
Devano pun tak ingin menunda lagi,ia akan membawa pulang Khanaya secepatnya karena keadaan sangat membahayakan bagi Istri dan calon anaknya.
Bang Juno dan Hanna pun membantu Khanaya untuk berkemas.Urusan kontrak kerja sama yang di batalkan sepihak dan resiko bayar denda pun tak masalah.Bang Juno yang akan mengurusnya nanti.
Akhirnya mereka pun bersiap untuk meninggalkan hotel.Namum saat keluar dari Lift beberapa orang berbadan besar menghadang mereka.
"Mau kemana kalian,Tuan besar ingin berbicara dengan orang bernama Devano"Ucap salah seorang Pria dengan jenggot tebal.
"Ada urusan apa,kami tidak ada waktu"Ucap Juno dan ingin berlalu namun sebuah cengkraman keras menahan tangannya.
"Jangan mencoba menghindar,kalian akan tau akibatnya,Tuan besar sedang marah karena anaknya terluka akibat pukulan,andai saja kami diperbolehkan untuk memukuli kalian sudah kami lakukan sekarang.Tapi mungkin
Tuan besar sudah menyiapkan kejutan".Ucap Pria itu keras.
"aku orang yang bernama Dev yang sudah memukul Aldo,dimana aku harus menemui Tuan besar kalian??",Tanya Devano
"Ikut dengan kami"Pria itu melepaskan cengkraman tangan Juno dan meminta Devano mengikutinya.
"Kak Dev,,aku ikut"Ucap Khanaya ia tak mungkin membiarkan suaminya pergi seorang diri.
"Sayang mungkin ini berbahaya untukmu jika ikut,kita tidak tau apa yang Ayah Aldo lakukan nanti".Devano melarang sang istri untuk ikut.
"Tapi bagaimana dengan mu Kak Dev,Jumlah mereka banyak sekali".Khanaya masih Khawatir
__ADS_1
"Juno bisa ikut bersamaku,mereka tak akan ada yang bisa menyakitiku"Mencoba menenangkan sang istri.
Khanaya ingin memaksa ikut bersama suaminya,namun ia juga tak ingin egois karena ia sedang mengandung buah hati yang harus ia jaga dengan baik.
"Hanna sebaiknya kalian kembali kedalam kamar,dan jangan keluar sebelum kami datang "Ucap Juno sebelum mereka berdua pergi mengikuti para pria suruhan yang mereka sebut Tuan besar.
**********
Juno tak di perbolehkan ikut masuk.Hanya boleh menunggu diluar.
Juno kesal,namun ia tak bisa berbuat banyak kecuali tetap waspada jika terjadi hal buruk pada Devano di dalam ruangan.
Aldo memandang sinis saat melihat kedatangan Devano ke ruangan Khusus.
"Kunci pintunya,aku harus membalas perbuatannya padaku.berani sekali ia memukulku.Dia belum tau siapa aku sebenarnya".Aldo memberi perintah pada anak buahnya.
"Aku heran kenapa begitu banyak gadis cantik menggilaimu,orang miskin sepertimu apa yang bisa dibanggakan".Meremehkan saat melihat tampilan Devano.Yang hanya memakai celana pendek dan kaos oblong putih.Dengan tampilan sederhana tak mengurangi pesona Devano.
"Kenapa merasa tersaingi".ejek Devano
"Diam br***sek"marah Aldo
"Aku tak akan menyerah untuk mendapatkan Khanaya,aku akan menyingkirkan mu secepatnya".Ancam Aldo
__ADS_1
"Kamu ingin membunuhku,apa untungnya jika aku mati??istriku tak akan pernah menerima mu".Ucap Devano membuat Aldo semakin marah.
"Hajar pria ini,,,,,"perintahnya pada para anak buahnya.
"Jangan coba-coba memukulku,atau kalian tanggung akibatnya,kalau sudah tau siapa aku sebenarnya".Teriak Devano
Tak lama kemudian Tuan besar datang ia melihat Devano dan begitu sangat terkejutnya dia.
"Presdir Muda"Ucap Tuan besar pada Devano
"Siapa yang ayah sebut Presdir muda"Tanya Aldo heran
"Senang bertemu dengan mu Tuan Alan".Devano tak menyangka Aldo adalah anak Tuan Alan.
"Ayah Siapa dia,kenapa menyebutnya Presdir muda".Tanya Aldo
"Jauhkan tangan kalian dari Presdir"Perintah Alan.
"Tuan besar,,,pria ini yang sudah memukul anak anda".Ucap Pria berbaju hitam yang sedang memegang tangan Devano.
"Lepaskan dia,jangan kurang ajar sama Presdir muda".Tuan Alan semakin Khawatir.
"Siapa dia sebenarnya Ayah".
__ADS_1
"Dia Presdir pemilik Big Star"
"Apa!!!!!!!!!!"Aldo tak percaya