Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Bali


__ADS_3

Hari sudah mulai malam saat Ivan dan Lana mulai memasuki sebuah area yang kalau dilihat adalah kawasan pantai.


Banyak cafe dan restaurant yang berjajar menawarkan makanan seafood. Lalu mobil mewah itu berbelok ke arah sebuah hotel berbintang dengan bangunan yang sangat luas.


"kita mau kemana dan lagi aku tidak membawa baju ganti, rasanya tidak nyaman" keluh Lana ke Ivan.


"jangan khawatir, aku sudah menyiapkan semuanya". sambil mengelus lembut rambut Lana.


Mereka memasuki area lobby hotel dan sudah di sambut oleh sang manager hotel.


"Selamat datang di Bali Pak Ivan.." sapa ramah sang manager sambil menjabat tangan Ivan.


"terima kasih".


"Mari saya antar ke ruangan". Sambil berjalan menuju lift.


Lana menoleh ke Ivan yang sedari tadi mengenggam tangan Lana.


"Ini president room untuk Pak Ivan" sambil menyerahkan key card pada Ivan.


"Nah ini yang di sebelahnya juga president room buat Ibu".

__ADS_1


"terima kasih"


"Kalau membutuhkan sesuatu bisa hubungi saya atau petugas hotel di nomor yg ada di dekat telpon". Sambil menjabat tangan Ivan dan Lana bergantian, dan meninggalkan mereka berdua.


"terima kasih" sahut Ivan dan Lana berbarengan.


"istirahatlah!, pasti capek, aku tunggu jam 19.30 di sini ya..". sambil mencium kening Lana.


"hmmm.. iya.. tappii" belum selesai bicara pada Ivan


"semua sudah ada di dalam". sambil membukakan pintu kamar untuk Lana.


"iya.."


Ia melihat ada beberapa paper bag di atas tempat tidur ukuran king zise dan Lana mengambil paper bag itu lalu membukanya.


Ia terkejut karena Ivan sudah menyiapkan semua dengan rapi. Ada beberapa baju santai dan ada gaun yang indah sekali terlihat simple tapi sangat menawan.


dering ponsel Lana di dalam tasnya membuyarkan semuanya.


"Aooo Lan... " sapa Santi di ujung telpon.

__ADS_1


"Eh iya San..." bingung mau bilang apa


"Lan.. ingat ya.. loe harus hadir di acara lamaran n tunanganku akhir bulan ini ya.. " celoteh Santi di ujung sana.


"Iya.. San.., gue ga lupa kok, emaknya para kucing mau tunangan ha ha ha" ledek Lana


"hisssh... enak aja.. gini2 dokter cantik tau!!" Oya Lan.. lg dimana aq tadi lewat di depan rumahmu tapi lampu ga ada yang nyala". tanya Santi.


"Aku lagi keluar rumah, mungkin akan kembali agak malam".


"Oh ya sudah kalau gitu, aku tutup dulu ya.. daaaaa"


"Daaaa... " Lana menutup telponnya.


Lana hari ini merasa sangat lelah, belum lagi tiba2 Ia dibawa ke Bali oleh Ivan. Kini Ia memandangi langit2 kamar mewah itu, Ia lalu bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi. Betapa takjubnya Ia melihat kamar mandi yang juga tak kalah luasnya.


ada bathup besar yang sudah berisi air yang ditaburi bunga. Ia kemudian menuju washtafel yang dilihatnya ada buket bunga mawar merah dan secari kertas di sana.


Lana membuka kertas itu dan membacanya..


"Selamat menikmati sayang... semoga kamu suka.. Love you sweat heart!"

__ADS_1


Lana tersenyum dan mulai melangkah menuju bathup dan berendam menikmati suasana sendu itu, setelah 30 menit berendam Lana merasa sangat segar.. dengan masih memakai kimono mandinya, Ia melangkah menuju kaca besar menyingkap sedikit tirai dan terlihat suasana pantai yang gelap namun ada terlihat hiasan lampu lampion yang indah. Lana berfikir bahwa ada acara pernikahan di sana.


__ADS_2