Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.87


__ADS_3

"Aku akan mandi setelah Oma ada yang menemani," jawab Zec memandang nyonya besar dengan perasaan yang sangat sedih.


"Oma tidak apa-apa sendirian di sini sekarang kamu ke kamar lah," perintah nyonya besar mengusap-usap lengan Zec.


"Apa Oma beneran tidak apa-apa Zec sendirian di sini?" tanya Zec memastikan.


"Tidak apa-apa sayang, pergilah."


"Baiklah," ucap Zec berdiri dari duduknya dan segera ke kamarnya.


Jam 8 pagi semua pelayat sudah kembali berdatangan. Nyonya besar dan keempat cucunya sudah duduk di samping jenazah Kila.


Dari arah pintu muncullah bibi Sum bersama dengan ibunya Kila diikuti oleh Mex dari belakang. Tadi Mex menjemput mereka berdua di terminal.


Melihat ibunya Kila datang nyonya besar langsung menghampiri dan memeluknya. Setelah berpelukan dengan nyonya besar kini ibunya Kila memeluk satu-persatu keempat cucunya.


ibunya Kila duduk di samping jenazah Kila dan membuka kain putih yang menutupi wajah Kila. Ia begitu sedih melihat putri tunggalnya sudah tidak lagi bernyawa.


"Sayang kenapa kamu begitu cepat meninggalkan ibu nak?" ucap ibunya Kila menangis mengusap lembut pipi Kila. Lama ibunya Kila menatap Kila dan memegang tangan Kila.


Di sebuah taman yang penuh dengan aneka macam bunga yang bermekaran dan begitu indah Kila berjalan menyusuri taman hingga ia melihat ayahnya tersenyum melambaikan tangan pada dirinya, Kila tersenyum dan berlari kearah ayahnya dan memeluk erat ayahnya.


"Ayah, aku sangat merindukan ayah," ucap Kila dalam pelukan ayahnya.


"Ayah juga Merindukanmu nak, sangat merindukanmu," jawab ayahnya Kila dengan mengusap lembut kepala Kila.


Setelah lama saling berpelukan ayahnya Kila melepaskan pelukannya.


"Nak ayah harus pergi jagalah diri kamu baik-baik," ucap ayahnya Kila tersenyum mencium kening Kila.


"Ayah jangan pergi Kila ikut ayah, Kila takut di sini sendirian ayah," ucap Kila menangis menggenggam tangan ayahnya yang hampir melangkah meninggalkannya.


"pulanglah nak, ini belum waktunya kamu ikut dengan ayah, kasihan suami dan anak-anakmu nak. Mereka masih membutuhkan kamu, pulanglah sayang," ucap ayahnya Kila melepaskan genggaman tangan Kila kemudian ia berjalan menjauh dari Kila.


Kila terduduk lemas memandang ayahnya yang semakin menjauh dan semakin tidak terlihat oleh pandangan matanya.


"Ayah kenapa ayah meninggalkan aku di sini sendiri aku takut ayah, aku tidak tahu dimana aku berada dan harus lewat mana aku kembali pulang," ucap Kila menangis.


Kila berlari kesana kemari untuk mencari jalan pulang namun ia tidak menemukanya.


"Mas Richo tolong aku, aku takut di sini sendirian. Aku tidak mau berada di sini aku ingin pulang. Mas Richo tolong aku, tolong aku mas," ucap Kila menangis masih berlari kesana kemari menyusuri taman yang begitu luas itu.


Kila berhenti berlari dan duduk memeluk lututnya karena sudah sangat lelah.

__ADS_1


"Ibu ayo kita pulang," ajak Zec yang berdiri dibelakang Kila dengan ketiga adiknya.


Kila menoleh kebelakang saat ia mendengar suara Zec. Kila begitu bahagia saat melihat keempat anaknya ada di dekatnya.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Kila memandang satu-persatu keempat anaknya.


"Karena kami ingin ibu pulang," jawab Zoe Memegang tangan Kila.


"Ayo ibu kita pulang, kasihan papi sakit karena merindukan ibu," sambung Zil.


"Apa benar papi kalian merindukan ibu?" tanya Kila tidak percaya.


