
"Nyonya Richo selamat ya..., atas pernikahannya"Juan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Terimakasih tuan" Kila menyambut tangan Juan dan saling berjabat tangan.
"Selamat ya tuan dan nyonya atas pernikahannya" Ucap istri Juan sambil berjabat tangan dengan Kila dan Richo.
"Terimakasih nyonya Juan" Ucap Richo dan Kila secara bersamaan.
"Ric sepertinya aku pernah lihat istrimu ini tapi dimana ya...?" Juan mencoba mengingat ingatnya.
"Kau sudah terlalu tua sehingga daya ingat mu itu melemah" Canda Richo tersenyum meledek.
"Hay daya ingat ku ini masih bagus dan sekarang aku sudah mengingatnya" Sinis Juan.
"Oh ya...?"
"Ya, dia adalah gadis pemilik gaun itu" Ucap Juan.
"Pemilik gaun?!" Kila tidak mengerti kenapa dia disebut dengan gadis pemilik gaun.
"Ya, nyonya lah yang memakai gaun yang dibeli Richo waktu di Jepang dan saya melihat anda yang memakai gaun itu saat di pesta ulang tahun pernikahan Richo waktu itu" Jelas Juan saat mengingatnya.
Sial kenapa sih pak tua ini memberitau Kila kalau gaun itu aku yang beli. Kila kan taunya Mex yang beli bukan aku. Huh..., dasar pak tua ember. Gerutu Richo dalam hati.
Sekarang Kila mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Juan. Kila tersenyum menatap Richo sedangkan Richo hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kamu jangan GR dulu saya beli gaun itu karena waktu itu kamu harus menjaga anak-anak di pesta. Masak iya ke pesta menggunakan baju baby sitter kan enggak mungkin" Richo berdalih supaya Kila tidak tau kalau waktu itu ia berusaha menjodohkan Kila dengan Mex.
"Iya aku ngerti kok mas" Jawab Kila tersenyum penuh arti.
"Sekarang terbuktikan kalau kamu tidak rela kalau dia jadi milik orang lain. Pake sosok-sosokan mau merelakan dia untuk Mex segala!" Bisik Juan ditelinga Richo kemudian ia terkekeh geli.
Richo yang mendengar bisikan dari Juan hanya tersenyum kecut.
"Bukan aku yang tidak rela tapi dia memang lebih memilih aku dibanding Mex karena aku ini lebih tampan darinya" Bisik Richo ditelinga Juan.
"Nyonya Juan silahkan dinikmati pestanya kami mau kesana dulu" Ucap Richo kemudian ia menggandeng tangan Kila untuk menjauh dari Juan.
"Mas aku senang sekali ternyata gaun itu pemberian dari mu" Setelah mereka duduk disamping meja yang menyajikan berbagai makanan.
__ADS_1
"Ya tapi kamu jangan memberitau Mex kalau kamu sudah tau" Jawab Richo tanpa memandang Kila.
"Memangnya kenapa mas?" Tanya Kila tak mengerti.
"Nanti dia bisa malu"
"Ok Kila mengerti dan Kila akan menganggap gaun itu adalah barang pemberian pertama dari mas Richo dan akan selalu Kila simpan"
"Terserah!" Jawab Richo singkat.
Pesta terus berlangsung hingga pukul 1 dini hari. kini para tamu undangan satu persatu mulai berpamitan untuk pulang.
Setelah tamu undangan semuanya pulang dan hanya tinggal kerabat dekat saja Richo dan Kila segera meninggalkan pesta dan pergi kekamarnya.
Dikamar Kila sedang duduk di sofa panjang dan memijit kakinya yang terasa pegal karena terlalu lama mengunakan sepatu high heels dan juga berdiri terlalu lama.
Richo yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan piama tidurnya menghampiri Kila.
"Capek ya..?" Tanya Richo yang duduk disamping Kila.
"Iya mas capek banget" Jawab Kila masih memijit kakinya yang terasa pegal.
