Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Senyum indah


__ADS_3

Lana bersiap menuju panti asuhan dimana dia dan Santi akan mengadakan syukuran kecil2 an.


"San.. kita ke Panti sekarang gue dah siap nih!". percakapan Lana di ujung ponselnya.


"Iyee bentar ya dokter ILana Saraswati!". goda Santi


"Ihh... becanda mulu nih bocah.. cepetan, soalnya kita ada jadwal sama Prof Raka buat ambil penempatan koas 3 jam lagi!"


"Iye.. iye neng... sabar 7 menit gue nyampe".


benar seperti ucapan Santi.. Ia datang persis 7 menit kemudian, karena memang rumah Santi dan Lana tidak terlalu jauh hanya berbeda blok saja.


Perjalanan mereka kurang lebih 30 menit untuk sampai di panti asuhan yang di tuju.


sesampai mereka di tempat tujuan mereka di sambut oleh Ibu Panti yang telah dikabari sebelumnya.


"Assalamualaikum Bu.. apa kabar??" Sapa Lana kepada Bu Panti.


"Wa'alaikumussalam Nak.. cukup lama ya kita ndak ketemu"


"Iya Bu.. maaf ya.. Lana sibuk kuliah ngejar biar cepet lulus Bu..". Lana tersenyum menjelaskan


Lana memang menjadi salah satu donatur di sana, walaupun sebatangkara dan dengan uang pas2 an Lana tetap berusaha untuk bisa berbagi.


"Kak Lana... !!!" ucap salah satu anak panti pada Lana.


"Haii... Fa'az.., anak sholehnya kakak.. gimana kabarnya??". Lana memeluk anak itu dengan lembut.


Fa'az usianya baru 6 tahun, Ia diletakan 6 tahun lalu di depan pintu panti saat hujan deras. Sejak saat itu Ia menjadi anggota keluarga panti itu.

__ADS_1


tanpa mereka sadari ada mobil mewah yang berhenti pelan tak jauh dari panti itu. Tampak keluar dari mobil itu, seorang lelaki berpostur tinggi, tegap dan tampan pokoknya 3T.


wajahnya berbinar dan cerah, Ia gulung kemejanya setengah lengan dan dibukanya 2 kancing kemejanya menambah kesan tampan dalam dirinya.


kemudian membuka bagasi mobilnya dan mengambil beberapa kantong besar yang memang disiapkan untuk dibawa ke panti itu.


Ivan sengaja tidak memarkir mobilnya di dalam pekarangan panti, karena Ia tidak ingin terlalu mencolok dengan mobil mewahnya. Bahkan kadang Ia datang dengan taxi online supaya lebih nyaman.


sementara di dalam panti anak2 sudah berkumpul untuk berdoa bersama untuk syukuran Lana dan Santi.


di tengah doa mereka, Ivan memperhatikan dari kejauhan. Ivan memicingkan mata ketika melihat Lana.


"kenapa cewek tukang seruduk ada di sini? aah mungkin Ia salah satu donatur juga". Ivan bergumam sendiri dalam hati.


"baik anak2 sekarang ayo salim dulu sama kak Lana dan kak Santi habis itu maemnya di meja sana ya..." ucap Bu panti kepada anak2nya.


Ivan menghampiri mereka dengan langkah perlahan.


"Wa'alaikumussalam.. Waah Nak Satya datang juga, apa kabar Nak??"


"Alhamdulillah baik Bu.. " Ivan tersenyum dan mencium tangan Bu Panti.


Lalu tak sengaja Ivan dan Lana bertemu pandang, Lana dan Ivan seperti terhipnotis, sampai akhirnya Lana tersentak karena tepukan dari Santi.


"Eh Lan.. ayo cepetan... kita udah kelamaan nih.. entar telat lagi ketemu dosen killer!". seru Santi ke Lana.


karena sedari tadi pengingat Santi di ponsel yang terus berbunyi. Santi tak ingin telat untuk mengambil jadwal dan penempatan koas.


"Eh.. iya San... kita pamit dulu ya sama Ibu.. " Lana dan Santi bergegas pamit pada Bu Panti.

__ADS_1


Pada saat bersamaan Lana dan Ivan bertemu kembali tapi mereka tak saling sapa, ketika Lana berpamitan, Ivan tengah asik bermain dengan anak2 panti.


Lana dan Santi melangkah keluar panti tapi sebelum keluar Lana tak sengaja berpandangan kembali dengan Ivan. Jantung Lana kali ini tak bisa di ajak kompromi, berlarian seperti habis marathon.


"Deg.. deg... deg.. "


Lana mencoba datar dan melangkah ke gerbang panti, iya menoleh kembali ke arah Ivan yg tengah asik bermain. Lana melihat senyum tulus Ivan ke anak2 panti.


tiba-tiba Ivan pun mengarahkan pandangannya ke Lana, mereka berpandangan kembali. hal itu membuat Lana kaget dan cepat berlari menuju mobil Santi yang terparkir tak jauh sari gerbang.


"Cewek yang aneh". sementara Ivan tersenyum karena Lana.


Lana yang berlari ke arah mobil Santi dan meninggalkan Santi yang berjalan di belakangnya membuat Santi berteriak.


"Lana.. eh.. eh.. loe kenapa ninggalin gue".


"hmmm.. hmmm.. " Lana memegangi dadanya yang terasa tak karuan, perasaannya kini juga tak karuan.


"Lan.. loe ga pa2 kan?? kok pegangin dada begitu??" Santi mulai khawatir.


setelah pintu mobil dibuka Santi,


Lana buru mendudukan dirinya.


"Eh ga San.. gue ga pa2". Lana mencoba menetralkan pikirannya.


"tapi pipi loe merah kayak tomat Lan". Ia menoel noel pipi Lana.


"Ah iya.. masak sih?? ga pa2 kok.. udah ayo jalan ntar telat lagi". Lana berusaha mengalihkan perhatian Santi.

__ADS_1


" Duuh kenapa ini ketemu cowok itu lagi, dan kok jadi deg2 an ssiiih.., kayak habis lari aja.. ini pipi juga ngapain tiba2 panas gini". gumam Lana dalam hati.


Selama perjalanan Lana diam terpaku dan membuat Santi jadi bingung.


__ADS_2