Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 166


__ADS_3

Devano mencari keberadaan Khanaya,namun gadis cantik itu tak terlihat.


"Jeno dimana Khanaya????"Tanya Devano yang tak melihat keberadaan Khanaya.


Jeno sedikit heran presdir muda ini mencari Khanaya.


"Aku dan Khanaya sudah mengenal lama,kami adalah teman"Devano menjelaskan saat melihat ekspresi Jeno yang masih bingung.


"Maaf Presdir muda,aku tidak mengetahui itu"Jeno buru-buru minta maaf takut sikapnya tadi tidak sopan ia hanya merasa terkejut saat Devano menanyakan Khanaya.


"Tidak apa-apa panggil saja aku Dev,Jangan terlalu sungkan padaku"Ucap Devano


Jeno mengangguk setuju,tak ia sangka Presdir muda ini sangat ramah.


"Khanaya sudah pulang sejak tadi,hari ini memang tidak ada agenda pemotretannya".


"Oke terima kasih Jeno,aku akan menelponnya nanti".Devano pun segera pergi menuju ruangan papanya untuk izin hari ini tak masuk kantor dulu,pikirannya sangat kacau dengan keberadaan Chelsi dan masalah video itu.


"Al kamu dimana?????"Devano menghubungi Alden ia ingin menceritakan semua masalahnya hanya Alden yang bisa ia percaya dan mungkin bisa membantunya mencari jalan keluar untuk masalahnya.


"Aku dikantor sedang menunggu Khansa untuk makan siang bersama".Jawab Alden dari seberang telpon.

__ADS_1


"Aku akan menemui mu setelah makan siang"Devano tak ingin mengganggu waktu Alden dan Khansa.


"Ayo kemari lah sekalian kita makan siang bersama"Ajak Alden


Namun Devano tetap menolak "Lain kali saja Al,,aku akan menemui mu setelah kalian berdua makan siang".


"Baiklah,,aku santai hari ini tak ada meeting kamu bisa datang ke kantorku.Ucap Alden sebelum mengakhiri panggilannya.


Setelah panggilan berakhir Khansa sudah mengetuk pintu kantor suaminya sebelumnya ia menyapa Cindi terlebih dulu.


Melihat kedatang sang istri Alden tersenyum dan merentangkan kedua tangannya,agar Khansa bisa langsung memeluknya.Akhir-akhir ini Khansa sangat manja padanya dan Alden menyukai itu nafsu makan Khansa juga nambah walau kadang kesehatannya tiba-tiba kadang menurun.


Hari ini Alden ingin mengajak Khansa untuk memeriksakan kesehatannya,namun Khansa meminta untuk ke dokter nanti malam saja karena ia ingin menghabiskan waktu makan siang bersama suaminya sebelum ia kembali lagi ke kampusnya.


"Moy"Ringis Alden saat Khansa mulai memasukan jarinya kedalam celana sang suami.


Khansa melepas pelukannya dan tidak melanjutkan aktivitasnya ia merasa malu karena terlihat sangat agresif.


"Kenapa berhenti,,"Alden menatap sang istri yang tertunduk malu


"Ayo kita makan"Khansa mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Nggak bisa kamu harus tanggung jawab,lihat hasil keusilan tanganmu membuat juniorku bangun".Alden menunjuk sesuatu dibawah sana yang sudah berdiri tegak dibalik celana nya.


"Mas ini dikantor"Desis Khansa ia menyesali perbuatannya tadi ia secara tidak langsung memancing sang suami.


"Sebentar aja".Alden langsung mencium bibir ranum sang istri.


Khansa hanya malu mengakuinya ia memang menginginkan suaminya sekarang.dan pergulatan panas pun terjadi.


Beruntung ruangan Alden kedap suara,******* Khansa pun tak akan terdengar dari luar.


Cindi juga sudah Alden beri tau kalau ia sedang bersama sang istri tak ada yang boleh mengganggunya.


"Hahhhhhahhh hahhh"Khansa mengatur nafasnya yang terengah-engah dan membetulkan rambutnya yang berantakan.


"Masih mau lagi"Tanya Alden saat melihat wajah istrinya yang memerah.


Khansa menggelengkan kepalanya,kalau dilanjutkan bisa-bisa acara makan siang mereka terlewat lama.


"Kita lanjutkan nanti malam"Ucap Khansa malu-malu.


Alden merasa gemas dengan tingkah istrinya pun kembali mencium bibir Khansa rakus.

__ADS_1


"Bersiaplah nanti malam,aku akan memintanya berkali-kali"bisik Alden lembut di teling Khansa.


Khansa membulatkan mata dan meneguk slavina nya mendengar ucapan Alden barusan.


__ADS_2