
"Seharusnya kamu tolak saja keinginan mereka untuk membahas pekerjaan diluar jam kerja kayak gini"
"Maaf tuan saya tidak bisa menolaknya
karena kerjasama ini sangat menguntungkan untuk kita dan jika jika saya menolaknya maka mereka akan membatalkan kerjasama dengan kita dan akan membuat kita rugi karena proyek kerjasama dengan beliau sudah mulai berjalan" Jelas Mex
Richo menarik nafasnya dalam-dalam kemudian membuangnya kasar "Hufff"
"Maaf tuan kalau saya membuat anda menunggu lama"
Tiba-tiba saja ada dua orang wanita yang menghampiri Richo dan Mex.
Jika dilihat dari penampilannya terlihat jelas dua wanita cantik itu seorang wanita karir karena berpenampilan layaknya seorang pegawai kantoran.
"Tidak apa-apa nona silahkan duduk" Mex tersenyum ramah mempersilakan mereka duduk.
"Terimakasih tuan" Jawab dua wanita itu dengan ramah.
"Perkenalkan nama saya Salsa perwakilan dari PT MEGA dan ini adalah sekertaris saya Nia" Salsa memperkenalkan dirinya juga sekretaris.
"Baiklah silahkan duduk" Ucap Richo datar.
"Bukankah yang bekerjasama dengan kita itu adalah tuan Arya kenapa yang datang nona salsa?"Bisik Richo ditelinga Mex.
"Maaf tuan saya lupa memberitau anda jika mulai sekarang apapun bentuk kerjasama kita dengan PT MEGA maka yang akan menanganinya adalah nona Salsa anak dari tuan Arya" Bisik Mex menjelaskan.
"Nona salsa silahkan anda mulai apa yang ingin anda bahas tentang kerjasama kita itu"
"Ini belum terlalu malam tuan kenapa anda terburu-buru" Ucap salsa mengedipkan sebelah matanya genit.
cih wanita murahan! Dia pikir aku akan tertarik padanya. Batin Richo tidak suka atas sikap salsa yang menurutnya terlalu murahan.
"Maaf tuan nona saya permisi dulu mau ketoilet" Pamit sekretaris salsa
"Silahkan nona" Jawab Richo dan Mex secara bersamaa.
"Nia sekalian pesankan kami minum" Perintah Salsa pada Nia.
"Baik nona" Nia pergi meninggalkan mereka.
"Jika anda hanya ingin berbicara tidak penting sebaiknya saya pulang saja" sinis Richo menatap tajam kearah Salsa membuat salsa menyurutkan nyalinya.
"Tunggu dulu tuan baiklah kita akan membahasnya sekarang juga" salsa tersenyum kemudian membuka leptopnya dan membahas kerjasama mereka.
Ditengah tengah-tengah pembicaraan mereka seorang waitress membawa 4 gelas jus lemon.
"Silahkan tuan nona minumannya" Ucap waitress itu dengan ramah
__ADS_1
"Terimakasih" Ucap Mex dan Nia secara bersamaan.
"Sama-sama tuan, nona, saya permisi dulu" Waitress itu pun meninggalkan mereka setelah menyajikan minuman pesanan Nia.
"Silahkan diminum dulu tuan" Salsa mempersilahkan Richo untuk minum jusnya
Salsa meminum jus miliknya sambil melirik Richo yang mengaduk-aduk jusnya. Ia sedikit tersenyum saat melihat Richo meminum jusnya.
setelah beberapa saat tubuh Richo mulai gelisah merasakan panas yang luar biasa dan keringat dingin pun mengucur di keningnya.
Mex yang melihat Richo gelisah dan berkeringat padahal ase sudah sangat dingin merasa aneh.
"Tuan anda kenapa?" Bisik Mex
"Sepertinya ada seseorang yang menaruh obat pera****Ng diminuman saya" Jawab Richo berbisik.
"Tapi minuman saya tidak ada tuan"
"Ayo kita pergi Mex"
"Baik tuan"
"Tuan kenapa anda buru-buru pergi kita belum selesai" Salsa mencoba menahan Richo dan Mex karena pembicaraa mereka belum selesai.
