Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.59


__ADS_3

"Mex kemarilah!" Panggil Richo.


Mex menoleh mendengar panggilan dari Richo.


"Ads apa tuan?" Tanya Mex sambil berjalan kearah Richo.


"Belikan martabak manis dengan topping keju, kacang, Meises Ceres coklat dan selai strawberry" Perintah Richo pada Mex "Oh iya hampir saja lupa. Buatkan aku susu kental manis putih juga"


Mex tertegun mendengar permintaan Richo sekaligus heran karena seharian ini Richo begitu aneh karena ia selalu menginginkan sesuatu yang tidak disukai.


"Mex apa kamu tidak mendengarkan permintaanku?" Richo menatap tajam Mex.


"Maaf tuan, baiklah saya akan segera membuatkan susu dan membelikan martabak manis untuk tuan"


"Ingat Mex membeli martabak dulu baru membuat susu. Karena aku ingin makan martabak sambil minum susu. uh Itu pasti sangat nikmat sekali"


Air liur Richo sudah hampir menetes saat membayangkan makanan yang diinginkan.


"Iya tuan saya pasti mengingatnya"


"Ingat jangan menyuruh orang lain dan harus kamu yang membeli dan membuatnya"


"Iya tuan, saya permisi dulu"


"Ya pergilah"


Mex segera meninggalkan tempat itu dengan cepat karena ia tidak ingin mendengar kecerewetan Richo.


"Ck tuan ini seperti orang ngidam aja ingin ini, ingin itu, ah ribet" Mex ngedumel sambil terus berjalan


"Mex jangan ngedumel aku tau itu" Teriak Richo dari depan pintu ruangannya.


Astaga..., tuan. Gumam Mex dalam hati.


"Tidak tuan" Teriak Mex kemudian masuk kedalam lift.


Sudah 30 menit Mex pergi mencari apa yang diinginkan Richo, tapi ia belum juga kembali. Richo yang menunggu kedatangan Mex merasa kesal karena sudah tidak sabar ingin memakan makanan yang diinginkannya itu.


"Kemana sih anak itu lama sekali? Masak beli martabak aja lama? huh menyebalkan!" kesal Richo. Ngoceh-ngoceh sendiri.


Ceklek


Pintu ruangan kerja Richo terbuka dan munculah Mex dari luar membawa martabak manis dan susu pesanan Richo.


"masak beli kayak gini aja lama, kemana aja?" Tanya Richo masih kesal sama Mex


"Maaf tuan saya lama karena harus ikut mengantri dengan para pembeli yang lain" Jawab Mex jujur.


"Yasudah taruh dimeja sana" Suruh Richo


"baik tuan"


Richo bangkit dari duduknya menuju sofa panjang untuk memakan martabaknya.


Setelah ia berhasil duduk Richo segera membuka martabak manisnya untuk segera dimakan.

__ADS_1


"Uh ini enak sekali Mex, ayo makanlah Mex " Ucap Richo masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Tidak tuan saya masih kenyang" Tolak Mex


"Yasudah kalau kamu tidak mau aku akan menghabiskannya sendiri" Ucap Richo sambil meminum susunya.


"Silahkan tuan"


Mex melihat cara makan Richo membuatnya jadi kenyang sendiri.


Dalam sekejap martabak dan susunya sudah ludes dimakan oleh Richo sendiri.


Ya Tuhan bisa-bisanya tuan menghabiskan semuanya sendiri. Itukan martabak ukuran jumbo. Hari ini tuan benar-benar aneh dan tidak seperti biasanya. Gumam Mex dalam hati.


"Tuan apa tuan baik-baik saja? Tanya Mex menatap intens Richo.


"Tidak aku tidak papa" Jawab Richo mengerutkan keningnya heran kenapa Mex menanyakan keadaannya.


"Tapi saya merasa kalau hari ini tuan sangat aneh!"


"Ck siapa yang aneh? Aku biasa-biasa saja, sudah sana kembalilah bekerja. Aku juga akan bekerja" Usir Richo karena tak suka dirinya dibilang aneh.


"Baik tuan"


Mex meninggalkan ruangan Richo masih dengan perasaan yang sulit diartikan karena melihat sikap dan kelakuan Richo hari ini.


