Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.79


__ADS_3

"Hemmm..., mie buatan mu memang benar-benar mantap" Ucap Richo kemudian ia meminum air putih.


"Apa itu sangat enak?" Tanya Kila meneguk silvanya saat melihat mie yang dimakan oleh Richo.


"Tentu saja ini sangat enak, apa kamu mau?" Tanya Richo menatap Kila yang kelihatanya dia juga menginginkan menginginkan mie itu.


"Ya" Jawab Kila menganggukkan kepalanya.


Richo tersenyum "kita akan memakannya bersama-sama" Jawab Richo mengedipkan matanya.


Mereka saling suap suapan memakan mie itu hingga habis tidak tersisa lagi.


Usai memakan mie semangkok berdua Kila dan Richo tidur siang mumpung putri kecilnya juga belum bangun dari tidurnya.


****


Hari terus berlalu dan kini usia Princess Sila Adijaya sudah genap 2 tahun dan ke-tiga anak laki-laki mereka juga sudah semakin besar.


saat ini Kila sedang berbaring didalam kamar pribadinya. Sudah dua bulan ini Kila merasakan badannya kurang sehat. semakin hari badan Kila semakin kurus, pucat dan sering kali mimisan selain itu ia juga tidak nafsu makan,


namun jika didepan orang banyak dia berusaha kuat dan baik-baik saja untuk menutupi bibirnya yang pucat Kila selalu menggunakan lipstik agar semua orang tidak mengetahui. Walau demikian Kila tidak ingin pergi ke dokter memeriksa kan diri. Ia merasa lelah dengan semua hidup yang dijalaninya. Saat ini Kila memang memiliki segalanya tapi satu yang tidak pernah bisa dimiliki oleh Kila yaitu cinta suaminya.


Tok tok tok


Baru saja Kila hendak memejamkan matanya tapi pintu kamarnya sudah diketuk oleh seseorang.


"Kila apa kamu ada didalam?" Teriak nyonya besar dari luar kamar Kila.


"Iya mom masuk aja!" Jawab Kila saat tahu siapa yang memanggil dan mengetuk pintu kamarnya.


Cklek


Pintu kamar Kila terbuka dan masuklah nyonya besar bersama dengan inces.


"Ibu..." Teriak putri kecilnya itu berlari kearahnya.


"Sini sayang" Kila bangun dari tidurnya dan merentangkan kedua tangannya agar putri kecilnya itu naik keatas ranjang memeluk dirinya.


"Kila apa kamu baik-baik saja?" Tanya nyonya besar setelah ia duduk disamping Kila.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja mom, mommy tidak usah mencemaskan Kila" Ucap Kila tersenyum sambil memangku putri kecilnya yang berada didalam pelukannya.


"Tapi mommy lihat seharian ini kamu tidur terus dan tidak seperti biasanya" Ucap nyonya besar mengamati wajah Kila.


"Maaf mom aku hanya kelelahan saja dan butuh istirahat" Jawab Kila tersenyum.


"Yasudah kalau kamu hanya kelelahan istirahatlah tapi ingat jika kamu merasa sakit cepat pergi ke dokter atau kamu bisa memanggil dokter Sefan untuk memeriksa mu, mommy tidak mau terjadi apa apa denganmu" Ucap nyonya besar membelai kepala Kila dengan sayang.


"Iya mom" Jawab Kila tersenyum.


"Oma, ibu ayo tita main peta teh" Ajak Princess dengan gaya bicaranya yang cedal.


"Baiklah kita akan main pesta teh bertiga" Jawab nyonya besar tersenyum mentoel pipi cucunya itu.


"Sekarang ambillah mainannya dan kita akan bermain disini" Perintah Kila membelai kepala putri kecilnya.


princess hanya menganggukkan kepalanya kemudian turun dari ranjang dan kelur dari kamar mengambil mainannya dikamarnya sendiri yang ada disamping kamar Richo. Sebenarnya Princess tidak perlu keluar kamar untuk masuk kedalam kamarnya karena didalam kamar Kila sudah ada pintu yang terhubung dengan kamar princess tapi princess tidak tahu. Richo membuat pintu itu agar memudahkan Kila saat Princess menangis dimalam hari.


