
Sejak kejadian itu Khansa memblokir nomor ponsel Alden.Membuat Alden khawatir tidak bisa menghubungi Khansa.
Alden pun terpaksa menghubungi Khanaya.
"Nomor kak Khansa kenapa Kak???"Tanya Khanaya saat Alden meminta Khanaya memberikan ponselnya pada Khansa.
"Kak Al juga bingung Nay,Nomor Khansa tidak bisa di hubungi".
"Kak Khansa akhir-akhir ini jadi pendiam sekali,Nay coba tanya tapi nggak di jawab hanya tersenyum lalu mengurung dirinya dikamar,Apa kalian bertengkar"Tanya Khanaya lagi
Alden semakin khawatir saat mendengar ucapan Khanaya.
"Kami tidak bertengkar,sekarang berikan ponselmu pada Khansa aku ingin bicara padanya".Ucap Alden lagi
Khanaya pun segera menuju kamar Khansa.Terlihat sang Kakak sedang asik membaca Komik ditangannya.
"Kak Khansa ini ada Kak Alden Nelpon,nomor kakak tidak aktif ya".Khansa memberikan ponselnya pada Khansa.
Khansa bernafas berat,ia sangat malas berbicara pada Alden sekarang.Namun Khansa tidak mau masalahnya sampai diketahui keluarganya,ia belum yakin Alden berselingkuh darinya.namun rasa kesal dan kecewa sudah terlanjur singgah dihatinya.
"Ponselku kehabisan baterai"Khansa mencari alasan dan mengambil ponsel yang Khanaya berikan padanya.
Khanaya pun segera meninggalkan kamar Khansa memberi ruang pada kedua kekasih itu saling bicara,Khanaya bisa menebak kalau mereka berdua pasti ada masalah.
"Moy,,,,"Sapa Alden
"Hmmmmmmm"Jawab Khansa singkat
__ADS_1
"Loe baik-baik aja kan???"Tanya Alden
"Sangat baik!!!"Jawab Khansa ketus
"Kenapa ponselmu tak bisa di hubungi??"
Alden bisa menangkap Khansa sedang kesal namun ia masih bingung apa kesalahannya.
"udah gue bilang baterai ponsel ku habis"
"Berhari-hari?????"Alden tak percaya
"Aku blokir nomor loe,puas"Akhirnya Khansa tak bisa menahan emosi di hatinya.
"Di blokir????"Alden semakin bingung
"Pikir aja sendiri salah loe dimana"Khansa akhirnya menangis sesenggukan ia sangat merindukan suara Alden.
Alden semakin khawatir mendengar Khansa menangis.
"Moy cerita sama gue ada apa???"kalau saja jarak mereka dekat Alden akan segera kerumah Khansa.
"Gue akan buka blokir kontak loe"Khansa mengambil ponselnya dan membuka blokiran nomor Alden.
Dan Khansa mengirim rekaman percakapan nya dengan wanita yang mengaku kekasih Alden.
Alden membuka rekaman itu dan membuatnya membulatkan matanya saat mendengar semua percakapan Khansa dan seorang wanita.
__ADS_1
Alden kembali berbicara Pada Khansa.
"Loe percaya dengan itu semua Moy"
"Gue coba nggak percaya,tapi ponsel loe berada di tangan wanita itu,kamu tega Al"Khansa kembali terisak.
"Moy gue mohon percaya sama gue,itu tak seperti yang loe pikirkan,dan wanita itu gue nggak tau siapa,tapi gua akan cari tau.gue nggak mungkin berkhianat dari loe Moy".ucap Alden sedih.
"Buktiin ke gue Al,posisi kita berjauhan seperti ini membuatku hampir percaya dengan semua itu".Ucap Khansa lirih.
"Gue akan cari tau,tapi gue mohon percaya sama gue Moy"Alden akan mencari tau siapa wanita yang mengaku kekasihnya itu dan bagaimana ponselnya ada bersama wanita itu.
Khansa pun menutup sambungan telponnya dan kembali menangis ia berharap Alden bisa membuktikan keraguannya.
Khanaya yang tak sengaja mendengar semua percakapan Khansa dan Alden pun akhirnya mendekati sang Kakak dan memeluknya erat.
"Kak khansa kok nggak cerita sih sama Nay"
"Kakak nggak ingin buat kalian Khawatir Nay,jangan bilang sama Papi dan Mami ya"Ucap Khansa
"Cerita sama Nay semuanya kak,Mungkin Naya bisa bantu".
Khansa pun memberikan ponsel yang berisi rekaman percakapan nya pada Khanaya.
"Kak Naya yakin Kak Alden tak berselingkuh".Khanaya tak percaya dengan wanita yang mengaku kekasih Alden itu.
"Ya kakak juga awalnya begitu,tapi yang membuat kakak ragu bagaimana ponsel Alden berada di tangan wanita itu".
__ADS_1
Khanaya akan menghubungi Devano untuk mencari tau,entah mengapa Khanaya teringat akan sosok Aiko.