
Malam berganti pagi, peserta outing sudah bersiap sesuai jadwal yang di sampaikan pada saat api unggun tadi malam.
Lana juga sudah bersiap hanya saja kepalanya seperti berputar2 dan sudah beberapa kali muntah2 walaupun tak ada yang bisa dikeluarkan dari tenggorokannya tapi rasa mual masih menderanya.
"hueeeek... hueeeek... hueeekk..". Lana seperti tak mau berhenti muntah.
"Aduuh.. aku kenapa ini??? pusing dan mual gini". gumam Lana dalam hati.
Akhirnya Lana berusaha untuk bisa mengontrol perutnya, walaupun sebenarnya tak berpengaruh sama sekali. Lana menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidungnya, Ia merasa akan pusing dan mual kalau mencium aroma parfum yang menyengat.
Lana yang keluar kamar menggunakan masker membuat heran Cahya yang sama2 keluar dari kamarnya.
"Lan.. are you okay?" tanya Cahya.
"Eh.. Cahya.. I'm okay.. cuma flu ringan aja nanti kena matahari juga mendingan". jawab Lana.
"Ya udah... yuk langsung kumpul di depan".
Lana menggangguk mengikuti Cahya dari belakang.
Peserta outing melakukan sarapan bersama setelah itu mereka bersiap untuk bermain atv dan beberapa permainan lainnya.
Ivan yang sudah tiba saat tengah malam, pagi ini sudah tampak segar walaupun Ia hanya tidur sebentar, aura wibawa dan ketampanan yang ada padanya tak pernah pudar bahkan ketika menggunakan pakaian santai seperti saat ini.
__ADS_1
Ivan sengaja berkeliling mencari keberadaan Lana, ternyata Lana sudah berkumpul bersama untuk ikut dalam acara pagi ini.
Ivan hanya mengamati dari jauh, sementara tiba2 di kejauhan Lana yang hendak menaiki motor atvnya tiba merasa kepalanya berputar2 dan pandangan yang tiba kabur, Lana memang hanya sarapan sepotong roti dan itupun ia muntahkan kembali secara sembunyi2 di toilet karena Ia tak ingin membuat suasana gaduh karena Ia yang sedang tidak enak badan.
"brugh... " tubuh Lana terjatuh di tanah.
Cahya berada di belakang Lana, langsung teriak memanggil teman2nya untuk membantu Lana yang sedang pingsan.
Hal itu tak luput dari pantauan Ivan, lalu Ia berlari melihat keadaan dimana ada beberapa orang yang membantu Cahya melihat keadaan Lana yang masih tergeletak di atas tanah.
"minggir semua biar saya bawa istri saya!!... yang lain silahkan lanjutkan permainannya!! ucap Ivan sambil masuk ke dalam kerumunan orang.
Semua orang bengong mendengar pernyataan atasannya itu, mereka tak menyangka bahwa Lana adalah istri dari direktur mereka.
Akhirnya mereka bubar dan melanjutkan permainan, sementara tanpa di aba2 Ivan mengangkat tubuh Lana dan membawanya ke Villa yang Ia tempati diikuti oleh Cahya dan seorang perawat.
"Sus.. bawa peralatan lengkap kan?" ucap Ivan pada perawat itu.
"Maaf Pak, yang kami bawa hanya P3K saja Pak". Dengan suara bergetar takut kalau2 Ivan akan marah.
"Oh okay.. Bu Cahya.. bisa tolong sampaikan ke supir saya untuk siapkan mobil, saya mau bawa istri saya ke rumah sakit terdekat". perintah Ivan.
"Baik Pak... " Cahya hendak melangkah ke depan.
__ADS_1
"satu lagi, acaranya lanjutkan saja, tolong sampaikan istri saya hanya kelelahan". Perintah Ivan agar tak membuat risau peserta outing yang lain.
"Baik Pak.. " Cahya bergegas ke depan sesuai perintah Ivan.
"Sayang... bangun... sayang..." Ivan berusaha membangunkan Lana dengan minyak kayu putih, namun tak mendapat respon dari Lana.
Akhirnya Ivan membawa Lana ke rumah sakit terdekat, wajahnya tenang tapi sebenarnya Ia sangat khawatir akan keadaan Lana beberapa hari ini.
Lana dibawa masuk ke ruang UGD dan Ivan mengikuti dari belakang.
"Hai Van...!"
Seseorang menepuk pundak Ivan dan membuat Ivan menoleh..
"Edo!!! Ivan terkejut melihat salah satu sahabatnya di luar negeri ada di situ.
"Do.. kamu tugas di sini?" tanya Ivan.
"Iya Van.. siapa ini yang sakit??" tanya Edo.
"Do.. tolongin istriku!!"
"Ah iya.. aku berusaha ya.. sebentar aku periksa". Edo mulai memeriksa Lana.
__ADS_1