Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 201


__ADS_3

Sebulan berlalu Khanaya tetap menjalankan profesinya sebagai model,Namun tak banyak job yang ia ambil.


Devano pun tak membatasi sang istri,selama kegiatan Khanya tidak membahayakan kandungannya.selain itu ia merasa senang bisa bertemu dengan istrinya setiap hari baik dikantor ataupun dirumah.


Siang ini Khanaya akan makan siang bersama suaminya ia sangat ingin memakan steak daging sebuah restaurant yang terkenal lezat dengan semua masakannya.


Khanaya mengetuk pintu sang suami,tak ada jawaban ia pun langsung mendorong pintu dan melihat suaminya masih fokus dengan pekerjaannya.


Khanaya pun mendekat lalu mencium pipi suaminya.


"Serius amat bos,Istri ketuk pintu nggak di dengar".Khanaya memasang wajah cemberut


Davano tersenyum dengan tingkah istrinya.


"Aku sengaja tak mengunci pintunya,karena aku tau kamu sebentar lagi kemari sayang".Devano mengecup sekilas bibir Khanaya.


Wajah cemberut si bumil tadi mulai menghilang berganti senyum manis.


"Makan siang nya jadi kan Kak Dev".


"Tentu sayang,sebentar ya sayang.aku akan menyelesaikan ini dulu,kamu duduklah disana".Tunjuk Devano pada Sofa di ruangannya.

__ADS_1


Wajah si bumil kembali cemberut.Sejak hamil khanaya begitu manja pada suaminya.Devano senang tapi kadang ia kerepotan juga menghadapi sang istri yang mood nya berubah-ubah.Devano meminta saran pada Alden yang lebih pengalaman mengamhadapi wanita hamil,dan Jawaban Alden hanya dengan kata "Sabar".


"Kenapa lagi sayang"Tanya Devano


"Aku mau duduk disini"menunjuk paha Devano


"Baiklah bumil cantik,duduklah di paha suami mu ini,setelah selesai aku akan mengajak istri cantikku ini untuk makan siang".Davano pun memundurkan kursi nya sendiri dan mempersilahkan istrinya untuk duduk di pangkuannya.


Namun konsentrasi Devano tak bisa fokus karena entah apa saja yang Khanaya lakukan padanya.


"Sayang kalau kamu begini,bisa-biss kita tidak jadi makam siang".


Khanaya hanya cekikikan dan terus mengendus leher suaminya,aroma khas dari Devano membuat rasa nyaman untuk Khanaya.


"Sayang"Suara Devano mulai terdengar serak


Dan akhirnya karena ulah nakal sang istri Devano pun memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.


"Kamu yang mulai,jadi harus tanggung jawab"Devano menyeringai dan langsung mencium bibir sang istri.


Dan makan siang pun tertunda 😀

__ADS_1


*******


Gina yang sudah tinggal di jakarta sebulan ini hidup Luntang Lantung,Aldo tak mengirimkan uang lagi padanya,Ia memang sudah di buang oleh suaminya.Uang nya hanya tersisa untuk beberapa hari lagi.Ia terpaksa mencari tempat tinggal murah.Kehidupannya sangat berbanding terbalik,beberapa perhiasan terpaksa ia jual dan baju-baju branded miliknya ia lelang.


Terbiasa hidup enak membuatnya menjadi manja dan enggan untuk berkerja uangnya habis begitu saja.


banyak restaurant siap saji yang menerima pekerja.apalagi dengan wajah cantiknya sangat mudah untuk ia mendapatkan pekerjaan.Namun Gina tak tertarik dengan gaji yang di tawarkan.


Di sebuah Cafe Gina menunggu salah seorang temannya.Sambil menikmati secangkir Kopi.Ia menunggu temannya bernama Riko untuk bicara soal pekerjaan yang temannya itu tawarkan padanya,Gina merasa tertarik dengan penghasilan yang ia dapatkan nanti walau belum tau pekerjaan seperti apa yang akan ia lakukan.


Riko yang sudah datang langsung menghampiri Gina.


Setelah saling sapa Gina pun langsung menanyakan tentang pekerjaannya.


"Pekerjaan apa yang akan kamu tawarkan padamu".Tanya Gina tak sabar


"Pekerjaan yang membuatmu enak dan uang mu akan terus mengalir".Riko tersenyum penuh arti,Ia sudah mendengar cerita Gina yang harus bercerai dengan suaminya.


"Aku sepertinya tertarik,sekarang aku butuh sekali uang untuk menjalani hidup ku kedepannya,beritahu padaku apa pekerjaannya".Gina menatap Riko serius


"Jadi wanita penghibur"Jawab Riko santai

__ADS_1


"Apa!!!!!!!!!!"Kaget Gina


__ADS_2