
18++++++++++++π
Pesta pernikahan Khansa dan Alden berlangsung meriah.Hampir semua keluarga,rekan bisnis dan para sahabat semua hadir untuk memberikan selamat kepada kedua pengantin.
Khanaya dan Devano menyanyikan lagu khusus untuk Khansa dan Alden suara merdu keduanya membuat pesta semakin bewarna.
Tanpa terasa hari sudah beranjak malam dan pesta pun segera usai.
Khansa memijat kakinya yang terasa pegal.Alden yang melihat itu pun langsung ikut memijat kaki sang istri.Khansa membiarkan saja Alden yang sudah sah menjadi suaminya itu untuk memijatnya.
"Sebaiknya kita langsung istirahat Moy,kamu pasti lelah".Ucap Alden
Khansa mengangguk dan setelah berpamitan pada keluarga Alden pun membawa Khansa kedalam kamar hotel yang sudah dipersiapkan untuk malam pertama mereka.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Kamar yang sudah di hias cantik itu membuat suasana romantis.
"Moy mandi lah lebih dulu"Ucap Alden ia masih sibuk membuka Satu persatu pakaian yang ia pakai.
"Al kamu mau buka baju disini,nggak dikamar mandi"Tanya Khansa
"Iya,,lagian yang liat cuma kamu Moy"Alden tersenyum mendengar ucapan istrinya.
Khansa pun membiarkan suaminya itu melepas pakaiannya dan hanya menyisakan celana kolor pendek dan kaos putih pendek.
Khansa pun segera melepas semua perhiasan yang melekat di kepalanya,Alden pun ikut membantu sang istri.Giliran melepas Gaun Khansa sedikit menolak ia masih Malu memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Moy,,,kita belajar mulai sekarang untuk terbiasa,Kamu jangan malu sekarang aku adalah suamimu,kita akan memulai hubungan sebagai suami istri mulai malam ini,aku akan selalu membantumu dalam hal apapun dan memenuhi segala kebutuhanmu"Ucap Alden tulus
Mendengar ucapan Alden Khansa tersadar ia memang harus terbiasa sekarang.Karena statusnya sudah berubah saat ini sebagai seorang istri.
Setelah mendapat persetujuan dari Khansa,Alden pun membantu Khansa membuka gaun pengantinnya.
Alden menelan Slavina nya melihat punggung Khansa yang putih mulus.
Sebagai lelaki normal sesuatu sedang menegang dibawah sana.Namun Alden tak ingin menyerang Khansa sekarang.Ia membiarkan sang istri untuk mandi lebih dulu dan setelah Khansa selesai ia pun segera mandi.
__ADS_1
"Moy kaki mu masih sakit???"Tanya Alden pada Khansa yang masih mengeringkan rambutnya.
walau sedikit canggung karena ini kali pertama mereka dalam satu kamar.
"Sudah sedikit mendingan Al"Jawab Khansa.
Alden mengambil handuk yang Khansa pegang dan membantu Khansa mengeringkan rambutnya.
Lagi-lagi Khansa tidak menolak ia tak ingin menyinggung perasaan Alden karena Khansa akan belajar menjadi istri yang baik untuk suaminya,Khansa banyak mendapat nasehat dari Mami nya sebelum menikah,Khansa akan memulai perannya sebagai istri malam ini.
Alden mencium wangi rambut Khansa ia pun tanpa sadar sudah menciumi rambut sang istri.
Khansa yang sudah mengerti apa yang di inginkan suaminya pun membiarkan saja Alden melakukannya.
"Moy aku menginginkanmu,,,,,"bisik Alden lembut ditelinga Khansa.
"Lakukan lah Al,,aku milikmu"Jawab Khansa jujur ia merasa gugup dan takut,Khansa juga masih merasa malu.
Mendapat persetujuan dari sang istri.Alden pun menggendong Khansa menuju tempat tidur dan mulai ******* bibir sang istri.Walau keduanya masih belum berpengalaman dan kaku Alden mencoba merangsang Khansa mencium penuh kelembutan bibir ranum berwarna pink muda itu.
Khansa juga belajar membalas ciuman Alden,dan menikamati segala yang Alden lakukan padanya sekarang.
Khansa mengangguk setuju.Alden pun membuka bajunya dan membuang disembarang tempat.
Khansa melihat jelas atletis tubuh Alden,dan Khansa pun memegang langsung lipatan berbetuk kotak-kotak itu.Tubuh Alden meremang dengan sentuhan lembut tangan Khansa.
"Kamu menyukainya Moy"Alden sengaja menggoda Khansa.
Khansa mengangguk,tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya lagi,dan menutup muka dengan tangannya.
"Kenapa berhenti lakukan lagi Moy".Alden tau istrinya itu sedang malu sekarang.
Perlahan Khansa membuka tangannya dan kembali memegang dada Alden,entah kenapa ia sangat menyukai kegiatan yang baru pertama kali ia lakukan ini.
Alden pun kembali mencium bibir Khansa,Alden merasa candu dengan bibir sang istri,tangannya juga mulai aktif membuka kancing baju tidur yang khansa pakai.
Satu ******* lolos dari mulut Khansa saat Alden memainkan tangannya di kedua gunung milik Khansa.
__ADS_1
Ciuman Alden perlahan turun di dada Khansa ia berhenti sejenak menatap gudukan gunung yang menggoda itu.
"Al jangan di liatin aku malu"Ucap Khansa membuat Alden semakin gemas dengan sang istri itu.
Alden pun mencium dada Khansa dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
Dengan pelan tapi pasti Alden mulai membuka sisa baju yang melekat pada tubuh mereka.
"Aku akan mulai Moy,,aku akan melakukannya dengan pelan".
Khansa mengangguk walau ketakutan ia membayangkan rasa sakit yang akan ia rasakan,Seperti yang Khansa baca di Novel-novel romantise.
Perlahan Alden memasukan burungnya kedalam sarang Khansa,Sempit dan susah sekali.
"Awwwwwww"Ringis Khansa
"Apa sakit sekali Moy"Alden jadi tak tega melihat wajah istrinya yang memerah menahan sakit.
"Sakit,,tapi lakukan saja aku akan menahannya".Khansa tak ingin membuat Alden khawatir.
Alden pun mencoba lagi untuk memasukkan dan percobaan kali ini berhasil Alden lakukan.
"Cakar saja punggungku Moy,kalau kamu merasa kesakitan".Bisik Alden
Khansa mengangguk setuju,Alden pun memulai kegiatan panasnya.Rasa sakit yang dirasa Khansa mulai berangsur hilang berganti rasa nikmat.
Alden mempercepat tempo goyangannya dan kembali menciumi bibir Khansa.
Hampir satu jam mereka melakukannya dan berakhir dengan kepuasan.
Alden terus menciumi pipi Khansa.
"Makasih Moy,menyerahkan dirimu hanya padaku".Ucap Alden lembut ia bersyukur istrinya menjaga kesuciannya.
Khansa hanya tersenyum dan memeluk tubuh suaminya,kini ia sudah menjadi milik Alden seutuhnya.
"Aku mau lagi"Ucap Alden
__ADS_1
"Hah"π