Selagi Princess mengambil mainannya Kila mengambil kasur lipat dan memasang dilantai untuk bermain dengan putri kecilnya.


"Ibu ni mainana" Princess memberikan kotak mainan pada Kila setelah ia kembali kekamar Kila.


"Baiklah ayo kita mainan" Ucap Kila kemudi ia duduk di kasur lipat dan membuka kotak mainannya putri kecilnya.


"Telimatatih ibu" Ucap Princess tersenyum mengambil cangkir yang diberi oleh Kila.


"Sama-sama sayang" Jawab Kila tersenyum.


Disaat mereka tengah bermain tiba-tiba nyonya besar melihat darah keluar dari hidung Kila.


"Astaga Kila kamu mimisan!" Ucap nyonya besar panik.


Kila yang tidak merasakan apa-apa meraba hidungnya dan benar saja ia mimisan lagi.


Nyonya besar mengambil tisu kemudian ia membantu Kila mengelap hidungnya.


"Kila ayo kita kerumasakit, mommy tidak mau terjadi apa-apa padamu" Ajak nyonya besar.


"Tidak usah mom" Tolak Kila.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu mommy akan menelpon Richo agar dia segera pulang" Ucap nyonya besar mengambil ponselnya yang ada dikantongnya.


"Jangan mom" Cegah Kila memegang tangan nyonya besar.


"Kenapa?" Tanya nyonya besar tidak mengerti.


"Saat ini mas Richo sedang rapat jadi sebaiknya kita tidak mengganggunya" Ucap Kila beralasan karena ia tidak mau membuat Richo cemas.


"Baiklah kalau begitu kita akan pergi ke dokter dan kamu harus mau" Ucap nyonya besar yang tidak dapat terbantahkan lagi.


"Iya mom" Jawab Kila menganggukkan kepalanya.


"Yasudah kamu siap-siaplah dulu, mommy juga akan bersiap" Nyonya besar bangkit dari duduknya.


"Iya mom" Jawab Kila ia juga ikut berdiri dari duduknya.


Nyonya besar keluar dari kamarnya menuju kamar pribadinya untuk bersiap-siap dan iya juga memanggil bibi Siti supaya bibi Siti menjaga cucunya.


"Inces ingat ya kamu tidak boleh memberi tahu papi kalau ibu sakit" Ucap Kila memperingati putri kecilnya itu karena biasanya putri kecilnya itu akan memberitahu Richo jika ada apa-apa dengan Kila.


"tenaga tidak boyeh?" Tanya Princess mendongakkan kepalanya menatap wajah Kila.


"Karena nanti papi bisa sedih, inces tidak maukan kalau papi sedih?" Ucap Kila tersenyum mentoel hidung putri kecilnya.


"Iya ibu Cila mengelti" Ucap Princess menganggukkan kepalanya mengerti.


"Anak pintar" Kila tersenyum mencium bibir putri kecilnya.


Tidak lama kemudian nyonya besar kembali kekamar Kila dengan pakaian yang rapi dan tas jinjing yang ada ditangannya. membuat nyonya besar terlihat elegan.


"Kila apa kamu sudah siap?" Tanya nyonya besar berdiri didepan pintu kamar Kila.


"Sudah mom" Jawab Kila berjalan mendekati nyonya besar sambil menuntun putri kecilnya.


"Oke ayo kita berangkat" Ajak nyonya besar


Mereka bertiga berjalan menuruni anak tangga menuju lantai satu


"Bibi tolong jaga inces sebentar ya..." Ucap Kila setelah ia berada dilantai satu dan bertemu dengan bibi Siti disana.

__ADS_1


"Baik nyonya muda"Jawab bibi Siti. bibi Siti selalu memanggil Kila nyonya muda saat Kila bersama keluarganya tapi jika ia sedang berdua hanya dengan Kila saja bibi Siti memanggil Kila seperti biasanya yaitu Kila karena ia sudah menganggap Kila seperti anaknya sendiri.


Princess dibawa bibi Siti bermain dikamarnya sedangkan Kila dan nyonya besar pergi kerumasakit diantar oleh sopir yang khusus untuk mengantarkan nyonya besar


__ADS_2