Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Malam Pengantin


__ADS_3

Lana dan Ivan kembali ke hotel untuk pertama kali setelah mereka menjadi suami istri.


Di dalam mobil Ivan tak henti mengenggam tangan Lana, Ia selalu tersenyum manis dan penuh kasih sayang ke Lana.


"Sayang... kenapa kamu ga bilang kalau Prof Raka itu Om kamu??"


"Ah itu... aku kelupaan bilang habisnya fokus buat dapetin kamu!".


"Kamu ni ya.. !! Oya.. tadi Kakek bilang kita harus ke rumahnya sepulang dari sini". ucap Lana pada Ivan


"Iya.. kita akan ke sana, sekalian kamu biar deket sama kakek, sudah lama dia pingin cucu mantu!"


Mereka pun sampai di hotel, mereka di sambut penuh senyum sang manager dan beberapa petinggi hotel itu.


Setelah mengucapkan selamat mereka menyalami Lana dan Ivan.


"Sayang.. kenapa semua orang di sini begitu hormat sama kita terutama kamu". tanya Lana yang masih bingung dengan sikap hormat para karyawan pada Ivan.


Ivan hanya menanggapi dengan senyuman ke Lana.


Lalu mereka menuju ke kamar mereka, tapi di depan kamar Lana, Ivan menarik Lana untuk ikut berjalan ke kamar Ivan.


"Loh kenapa??" tanya Lana


"Kita kan sudah suami istri, jadi satu kamar mulai malam ini!" Ivan senyum menyeringai


"Tapi barang2ku masih di sana"

__ADS_1


"sudah pindah ke kamarku semua". jawab enteng Ivan sambil membuka pintu kamarnya.


"hmmm... dasar.." gerutu Lana.


Lana masuk ke kamar Ivan, di sana ranjang ukuran besar itu sudah berisi hiasan bunga mawar di atasnya. Aroma therapy di ruangan itu juga sudah menyeruak ke seluruh ruangan.


Jantung Lana berdetak tak karuan, Ia sangat gugup melihat semua ini. Ivan mengunci pintu kamar dan mendekat ke arah Lana yang masih menghadap ke arah ranjang. Ivan memeluk Lana dari belakang. Lana sedikit terkejut, walau Ivan sudah beberapa kali memeluknya tapi kini Lana merasa kalau pelukan kali ini Ivan menginginkan lebih.


"Aku gerah mau mandi!" ucap Lana sambil melepas pelukan Ivan dan ngeloyor ke arah kamar mandi.


Ivan tertawa geli melihat Lana yang gugup dan bergegas menyusul Lana ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Lana terpana melihat kamar mandi yang juga sudah di hias indah di tambah aroma therapy yang sangat menenangkan. Ia tak sadar kalau belum mengunci pintu kamar mandi.


Ivan masuk perlahan tanpa suara, lalu memeluk Lana dari belakang, hal itu membuat tubuh Lana meremang tak karuan.


"Aku ikut mandi juga" bisik Ivan di telinga Lana.


"tappii.... " belum selesai Lana berbicara, Ivan membalikkan tubuh Lana sehingga menghadap ke arah Ivan.


Lana tertunduk malu, Ivan membantu melepas kebaya yang di kenakan Lana, Lalu mengangkat dagu Lana dengan telunjuknya.


Ivan mencium lembut bibir Lana, mereka berciuman sangat dalam dan lama, saling melumat satu sama lain.


Ivan berhasil melepas semua pakaian Lana, Ivan menghentikan ciumannya.


Lana yang tersadar dalam keadaan polos, Iya menutup bagian intimnya dan dadanya dengan tangannya.

__ADS_1


Ivan tersenyum, dan mengangkat tubuh Lana ke dalam bathup yang sudah dipenuhi bunga.


kini giliran Ivan melepas semua atributnya.


Ia menyusul Lana dalam bathup.


Mereka saling berpandangan, Ivan mengangkat tubuh Lana sehingga kini berada di pangkuannya.


Mereka masih berpandangan, dan akhirnya saling melumat bibir kembali.


Ivan menyusuri setiap inci tubuh Lana, dan tanpa terasa Lana menikmatinya dan mendesah.


Hal itu membuat Ivan semakin bersemangat dan keluar dari bathup dan mengangkat tubuh Lana, membawanya ke arah ranjang.


Di atas ranjang, Ivan melanjutkan aktifitasnya dan Lana melanjutkan desahannya. dari leher kini Ivan turun ke dada Lana yang begitu indah terlihat oleh Ivan. mencium dan melumatnya.


Ivan sudah tidak bisa menahan lagi, kini Ia bersiap mengarahkan tubuhnya untuk bisa bersatu dengan tubuh Lana.


Ivan mengarahkan area sensitifnya ke Lana menekan area sensitif Lana,


sangat sulit karena ini pertama kali bagi mereka berdua.


Akhirnya Ivan berhasil mendapatkan Lana untuk yang pertama, kemudian Ia melumat kembali bibir Lana karena Lana sedikit mengaduh kesakitan. memberikan rasa nyaman untuk Lana dan Ivan melanjutkan gerakannya, kini Lana juga menikmati rasa sakit itu berubah menjadi kenikmatan setelah halal.


Kamar itu dipenuhi dengan suara desahan keduanya, hingga mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.


Hari itu sejak selesai akad hingga siang mereka melakukannya dengan penuh cinta berulang dan terus berulang, berhenti sejenak untuk melaksanakan kewajiban pada pemilik hidup dan mereka melanjutkannya kembali, lagi dan lagi dari siang hingga malam, dari malam hingga pagi.

__ADS_1


Mereka kelelahan dan tertidur berdua dengan tubuh polos di balik selimut dan berpelukan.


__ADS_2