
Hari untuk akreditasi telah tiba semua sibuk dengan pekerjaannya masing2, tak terkecuali Lana.
Setelah praktek di rumah sakit biasanya dia akan mengerjakan laporan bersama santi.
Sekarang Lana dan Santi sudah resmi direkrut menjadi dokter tetap di rumah sakit itu.
Lana dan Ivan masih tetap berkomunikasi walaupun tidak sering bertemu karena kesibukan masing2, biasanya mereka akan bertukar melalui pesan singkat.
"Dokter Lana... " panggil receptionist rumah sakit saat melihat Lana lewat di depannya.
"Oh iya mbak Sari..., ada yg bisa saya bantu?". jawab lana dengan senyumnya.
"Ini dok, ada yg kirim makanan via online buat dokter!". sambil menyodorkan paper bag berisi makanan.
"Oh ya... waah siapa ya.. rezeki ini mbak, makasi ya". sambil mengambil paper bag itu.
"sama2 dok.."
karena saking sibuknya kadang Lana sampai telat makan, Ia tau bahwa dia adalah seorang dokter tapi kadang Ia juga terlewat untuk masalah ini.
"Wah siapa ya kasih makanan ini?" bergumam dalam hati sambil membuka paper bagnya.
Lalu tiba2 ponselnya berdering dengan mode vidio call, tertera di ponselnya "Direktur aneh" kemudian dengan senyumannya Lana menjawab vidio call itu.
__ADS_1
"Halo sayang..." sapa Ivan di ujung telpon.
"Halo... hmmm.. kok tumben pake vidio call? nanti kalau ada yg tau gimana? Lana menoleh ke kanan dan kiri, karena terlihat sepi Ia pun bisa bernafas lega.
"Ya ga pa2 donk... oya.. sudah terima makanannya?
"Oh ini dari kamu?? habis ga ada nama pengirimnya!
"Iya.. kamu suka?? dimakan ya.. jangan sampe telat makan!"
"Iya.. terima kasih..."
"Ya sudah aku matikan dulu ya.. meetingnya sudah mau dimulai, aku ke ruang meeting dulu ya... Love You". Ivan melambaikan tangannya.
sementara di ruang meeting sudah riuh suara tepuk tangan ketika Ivan selesai memberi sambutan dan mengumumkan bahwa rumah sakitnya sudah masuk standart rumah sakit international dan menunjukkan surat pengukuhan dari department terkait.
Mereka semua berbahagia, terbayar sudah lelah selama beberapa bulan ini karena akreditasi ini. Sebagai apresiasi dari Ivan selaku pimpinan, Ia memberikan paket berlibur bagi semua karyawannya tak terkecuali namun dengan syarat pemenuhan staff yang standby masih sesuai aturan.
Lana yang sedang menikmati makanan dari Ivan tiba2 dikejutkan dengan tepukan bahu dari Cahya yang baru keluar dari ruang meeting tadi.
"Hmmm... enaakk..". ucap Cahya
"Ah.. Cahya ngagetin deh!, eh maaf ya aku lagi istirahat sebentar habis ini masih standby". Lana mencoba menjelaskan kenapa Ia berada di ruang dokter sendirian.
__ADS_1
"Ih apaan sih.. iyaa ga pa makan aja.. yg penting masih ada yang standby, lagian sudah berapa hari ini tak perhatikan kamu sibuk banyak pasien, ya sekarang waktunya dapet senggang buat makan ya makan aja, jaga kesehatan kan penting kamu kan tau itu". jelas Cahya pada Lana.
Mereka pun tertawa bersama kadang membahas hal2 yang lucu sebagai pelepas penat seharian bekerja.
"Eh Lan.. Pak direktur kita menurutmu gimana? tiba2 Cahya bertanya pada Lana.
"hmmm... gimana apanya??". Lana bingung dengan pertanyaan Santi.
"Yaa.. secara dia tampan rupawan pokoknya perfect dah!". sambil berbinar mengucapkannya.
"Naah trus gimana Ya..?
"Apa kamu ga naksir Lan??" celetuk Cahya
"uhuk.. uhuk.. uhuk.." Lana terbatuk tiba2
"Heeiii... kok kamu kayak gitu Lan.." Cahya memicingkan matanya menggoda Lana.
"hmmm.. aku.. "
"Dok, ada pasien di UGD!" tiba2 seorang perawat menghentikan pembicaraan itu, yang membuat Lana bisa bernafas lega.
Akhirnya Cahya juga ikut keluar dari ruang dokter dan kembali ke ruangannya.
__ADS_1