"Maaf nona kami harus pergi lain kali kita atur jadwal ulang"
Mex dan Richo pun segera meninggalkan kafe itu.
"Mex jangan bawa saya pulang, bawalah saya ke hotel saya akan mandi disana untuk menghilangkan pengaruh obat ini" Ucap Richo menahan hasratnya.
"Tidak bisa tuan itu akan membahayakan anda karena kita tidak tau berapa banyak dosis obat yang diberikan pada anda"
"Aaaaaah" Teriak Richo "Oh my God! Panas, panas, sakit" Rintih Richo menahan gejolak ga**ahnya.
"Sabar tuan sebentar lagi kita sampai" Mex menambah kecepatan laju mobilnya.
Sesampainya di rumah Richo segera masuk kekamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya.
Kila yang melihat Richo datang langsung berlari kedalam kamar merasa aneh.
"Om ada apa dengan mas Richo?" Tanya Kila pada Mex yang masih berada diruang tamu.
"Kila cepatlah masuk kekamar" perintah Mex
Kila tidak mengerti kenapa Mex menyuruhnya masuk kekamar.
"Memangnya kenapa om? Ada apa dengan mas Richo" Kila jadi panik ketika melihat wajah Mex yang cemas.
__ADS_1
"Minuman tuan diberi obat pera****ng"
Kila menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan terkejut dengan penjelasan Mex. Ia jadi teringat saat dirinya membaca sebuah artikel gosib yang menyatakan seorang pria tewas karena meminum obat pera****ng.
"Lalu Kila harus bagaimana om?" Tanya Kila polos menatap cemas wajah Mex
"Ya Tuhan Kila, kenapa kamu polos sekali? Cepat layani lah suamimu itu kasian dia!" Geram Mex
Kila baru paham apa yang dimaksud oleh Mex setelah sekian detik. Kila segera berlari menuju kamarnya tanpa mengatakan ba, bi, bu, be, bo, pada mex.
Mex tersenyum melihat tingkah laku Kila. Ia segera meninggalkan ruang tamu untuk bertemu dengan nyonya besar.
Kila masuk kedalam kamarnya dilihatnya Richo tengah berguling-guling di atas ranjang tanpa pakaian dan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Richo yang melihat Kila masuk menatap Kila penuh damba tapi ia harus menahannya untuk tidak menyentuh kila demi sebuah janji yang ia ucapkan.
Kila mendekat kearah Richo tapi ia merasa ragu untuk sekedar menyentuh tangan Richo.
Ya Tuhan...., aku harus bagaimana ? Aku bingung tuhan, tolonglah aku. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada suamiku tapi aku juga takut jika dia marah padaku. Batin Kila bingung dan hanya terdiam menyaksikan Richo yang merintih kesakitan dan berkeringat dingin.
Melihat Richo seperti itu membuat Kila jadi tidak tega dan akhirnya menyentuh pipi Richo
"Mas"
"Stop Kila jangan menyentuhku, tunggulah aku diluar!" bentak Richo menahan hasratnya.
"Lakukanlah mas jangan menyiksa dirimu seperti itu" Kila tak bergeming dari samping Richo.
"Keluar Kila jangan membuatku marah" Bentak Richo sekali lagi.
Kila mulai menitikkan air matanya bukan karena ia dibentak oleh Richo tapi Kila takut terjadi sesuatu yang buruk pada Richo akibat obat pera****Ng itu seperti artikel gosip yang ia baca.
"Aku tidak mau, aku takut terjadi sesuatu pada mas. Aku tidak mau! Hiks hiks hiks" Teriak Kila menangis sesenggukan.
"Tidak akan terjadi sesuatu padaku. Keluarlah" kali ini Richo tidak membentaknya karena melihat Kila menangis.
"Tidak mau aku tetap tidak mau" Kila memeluk Richo dengan erat
Richo yang merasakan pelukan Kila merasa sedikit nyaman membuat tubuhnya meminta lebih dari sekedar pelukan.
"ahhhhh" Richo mencoba menahan hasratnya.
" keluarlah aku tidak ingin menodai mu"
"lakukanlah mas aku ini istrimu. Tidak akan dosa jika kita melakukan itu"
"Tapi__"
__ADS_1
bersambung....
jangan lupa like & komenš¤