"Iya ibu papi sangat merindukan ibu," jawab Zec kemudian ia membantu Kila berdiri dari duduknya.


"Baiklah ayo kita pulang," ucap Kila tersenyum mengandeng tangan Princess dan Zec.


Zec dan Princess mengandeng tangan Kila keluar dari taman yang begitu indah itu diikuti oleh Zoe dan Zil dari belakang.


Uhuk uhuk uhuk


Kila terbatuk-batuk dengan masih memejamkan matanya.


ibunya Kila dan yang lain terkejut saat mendengar Kila batuk.


Mendengar teriakkan Zec, membuat pak ustadz dan yang lainnya mendekati Kila.


berlahan-lahan Kila mulai membuka matanya kembali.


"Subhanallah," ucap pak ustadz dan semua orang yang ada di sana saat melihat Kila membuka matanya lagi.


Kila memandang sekeliling yang sudah banyak orang yang mengerumuni dirinya.


"haus," lirih Kila masih memandang mereka semu karena merasa bingung.


"Aku akan mengambilkan ibu air," ucap Zil dengan bahagia.


Zil berdiri dari duduknya dan mencoba keluar dari kerumunan orang banyak yang melihat Kila bangun kembali setelah dinyatakan meninggal.


"Ayo semuanya kembali pada tempatnya, berikan celah supaya tidak panas dan doakan nyonya Kila agar kembali sehat seperti sedia kala," ucap pak ustadz menyuruh mereka semua yang yang telah mengerumuni Kila


semua orang kembali pada tempatnya dan merasakan sebuah keajaiban pada karena Kila yang sudah dinyatakan meninggal bisa hidup kembali.


"Kak ini minumnya," ucap Zil memberikan segelas air putih pada Zec.

__ADS_1


"Ibu minumlah," ucap Zec kemudian membantu Kila minum.


"Mex ayo cepat kita bawa Kila ke rumah sakit, agar dia diperiksa oleh dokter," ucap nyonya besar memandang Mex yang ada di depannya.


"Baik nyonya," jawab Mex kemudian mendekati Kila.


"Sayang kita ke rumah sakit dulu ya," ajak nyonya besar membelai kepala Kila dengan sayang.


"Mari nyonya saya akan menggendong anda," ucap Mex sudah siap menggendong Kila.


"Aku akan jalan sendiri," tolak Kila.


"Baiklah," jawab Mex menganggukkan kepalanya.


Mex membantu Kila berdiri dan dengan dituntun oleh nyonya besar.


"Mari nyonya kita ikut ke rumah sakit," ajak nyonya besar pada ibunya Kila.


"Iya nyonya," jawab ibunya Kila menganggukkan kepalanya.


Mereka bertiga mengantar Kila kembali ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Kila.


sesampainya di rumah sakit mereka sudah disambut oleh dokter Sefan, dan Kila segera melakukan serangkaian tes kesehatan untuk memastikan Kila baik-baik saja setelah mengalami mati suri.


saat ini Kila, Mex, nyonya besar dan ibunya Kila sudah ada di ruangan dokter Sefan.


"Bagaimana keadaan Kila dok?" tanya nyonya besar tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.


Dokter Sefan tersenyum, "semuanya baik-baik saja nyonya besar, sungguh ini sebuah keajaiban karena penyakit nyonya Kila tiba-tiba hilang dan dinyatakan sembuh dari penyakit kanker darah yang selama ini dideritanya," jawab dokter Sefan menjelaskan.


"Alhamdulillah ya Allah," ucap ibunya Kila menangis bahagia sambil memeluk Kila.


kini giliran nyonya besar yang memeluk Kila dengan bahagia, ia begitu gembira mendengar pernyataan dari dokter Sefan jika Kila sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.


saat ini mereka semua keluar dari ruangan dokter Sefan.


"Mommy kemana mas Richo? Kenapa dari tadi aku tidak melihat mas Richo?" tanya Kila memandang nyonya besar dengan sedih.


bersambung...


peran utama enggak mungkin mati ya 😂😂


jangan lupa like dan komen

__ADS_1


terima kasih 🙏


__ADS_2