Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.69


__ADS_3

"Seharusnya mas Richo mengantarkan ku saja kekamar mandi supaya mas tidak kerepotan seperti ini" Ucap Kila merasa kasihan saat melihat suaminya itu mengurus dirinya.


"Aku tidak mau nanti kamu jatuh, aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian" Richo sebenarnya takut jika Kila akan mengalami hal yang sama seperti Sinta saat Sinta mengandung Zil yang terjatuh dari kamar mandi.


Richo tak mengapa jika harus menahan hasratnya karena melihat tubuh Kila yang seksi dan menarik, asalkan Kila dan janin yang dikandungnya baik-baik saja.


Kila merasa senang dan bahagia karena Richo begitu perhatian padanya.


Setelah selesai mengurus Kila Richo segera masuk kekamar mandi dan menyelesaikan urusannya dikamar mandi.


Didalam kamar mandi Richo menggerutu karena setiap kali membantu Kila membersihkan badannya adik kecilnya itu terbangun dan bereaksi.


"Aduh boy tahanlah, kenapa kamu bangun ini belum waktunya kau bisa bermain-main dengannya" kesal Richo entah pada siapa wkwkw....


Richo yang didalam kamar mandi segera menyelesaikan mandinya setelah ia berhasil menidurkan adik kecilnya.


Richo kembali keluar dengan wajah yang terlihat segar dan sudah rapi.


"Kila apa yang kamu lakukan?" Tanya Richo saat ia melihat Kila berdiri di depan meja yang sedikit jauh dari ranjang yang ditempati Kila.


Kila menoleh saat mendengar suara Richo


"Aku mau makan"


Richo segera menghampiri dan mengendong Kila kemudian mendudukkan Kila di ranjangnya lagi.


"Seharusnya menungguku kalau kamu mau makan" Kesal Richo.


"Aku sudah menunggu mas, tapi sudah 1 jam mas Richo belum keluar dari kamar mandi dan aku sudah sangat lapar" lirih Kila


"Ok maafkan aku, aku tadi berendam. Aku lupa jika kamu dan anak kita ini belum sarapan" Ucap Richo menyesal dan segera mengambil makanan untuk Kila.


"Memangnya dirumasakit ada tempat untuk berendam mas?" Tanya Kila dengan polosnya


"Ada, ayo cepat buka mulutnya jangan banyak bicara" Richo tidak ingin jika Kila tanya yang macam-macam.


Kila diam dan dengan cepat membuka mulutnya. Baru satu suapan Kila sudah mulai mual.


Richo yang melihat Kila menggembungkan pipinya dan menutup mulutnya segera mengambil baskom untuk menampung muntahan Kila.


"Huwek huwek huwek" Kila mengeluarkan semua makanan yang ia makan.


Richo mengelap keringat dan mulut Kila dengan tisu lalu memberikan segelas air putih untuk Kila " Minumlah"


Kila menghabiskan air yang diberikan Richo padanya dan mengatur nafasnya supaya lebih nyaman.


Setelah Kila sedikit rileks dan tidak muntah-muntah lagi Richo pun menyuapi Kila kembali.


"Aku tidak mau makan itu" Tolak Kila


"Kamu harus makan supaya dedek bayi ini sehat" Bujuk Richo mengusap perut Kila.


"Tapi aku mual" Kila mencabikkan bibirnya

__ADS_1


"Baiklah sekarang apa yang ingin kamu makan?"


"Aku tidak mau makan"


"Ini sudah siang kamu harus makan, jika kamu tidak mau makan nanti dedek bayinya kelaparan. Apa kamu mau anak kita kelaparan?" Lagi-lagi Richo harus membujuk Kila dengan sabar supaya mau makan.


"Tidak" lirih Kila


"Kalau begitu ayo makan ini" Richo kembali hendak menyuapi Kila.


"Aku tidak mau makan itu"


"Lalu kamu mau makan apa?"


"Nasi rames dan ayam goreng kremes" Ucap Kila pada akhirnya.


"Apa itu nasi rames?" Tanya Richo tidak tahu.


"Lihat saja di YouTube tadi aku juga melihatnya" Jawabl Kila dengan entengnya.


