
Sesudah berbincang sebentar dengan pamannya. Ivan hendak pergi mencari keberadaan Lana.
di kejauhan Santi melihat keberadaan Ivan di acara itu,
"Ada Pak direktur di sini?? nemenin siapa ya??". Gumam Santi dalam hati
Lana masih saja duduk di bangku taman itu, sedangkan para peserta wisuda sudah beberapa pergi meninggalkan tempat itu. Tiba2 ada seseorang memberikan sebuket mawar putih padanya dari arah belakang tempat yang ia duduki.
"Tak baik sendirian di sini.." sambil menyodorkan buket bunga yang dibawa.
Lana menoleh ke belakang tempat duduknya, iya terkejut melihat Ivan ada di sana.
"terima kasih". Lana menerima buket bunga itu
Ada perasaan aneh menggelayuti pikiran Lana karena setiap bertemu Ivan ada debaran aneh di dadanya. Sambil menerima bunga dari Ivan.. Lana memegangi dadanya dan menarik nafas panjang.
"kenapa menarik nafas begitu dan pegang dada apa kamu sakit??" Ivan terlihat khawatir melihat Lana.
"Ah tidak... tidak apa". Sambil berdiri dan ingin menjauh dari Ivan.
Ivan mengernyitkan dahinya melihat tingkah Lana.
"kamu mau kemana!!??" tanya Ivan bingung
__ADS_1
"Aku mau pulang". Lana hendak melangkah pergi
"tapi kenapa??!!". Sambil mencekal tangan Lana.
"Lepasin!! nafasku sesak jantungku ga karuan kalau ketemu kamu!!" Lana sedikit meninggikan suaranya.
Tiba2 rintik hujan turun di taman itu dan sekitar kampus juga sudah rata terkena rintik hujan.
Ivan masih memegang tangan Lana, Ia menarik tangan itu, Lana terhuyung ke belakang dan berbalik ke arah Ivan.
Ivan masih tak mau melepas tangan Lana.
mereka bertatapan cukup lama dan dalam.
setelah lama berpandangan, pipi Lana panas dan air mata mengalir sempurna dari mata indahnya. Lana menunduk
"kenapa!!?" suara Ivan sedikit meninggi karena rintik hujan sudah membasahi mereka berdua.
Lana hanya diam dan menundukkan wajahnya.
Ia memberanikan diri menatap Ivan lagi. lelehan air mata sudah membasahi pipinya, Ia menangis sesenggukan. Ivan melihat itu dan terkejut.
"kenapa!?" kenapa kau merasa sesak nafas kalau dekat aku?? whyyyy??. Ivan sedih melihat wanitanya sesenggukan.
__ADS_1
"Aku tidak tau, setiap bersamamu aku merasa aneh jantungku berdetak lebih cepat. Aku tidak tauuuuuu!!!!" pekik Lana hingga Ia tak sadar telah menjatuhkan buket bunga dalam genggamannya.
Ivan dengan cepat menarik Lana sehingga kini tak ada jarak antara mereka, Ivan dan Lana berpandangan dan dengan cepat tangan kanan Ivan menarik tengkuk Lana sementara tangan kirinya memeluk pinggang Lana.
Ivan mencium lembut bibir Lana, cukup lama Ivan mencium dan melumat bibir Lana dengan lembut, Lana terperanjat Ia tak bisa berbuat banyak karena sejak bibir Ivan menyentuh bibirnya Lana seakan sudah tak punya tenaga lagi, Ia hanya bisa memejamkan matanya walaupun Ia tak membalas ciuman Ivan.
perlahan Ivan melepaskan ciumannya, Ia menangkup kedua pipi Lana, kemudian memeluk gadis itu dengan erat.
"inilah yang harus kamu mengerti.. kamu mencintaiku Lana.. dan aku mencintaimu.. sangat mencintaimu..." Ivan berkata dengan lembut di telinga Lana.
Lana memejamkan matanya lagi kembali menangis tersedu,
"Aku... aku.. aku mencintaimu... aku mencintaimu.. aku mencintaimu Ivan... hiks hiks hiks.. hiks" Lana membalas pelukan Ivan.
Ivan tersenyum melepas pelukannya dan mengangkat dagu Lana memandang manik mata Lana yang sedikit memerah.
"I Love you Lana... " sambil mengusap air mata yang bercampur air hujan di pipi Lana.
"I Love you too.." sambil memegang tangan Ivan di pipinya dan mencium telapak tangan itu dengan lembut.
Kemudian Ivan menuntun Lana untuk pergi dari taman itu, Ia lepas jasnya kemudian dipakaikan ke tubuh Lana yang sudah basah kuyup membuat lekuk tubuh Lana terlihat dan Ivan tak ingin tubuh Lana dilihat orang lain.
Ivan menuntun Lana masuk ke dalam mobilnya, memakaikan seatbelt dan mengambil saputangan di dashboard mobilnya dan mengeringkan wajah Lana yang basah karena hujan.
__ADS_1