Richo pun berdiri dari duduknya dan naik keatas ranjang, Richo menyelonjorkan kakinya dan bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya
"Iya mas"
Kila membawa sepatunya dan diletakkan dirak sepatu. Kila membuka lemari pakaiannya untuk mengambil piamanya tapi ia tidak menemukan piama tidurnya disana dan hanya menemukan beberapa lingerie.
"Mas kemana semua piamaku kok enggak ada? Apa masih ada dikamar ku?" Tanya Kila sambil menatap Richo.
"Masak sih enggak ada? Kata mommy semua baju kamu sudah dipindahin" Jawab Richo kemudian ia turun dari ranjang dan mendekati Kila untuk melihatnya.
"Iya mas aku enggak bohong, adanya ini" Kila mengambil lingerie yang tergantung dilemari pakaiannya.
"Ya Tuhan" Ucap Richo membulatkan matanya karena melihat lingerie yang dipegang Kila.
"Ini baju siapa sih mas kekurangan bahan dan transparan kayak gini? Jangan-jangan ini baju istri mas Richo ya...?" Kila menatap Richo memastikan kalau itu baju milik Sinta.
"Bukan, mana mungkin istriku punya baju jelek kayak gini" Bohong Richo padahal setiap malam Sinta selalu memakai baju lingerie seperti yang dipegang Kila.
__ADS_1
"Lalu ini milik siapa?" Tanya Kila dengan polosnya.
"mungkin itu mommy siapkan untuk kamu" Jawab Richo dengan entengnya.
"Hiii..., aku tidak mau ini sangat menjijikkan" Kila bergidik ngeri dan melemparkan lingerie itu kearah Richo.
"Siapa juga yang mengijinkan mu memakai pakaian seperti ini. Sudah sana pakailah baju yang lain tidak usah menggunakan piama. Besok aku akan pesankan piama yang baru untukmu karena piama kamu pasti sudah dibuang oleh mommy" Richo berjalan kearah ranjang dan segera naik keatas ranjang.
Kila mengangguk mengambil kaos oblong dan celana pendek kemudian ia masuk kedalam kamar mandi. Baru Lima menit Kila masuk kekamar mandi ia kembali lagi keluar dengan masih menggunakan gaun pengantinnya.
"Mas tolong bantu Kila bukain resleting gaun ini" Kila sedikit kesusahan saat membuka resleting gaun yang ia gunakan karena resleting gaun itu ada dibelakang.
"Ya" Richo yang sedang tidurpun kembali bangun dan segera berdiri untuk membantu Kila membuka resleting.
Kila membalikan badan membelakangi Richo supaya Richo mudah untuk membantunya membuka resleting gaunnya.
Srekkk resleting terbuka dan terlihatlah punggung Kila.
Richo menelan Silvanya dengan susah payah saat melihat punggung Kila yang putih dan mulus terpampang jelas didepan matanya ditambah lagi dengan aroma tubuh Kila yang sangat wangi membuat otaknya bertraveling kemana mana.
"Oh tidak-tidak" gumam Richo saat menyadari dirinya tengah berfikir yang tidak-tidak.
"Apanya yang tidak-tidak mas" Heran Kila sambil membalikan badannya melihat Richo.
"Tidak ada apa-apa, cepat ganti baju sana" ucap Richo datar.
"Iya mas" Kila kembali menuju kamar mandi sambil memegangi gaunnya takut kalau jatuh.
Richo kembali naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana dengan pikiran yang kacau.
Maafkan aku Sinta, aku tidak akan mengkhianati cinta kita. Aku menikahinya hanya karena anak-anak bukan karena yang lain. Batin Richo kemudian ia memejamkan mata berusaha untuk tidur.
Kila kembali keluar dari kamar mandi. Kali ini ia sudah berganti pakaian dan siap untuk tidur.
Kila naik keatas ranjang dan melihat Richo tengah berbaring miring membelakangi dirinya iapun segera merebahkan tubuhnya menghadap punggung Richo.
bersambung....
jangan lupa like and komen
__ADS_1
terimakasih...