Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 139


__ADS_3

Ardan dan Tisha mendekati Alden,Keduanya tadi sengaja memberi ruang untuk Khansa dan Alden.


"Sampaikan salam Mommy untuk Oma dan Opa mu disana ya Al".Ucap Mommy Tisha saat Alden memeluknya sebagai salam perpisahan.


Oma Cintya dan Opa Raksa sudah menetap di luar negeri,namun mereka juga sering menghabisakan waktu di Indonesia berkumpul bersama anak,menantu dan cucunya.


Sedangkan Oma Mira sudah meninggal lima tahun yang lalu.


Oma Ana dan Opa Edwar juga masih di tinggal Indonesia hanya beda kota saja.Namun sejak kejadian yang menimpa Khansa dan Alden Ana dan Edwar lebih sering ke Jakarta untuk memastikan keluarganya aman.


"Daddy dan Mommy akan sering mengunjungimu,dan saat Khansa libur sekolah Daddy akan membawanya kesana juga,Boleh kan Khansa"Daddy Ardan melihat ke arah Khansa.


"Ehhhh,,,harus izin Papi dan Mami dulu om"Ucap Khansa dengan polosnya.


"Papi dan Mami mu pasti tidak akan keberatan".Ucap Ardan tersenyum lembut,Ardan sudah menganggap Khansa dan Khanaya layaknya putrinya.


"Wah Khanaya juga mau diajak liburan kesana Om"Ucap Khanaya antusias


"Tentu saja Om juga akan mengajakmu Nay"Ardan mengusap rambut Khanaya.

__ADS_1


Alden sangat senang,Ia akan bertemu khansa di waktu liburan nanti.


Alden melihat arloji ditangannya sudah waktunya ia masuk kedalam pesawat.


"Daddy,Mommy,Moy,Nay,,,,Alden pamit dulu ya,sampai bertemu lagi di Amerika".Ucap Alden


"Daddy titip Khansa ya,perketat lagi keamanannya"Bisik Alden sebelum pergi pada Daddynya


"Iya kamu tenang saja,Daddy akan menjaga Khansa,belajar yang giat disana agar kelak bisa menggantikan Daddy memimpin perusahaan".Ardan menepuk pundak putra nya.


Alden memeluk kembali sang Mommy Tisha yang sekarang sedang terisak,ini kali pertama Tisha harus berpisah jauh dengan Putrnya.


"Alden janji akan selalu memberi kabar pada Mommy"Ucap Alden untuk menenangkan Mommynya


"Moy ingat pesan gue jangan dekati Kairo,berusahalah untuk menghindarinya".Kini giliran Khansa mendapatkan pesan dari Alden.


Khansa memberikan jempolnya pada Alden tanda setuju.Matanya mulai berkaca-kaca menahan air mata nya.


Alden reflek memeluk Khansa lagi dan air mata Khansa pun tumpah.

__ADS_1


"Gue pasti akan sangat merindukan loe Moy"Bisik Alden,Khansa hanya bisa menangis tanpa bersuara sedikitpun.


"Gue pergi ya,Kalo Loe rindu sama gue hubungi gue ya Moy"Alden sedikit menggoda Khansa dan memencet hidung Khansa lalu menghapus air mata Khansa dengan tangannya.


"Al,,,jail banget sih!!!!"Khansa kembali mode galaknya


Tisha dan Ardan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya.Namun di hati mereka merasa senang melihat Khansa dan Alden yang mulai dekat dan jarang sekali terlihat bertengkar.


"Loe pasti merindukan ke jailan ku Moy"Alden menaik turunkan alisnya


"Pede banget Al"Cebik Khansa


"Al sampai kapan,Pesawat mu sudah mau terbang"Daddy Ardan mengingatkan


"Oke semua Alden pergi dulu ya"Alden pun meninggalkan semua keluarganya dan memasuki pintu keberangkatan internasional.


"Kak Al ingat jangan naksir cewek bule,Nanti kak Khansa bete"Teriak Khanaya membuat Khansa kesal dan mencubit pinggang adiknya itu.


Alden mengangkat jempolnya tanda setuju

__ADS_1


"Nay,,,Apa-apaan sih"Khansa merasa sangat malu sekarang.


Tisha dan Ardan hanya tertawa melihat tingkah kedua kakak beradik itu dan setelah Alden tak terlihat lagi Ardan pun mengajak mereka untuk pulang.


__ADS_2