
Ardan sengaja tak memberitahu sang putra tentang rencana kepergiannya ke Amerika,hanya Oma Cintya dan Papa Raksa yang ia beritahu,biar menjadi kejutan buat sang putra.
Alden sudah menyelesaikan ujiannya,Ia merasa kan rindu pada Khansa dan ingin segera menghubungi Khansa.
Beberapa kali Alden mencoba menghubungi namun ponsel Khansa tidak tersambung.
"Al,,,,loe ada acara nggak malam ini???"Tanya Devano pada Alden yang sudah bersiap pulang.
"Nggak ada sih,Cuma dirumah aja".Jawab Alden
"Apa nggak bosan Al,Kita masih muda ayo ikut denganku bersenang-senang sesekali lah".Ajak Devano
Alden berpikir sejenak,ucapan Devano ada bener nya juga,setelah beberapa hari ini ia habiskan waktunya dengan belajar untuk ujian.
Lumayan menguras otaknya.
"Mau kemanan emang??"
"Ke club xx"Devano menyebutkan club besar di Amerika
"Aku tak terbiasa pergi ke club Dev dan aku tak minun Alkohol,Mungkin ajakan mu kali ini aku tolak".
"Oh ayolah Al,,,kamu nggak minum nggak masalah temenin aku saja ya"Devano memohon
Alden terlihat berpikir sudah berapa kali Devano mengajaknya namun tak pernah ia terima,Tapi kalo menolak terus Alden juga merasa tak enak hati.
__ADS_1
"Baiklah sekali ini aja aku pergi kesana"Alden pun menerima ajakan Devano
"Nah gitu donk"Devano merasa senang
******
Malam tiba Alden pun izin untuk pergi keluar bersama Devano,Alden tak memberitahu Oma dan Opa nya akan pergi kemana malam ini,sudah pasti tak akan mendapatkan izin dari dua orang kesayangannya itu.
Namun karena rasa percaya nya pada sang Cucu Oma dan Opa nya tak bertanya kemana Alden akan pergi.
Tanpa sepengetahuan Alden,Devano juga mengajak Aiko untuk pergi ke club.Aiko lebih dulu sampai di club malam itu.
Aiko tampil cantik dengan baju yang seksi ia mengundang banyak perhatian di club.Beberapa pria hidung belang mendekatinya untuk sekedar mengajak minum dan berkenalan.
"Apa kamu sedang menunggu seseorang Nona,kami bisa menemanimu bersenang-senang malam ini".Seorang pria mulai menatap Aiko penuh *****.
"Iya aku sedang menunggu kekasihku"Ucap Aiko gugup ia sekarang menyesal datang lebih awal ke club ini.
"Mungkin saja kekasihmu tidak jadi datang,Ayo ikut kami sekarang".Pria dan teman-temannya menarik paksa tangan Aiko.
"Lepasin"Aiko berontak
Namun cengkraman tangan para pria itu semakin kuat.
"Kalau kalian berani macam-macam aku akan teriak".ancam Aiko.
__ADS_1
"Silahkan saja berteriak,kalau kamu berani macam-macam,aku akan segera menusukkan Pisau ini ke punggungmu".Pria itu balik mengancam Aiko.
Wajah Aiko pucat pasi,tak ada yang bisa ia lakukan sekarang nyawanya dalam bahaya.Aiko harus menuruti semua keinginan para pria ini sementara,Aiko berharap Devano dan Alden segera datang dan menolongnya.
Alden dan Devano sudah bersiap akan masuk kedalam club,dan betapa terkejutnya saat mereka berpas-pasan dengan Aiko dengan beberapa pria.
"Tolong aku,,,,,"Aiko memberi kode pada mulutnya pada Devano dan Alden
"Ternyata dia gadis yang suka Ke club juga"Ucap Alden
"Aiko dalam bahaya"
"Maksudmu???"
"Tadi aku liat bibirnya meminta tolong pada kita".Devano memberitahu
"Aku nggak ngerti,bukankah itu teman-temannya".
"Tentu saja bukan,aku yang mengajak Aiko untuk datang kesini".Devano terpaksa memberitahu Alden
Alden teringat akan kejadian yang menimpa Khansa,Mungkin saja Aiko mau di culik.
dari jauh Alden dan Devano melihat pisau berada di belakang Aiko.
"Kita harus menolongnya,nyawanya dalam bahaya"Ucap Alden pada Devano.
__ADS_1