Richo mengambil ponsel miliknya kemudian mengotak-atik ponselnya dan setelah mengetahui apa yang dicari ketemu ia pun segera memasukan ponselnya kedalam saku celana.


"Tunggulah sebentar aku akan membelikan"


Kila mengangguk dan Richo segera pergi mencari apa yang diinginkan oleh Kila.


Richo mengendarai mobilnya menyelusuri jalanan. Sesampainya didepan restoran yang ia tuju Richo segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam restoran itu.


Richo duduk disalah satu kursi yang ada disana dan memanggil waitress.


"Selamat siang tuan, ada yang bisa bantu?" Tanya waitress itu dengan ramah.


"Saya mau pesan nasi rames 1, Ayam goreng kremes 2, dan cake tumpuk puding strawberry 1, semuanya dibungkus"


"Baik tuan, tunggu sebentar" Waitress itu segera meninggalkan tempat itu.


Sambil menunggu pesanannya, Richo mengabil ponsel dan mengecek pekerjaannya melalui ponselnya.


setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan yang dipesan pun jadi dan ia segera membayarnya lalu meninggalkan restoran.


Didalam perjalanan Richo menghentikan mobilnya didepan toko cake dan segera masuk kedalam.


"Selamat datang di toko kami tuan" sapa penjaja toko cake itu dengan ramah.


"Nona apa disini ada Boba strawberry" Tanya Richo pada penjaga toko cake itu.


"Ada tuan"Jawab penjaga toko cake.


"Saya mau satu"


"Baik tuan kami akan segera mengemas bobanya"


penjaga toko cake itu memanggil pelayan toko itu untuk segera mengemas pesanan Richo.

__ADS_1


kini Richo sudah sampai di rumasakit dan masuk kedalam kamar tempat Kila dirawat.


Ia melihat disana sudah ada nyonya besar dan anak-anaknya yang sedang duduk di atas ranjang Kila yang memang cukup besar itu.


"Apa mommy sudah dari tadi?" Tanya Richo setelah ia menaruh makanan yang dibelinya.


"Baru saja mommy sampai" Jawab nyonya besar memandang Richo.


"Papi apa yang papi bawa?" Tanya Zil saat ia melihat beberapa kantong makanan.


"Ini makanan untuk ibu sayang tapi papi juga membeli puding dan cake" Jawab Richo


"Kila apa kamu mau makan sekarang?" Tanya Richo pada Kila


"Iya mas"


"Baiklah" Richo segera menata makanan yang ia beli dipiring dan menyuapi Kila


"Zec, Zoe, Zil apa kalian tidak mau memakan cake tumpuk puding strawberry atau Boba?" Tanya Richo pada ke-tiga anaknya.


"No papi" Jawab mereka bertiga.


"Mas kenapa kamu membeli kue akukan tidak memintanya?" Tanya Kila heran dengan mulut yang masih penuh makanan.


"Itu bukan untuk mu" Jawab Richo sambil menyuapkan makanan kedalam mulut Kila.


"Lalu untuk siapa?" Tanya Kila tidak mengerti.


"Ya untuk ku lah" Jawab Richo santai.


"Apa kamu ngidam?" Tanya nyonya besar karena ia tau Richo tidak suka makan yang manis-manis.


"Entahlah mungkin iya" Jawab Richo


tersenyum pada nyonya besar.


"Sudah" Kila sudah tidak mau lagi membuka mulutnya saat Richo hendak menyuapinya.


"Tapi kamu baru makan sedikit, ayo makan 3 atau 4 sendok lagi" Paksa Richo.


"Tidak mau, aku mau makan ayam goreng kremes dan buah saja" rengek Kila


"Baiklah" Richo mengambilkan buah-buahan yang sudah dipotong untuk Kila


"Ini ayo buka mulutnya" Perintah Richo saat Kila tak mau membuka mulutnya.


"Aku tidak mau disuapi, aku mau makan ayam goreng kremes dan buahnya sendiri saja"


"Ok" Richo pun menuruti keinginan bumil itu dan mengelap tangan Kila dengan tisu basah supaya lebih bersih.


Melihat Richo yang perhatian membuat nyonya besar merasa bahagia dan ia berharap ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka kedepannya.


bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like & komen


terimakasih.....


__ADS_2