
"Apa bibi tau kalau saat ini Kila tengah hamil" Tanya nyonya besar menyelidik.
"Emmm" Bibi Siti ragu untuk jawab ya.
"Jawablah bibi tidak perlu ragu" Nyonya besar tau kalau bibi Siti untuk menjawab pertanyaannya, mungkin bibi Siti takut pada nyonya besar.
"Baik nyonya besar, maafkan saya jika saya tidak memberitahukan hal ini pada nyonya besar. Dua hari yang lalu nyonya Kila menyuruh saya membelikan tespek dan hasilnya positif. ketika saya hendak memberitahukannya kepada nyonya besar tentang kabar bahagia itu, nyonya Kila melarang saya untuk menceritakan semuanya pada semua orang terutama tuan Richo nyonya besar" Bibi Siti menarik nafasnya sejenak.
"kenapa Kila menyembunyikan kehamilannya? Apa dia tidak ingin mempunyai seorang anak?" Ucap nyonya besar tak mengerti.
"Bukan begitu nyonya besar!" bibi Siti menggelengkan kepalanya tak setuju dengan pemikiran nyonya besar.
"Lalu" Tanya nyonya besar datar.
"Sebenarnya nyonya Kila bahagia mengetahui dirinya hamil tapi ia takut jika Richo tidak bisa menerimanya"
"Kenapa Kila bisa berpikir seperti itu?"
"Begini nyonya besar ceritanya"
Bibi Siti pun akhirnya menceritakan semua apa yang diceritakan oleh Kila dua hari yang lalu. Ia menceritakan bagaimana Richo mengajak Kila menikah dan bagaimana mereka menjalani rumahtangganya hingga sampai Kila tau kalau dirinya hamil karena kejadian malam itu, saat Richo meminum obat per****ng dan membuat Kila hamil. Serta ketakutan Kila jika Richo tidak mau menerima kehadiran anaknya.
Sebenarnya aku dari awal sudah mengetahuinya jika Richo menikah dengan Kila tanpa cinta dan hanya demi anak-anaknya. Aku pikir seiring berjalannya waktu Richo bisa mencintai Kila tapi sampai sekarang bahkan ia tidak menyentuhnya jika tidak ada kejadian malam itu. Ya Tuhan aku harus bagaimana. Sepertinya kejadian masa lalu terulang kembali walaupun tidak sama persis. Batin nyonya besar.
"Lalu saya harus bagaimana bibi? Saya menyayangi Kila tapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa" Keluh nyonya besar pada bibi Siti setelah bibi Siti mengakhiri ceritanya.
"Entahlah nyonya besar saya juga tidak tau harus bagaimana. Lebih baik nyonya besar berdoa saja supaya tuan bisa membuka hatinya untuk Kila" Saran bibi Siti.
"Ya mungkin itu lebih baik tapi harus sampai kapan bibi?" Ucap nyonya besar lemas.
"Entahlah" Jawab bibi Siti singkat.
"Emmm..., bagaimana kalau mereka berpisah saja supaya Kila bisa bahagia dan Kila tidak tersakiti dengan cinta sepihak ini"
"Jangan nyonya besar, itu sama saja menyakiti hati nyonya Kila karena dia sangat mencintai tuan melebihi apapun itu" Bibi Siti tidak setuju dengan usul nyonya besar.
"Hufff" Nyonya besar menghembuskan nafasnya kasar "Kenapa kehidupan ini rumit sekali" keluh nyonya besar.
"Begitulah hidup nyonya besar, kadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan"
"Kamu benar bibi. Lebih baik kita berdoa saja, semoga ketulusan cinta Kila mampu meluluhkan hati Richo yang membeku"
"aamiin" Bibi Siti mengamini ucapan nyonya besar.
__ADS_1
"Yasudah bibi, ayo kita kembali keruangan perawatan. Kita harus pulang sebelum anak-anak pulang sekolah" Nyonya besar berdiri dari duduknya.
"Baik nyonya besar mari" bibi Siti juga ikut berdiri.
Kemudian mereka berdua meninggalkan taman rumasakit menuju ruang inap VVIP tempat Kila dirawat.
Sesampainya didepan pintu nyonya besar langsung membuka pintu ruangan itu dengan pelan.