******


Huwek huwek huwek


"Kenapa Kila kalau pagi muntah-muntah ya? Jangan-jangan dia..? Oh tidak-tidak, itu tidak mungkin. Akukan melakukannya malam itu saja, Masak iya bisa hamil? Tapi bisa jadi juga sih. Ah tau ah pusing" gumam Richo kemudian ia bangun dari tidurnya dan menghampiri Kila.


Tok tok tok


"Kila apa kamu baik-baik saja? Ayo bukalah pintunya!" teriak Richo.


"Iya mas sebentar" Teriak Kila dari dalam kamar mandi.


Huwek huwek huwek


Terdengar Kila kembali muntah-muntah.


Richo merasa cemas mendengar Kila kembali muntah-muntah.


"Kila cepatlah buka pintunya" Teriak Richo lagi.


Setelah dirasa sudah sedikit lebih baik Kila segera mencuci mukanya dan membuka kamar mandi.


Ceklek


Kila membuka pintu kamar mandi dengan lemas .


Richo yang melihat Kila keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat dan tubuh yang lemas segera membawa Kila ke-ranjang supaya beristirahat.


"istirahatlah aku akan menghubungi dokter Sefan dulu" Richo mengambil ponselnya di atas meja.

__ADS_1


"Untuk apa menghubungi dokter Sefan?" Tanya Kila sambil mengerutkan keningnya.


"Tentu saja untuk memeriksa keadaan mu"


"Itu tidak perlu, aku baik-baik saja"


"Apanya yang baik-baik saja? Cobalah lihat, wajahmu pucat seperti ini dan kamu setiap hari muntah-muntah" Richo menatap tajam wajah Kila.


"Aku hanya kecapean dan juga masuk angin nanti minum obat juga sembuh. Pokoknya aku tidak mau mas Richo memanggil dokter" Mata Kila mulai berkaca-kaca.


"Baiklah tapi kamu harus makan, karena akhir-akhir ini aku lihat kamu tidak makan dengan baik" Akhirnya Richo mengalah melihat mata Kila yang sudah berkaca-kaca hendak menangis.


Kila mengagumkan kepalanya tanda setuju.


" tunggulah disini aku akan mengambilkan makanan untuk mu"


"Apa mas Richo tidak mandi dan berangkat kekantor?"


"Nanti saja, aku akan memastikan dulu jika kamu makan dengan baik"


"Apa mas Richo mencemaskan ku?" Tanya Kila tersenyum.


"Kamu jangan GR, anak-anak, mommy dan semuanya pasti akan mencemaskanmu jika kamu sakit"


"Aku tau itu" Jawab Kila lemas


"Sudah aku akan turun ke bawah sarapan sekalian mengambilkan makanan untukmu"


Richo melangkah pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang makan.


diruang makan sudah ada nyonya besar dan juga anak-anak.


"Pagi Pi" Sapa ke-tiga anak-anaknya Richo secara bersamaan.


"Pagi sayang, pagi mom" Richo tersenyum kemudian duduk disamping nyonya besar.


"pagi sayang, mana Kila?" tanya nyonya besar menatap Richo.


"Kila lagi istirahat mom, dia tidak enak badan" jawab Richo sambil mengunyah makanannya.


"Jika Kila tidak enak badan kenapa kamu tidak memanggil dokter Sefan untuk memeriksanya?"


"Kila tidak mau mom katanya hanya ingin istirahat"


nyonya besar menganggukkan kepalanya mengerti.


"Kamu ini belum mandi sudah makan, jorok sekali!" Omel nyonya besar ketika menyadari jika Richo belum mandi.


"Sorry mom Richo lamper banget udah gak tahan" Ucap Richo nyengir kuda.


"Dasar anak nakal! Kamu pasti ngajak Kila lembur mangkanya kamu sampai kelaparan gitu dan sampai-sampai Kila tidak bisa turun untuk sarapan" Ledek nyonya besar sambil tersenyum.


"Kila itu benar-benar enggak enak badan mom dan siapa juga yang melakukan itu" Richo mencabikkan bibirnya.


"Siapa tahu" Jawab nyonya besar santai sambil menaikan kedua bahunya keatas.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2