya.
Yola merutuki kebodohannya yang lupa membawa handuk dan baju ganti kedalam kamar mandi.
"Aku harus meminta bantuan suamiku lagi,kesan pertama aku ceroboh dan merepotkan sekali"Gumam Yola yang sudah kedinginan didalam kamar mandi.
__ADS_1
Taufan menunggu lama istrinya keluar kamar mandi ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan pada Yola.
Karena penasaran Taufan pun mengetuk pintu Kamar mandi.
"Sayang kamu baik-baik saja didalam".Tanya Taufan khawatir
"Iya aku gak apa-apa Mas"Balas Yola dari dalam dengan suara gemetar karena kedinginan
"Kenapa suaramu bergertar,buka pintunya".Taufan mendengar jelas suara Yola dan kekhawatirannya bertambah.
"Aku lupa membawa handuk dan baju ganti,aku hanya kedinginan"jawab Yola lagi
Taufan menarik nafas panjang dengan tingkah istrinya yang ajaib itu"Kenapa sayang gak bilang minta tolong ambilkan"Taufan pun mengambil handuk milik Yola.
"Sekarang buka pintunya"pinta Taufan
Dengan ragu Yola membuka sedikit pintu kamar mandi dan hanya mengeluarkan kepalanya saja.
Melihat tingkah sang istri yang malu,Taufan jadi punya ide untuk mengerjai istrinya sekarang.
Taufan mendorong pelan pintu kamar mandi dan sontak membuat Yola panik.
"Mas!!!!!"Pekik Yola pintu pun malah terbuka lebar
Taufan tak mengedipkan mata sekalipun melihat pemandangan dihadapannya dan menelan slavinanya kasar.
__ADS_1
Yola yang langsung menyadari apa yang Taufan lihat sekarang dengan cepat mengambil handuk dan menutup pintu.
Yola sangat malu,dan tak ingin rasanya keluar kamar mandi.