Ceklek
Pintu terbuka nyonya besar masuk dan melihat Richo sedang menyuapi Kila, sedangkan Mex tengah tertidur di sofa dengan wajah ditutup dengan majalah.
Nyonya besar dan bibi Siti mendekati ranjang yang ditempati oleh Kila.
"Kila sayang mommy pulang dulu ya..., jangan banyak pikiran ingat ada dedek bayinya disini" Nyonya besar tersenyum mengusap lembut perut Kila.
"Iya mom, hati-hati dijalan" Kila tersenyum menatap sayu nyonya besar.
"Richo mommy pulang dulu karena anak-anak sebentar lagi pulang sekolah. Kamu harus jaga istrimu jangan sampai terjadi apa-apa dengannya" Pesan nyonya besar pada Richo.
"Iya mom Richo pasti akan menjaga Kila mommy tenang saja" Richo berdiri dari duduknya meletakkan piring kotor di atas meja.
"Kila bibi pulang dulu cepatlah sembuh" Pamit bibi Siti.
Richo yang melihat Mex tengah tertidur pulas segera menghampirinya.
"Astaga anak ini bukanya kekantor dia malah molor disini" Geram Richo.
Bug
Richo mengambil majalah yang menutupi wajah Mex dan memukulkannya diperut Mex.
Mex yang tengah terbuai dalam mimpinya terbangun saat ia merasakan perutnya dipukul oleh seseorang.
"Hay bangun..." bentak Richo sambil berkacak pinggang.
"Ah tuan ini, kenapa memukul ku sih?" Mex mengerutkan keningnya.
"Kamu ini tidur meluli, cepat antar mommy pulang sana" perintah Richo.
"baiklah" Mex langsung menghampiri nyonya besar diikuti oleh Richo.
"Mari nyonya besar, bibi kita pulang"
__ADS_1
"Ayo Mex" Jawab nyonya besar
"Baik tuan" Jawa bibi Siti berjalan dibelakang nyonya besar dan Mex.
"Kila aku antar mommy dulu kebawah ya..." Pamit Richo pada Kila.
"Iya mas" Jawab Kila tersenyum.
Setelah berpamitan pada Kila Richo berlari menyusul mereka yang sudah terlebih dulu keluar dari kamar perawatan.
sesampainya dilobi nyonya besar memegang tangan Richo dan menatap sendu Richo.
"Sayang ingatlah jangan pernah menyia-nyiakan orang yang benar-benar tulus mencintaimu demi untuk orang yang sudah tidak ada di sampingmu, jangan sampai kamu menyesal setelah dia pergi darimu. Mommy pulang dulu"
Setelah berkata demikian nyonya besar masuk kedalam mobil Mex yang sudah berada disana.
Richo yang mendengar perkataan nyonya besar hanya diam saja. Sungguh kali ini Richo merasa delema dengan perasaannya sendiri. Sejujurnya Richo takut kehilangan Kila tapi disisi lain ia juga tidak bisa melepaskan janji yang diucapkan pada Sinta jika dia tidak akan mengkhianati cintanya apapun yang terjadi.
****
Malam harinya setelah ia menyelesaikan makan malamnya ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Usai mandi Richo membantu Kila untuk membersihkan badannya ia mengelap badan Kila supa lebih segar dan tidak gatal.
kini Richo duduk disamping kila sambil memakan cupcake rasa coklat yang baru saja ia beli karena tiba-tiba saja ia ingin memakan cupcake.
"Enak ya mas?" Tanya Kila saat melihat Richo memakan cupcake begitu nikmatnya.
"Enak dong, apa kamu mau?" Jawab Richo masih dengan mulut yang penuh.
"Tidak, aku tidak suka" Kila menggelengkan kepalanya.
"Kenapa tidak suka? Biasanya kamu suka dengan makanan yang manis-manis seperti ini" Heran Richo.
"Entahlah, sekarang aku lebih suka memakan makanan yang gurih"
"Kenapa kesukaan kita jadi terbalik begini"
"Aku juga tidak mengerti, mungkin ini keinginan anakmu" Jawab Kila santai.
"Ya mungkin kamu benar. Ah rasanya kenyang sekali" Ucap Richo setelah menghabiskan semua cupcakenya.
"Astaga mas kamu menghabiskan semuanya?" heran Kila saat melihat Richo menghabiskan 10 cupcake sekaligus.
__ADS_1
bersambung.....