
"Tidak perlu aku bisa mencarinya sendiri cukup beri aku libur 2 kali dalam seminggu saja supaya aku bisa bersantai"
"Suamiku memberi libur bukan untuk bersantai tapi untuk mencari seorang istri. Supaya om ada yang mengurus dan menemani hari-hari om sepanjang usia om" Sahut Kila menatap Mex dengan serius.
"Dengarkan tuh istriku berkata, bukan untuk bersantai tapi untuk mencari istri" Richo tersenyum dengan menekankan kalimat bukan untuk bersantai tapi untuk mencari istri.
"Baik tuan Richo yang terhormat" Ucap Mex memutar bola matanya malas.
Nyonya besar yang mendengar pembicaraan mereka menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sudah jangan berdebat, lihatlah cucuku itu dia sampai tidak bisa tidur karena kalian berisik" Tegur nyonya besar menatap cucu perempuannya yang tertawa dalam gendongan Mex.
"Maaf nyonya besar" Ucap Mex menundukkan kepalanya menatap bayi mungil yang sedang tertawa. Mex senang saat bayi itu tertawa padanya.
"Om bawalah kemari inces, biar aku tidurkan dulu" Pinta Kila menadahkan kedua tangannya.
"Ini" Mex memberikan bayi itu pada kila.
Kila mengendong bayinya dan menepuk-nepuk bokong bayinya supaya tertidur.
"Zec, Zoe, Zil, kalian makan sianglah dulu bersama Oma dan paman Mex" Perintah Richo pada ke-tiga anaknya.
"Iya sayang kalian makanlah bibi Siti sudah menyiapkan makanan untuk kalian dimeja makan" Kila menimpali perkataan Richo.
"Ibu, papi, kami makan nanti saja kami masih mau melihat inces" Tolak Zec sambil mentoel toel pipi adik barunya itu.
"Iya pi kami masih mau melihat inces" Ucap Zoe dan Zil secara bersamaan.
"Baiklah tapi sebentar saja" Ucap Richo tersenyum.
"Iya pi" Ucap mereka bertiga secara bersamaan.
Setelah puas melihat adik barunya mereka bergegas makan bersama dengan nyonya besar dan juga Mex.
Tidak terasa hari sudah mulai sore dan nyonya besar membawa anak-anak kembali pulang bersama dengan Mex, karena besok mereka akan sekolah jadi mereka tidak diizinkan oleh Richo menginap dirumasakit.
"Mas mumpung inces tidur aku mau ketoilet bersih-bersih" Ucap Kila pada Richo yang sedang duduk disampingnya.
"Baiklah aku akan mengantarmu kekamar mandi" Richo bangun dari duduknya dan memegang Kila.
tidak usah mas aku akan kekamar mandi sendiri, lebih baik mas jagain inces kalau nanti dia nangis" Tolak Kila sambil turun dari ranjangnya.
__ADS_1
"Apa kamu yakin?" Tanya Richo memastikan.
"Iya mas aku yakin" Ucap Kila tersenyum.
"Baiklah" kata Richo pada akhirnya.
Kila berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi setelah sampai di kamar mandi ia segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian.
Kila keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar. Ia melihat Richo sedang menimang-nimang bayinya.
"Apa inces bangun mas?" Tanya Kila setelah ia berada didekat Richo.
""Iya dan dia agak sedikit rewel" Jawab Richo sambil menimang-nimang putri kecilnya itu.
"Mungkin inces lapar mas, sini biar aku susui" Pinta Kila mengambil putri kecilnya itu dari gendongan Richo.
"Baiklah inces sekarang makanlah yang kenyang supaya cepat besar" Ucap Richo pada putri kecilnya itu kemudian ia mencium kening putrinya dengan sayang.
Kila menggendong putri kecilnya dan membawanya keatas ranjang dan menyusuinya disana.
****
"Mas apa semuanya sudah dikemasi" Tanya Kila setelah ia berganti pakaian
"Semuanya sudah siap tinggal kita pulang" Jawab Richo sambil menggendong putri kecilnya
"Yasudah ayo kita pulang. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anak-anak, karena aku sudah sangat merindukanya" Rengek Kila dengan manja.
"Sabar Kila kita tunggu Mex menjemput kita disini" Jawab Richo tersenyum
"Kitakan bisa pulang sendiri kenapa harus menunggu om Mex segala?" Tanya Kila heran sambil mengerutkan keningnya.
"Mobilku sedang diservis jadi kita harus menunggu Mex menjemput, lagipula kamu kan sudah ketemu sama anak-anak kemarin. Sabarlah sebentar" Ucap Richo tersenyum mengacak rambut Kila.
"Ok aku akan sabar menunggunya, tapi bawalah kemari dan tidurkan incesnya disini jangan mas gendong terus" Kila meminta putri kecilnya itu ditidurkan disampingnya.
"Baiklah aku akan menidurkan inces disampingmu tapi sebaiknya susuilah dulu sebelum Mex datang" Richo meletakan putri kecilnya itu disamping Kila.
"Ya" Jawab Kila singkat sambil membuka kancing bajunya kemudian ia menyusui putri kecilnya itu.
Tidak perlu menunggu lama Mex sudah datang menjemput mereka.
__ADS_1
Cklek
Mex membuka pintu kamar ruang perawatan yang ditempati oleh Kila tanpa mengetuk lebih dulu.
Kila yang mendengar pintu dibuka oleh Mex segera menutup dadanya yang terbuka karena sedang menyusui putri kecilnya.
"Maaf aku tidak tau kalau sedang menyusui" Ucap Mex sambil membalikkan badannya.
"Mangkanya kalau masuk ketuk pintu dulu jangan asal masuk saja!" Ucap Richo marah
"Maaf tuan lain kali aku akan mengetuknya" Mex masih membalikan badannya menghadap pintu.
"Sudah aku sudah memaafkan mu, sekarang keluarlah sebentar biarkan inces menyusu dulu dengan puas. Supaya dijalan nanti dia tidak rewel"
"Baik tuan" Mex keluar dari kamar perawatan sambil menutup pintu dan menunggunya didepan pintu.
"Mas tolong ambilkan pompa ASI dan botol susu itu biar aku pompa ASI-nya untuk berjaga-jaga jika inces rewel dijalan nanti" Perintah Kila setelah ia selesai menyusui putri kecilnya itu.
"Ya" Jawab Richo kemudian ia mengambil botol susu dan pompa ASI kemudian ia memberikannya pada Kila setelah dirinya berhasil mengambilkannya.
Setelah selesai dengan semuanya Richo membuka pintu dan menyuruh Mex masuk.
"Mex masuklah dan bawa dua koper itu" Perintah Richo pada Mex.
"Baik tuan" Mex masuk kedalam dan mengambil koper yang sudah disiapkan oleh Richo sedangkan Richo mengambil kursi roda yang ada diruangan itu.
"Kila naik ke atas kursi roda ini" Perintah Richo pada Kila.
"Aku bisa jalan sendiri kenapa harus naik kursi roda?" Tolak Kila
"Kamu ini baru saja selesai melahirkan dan aku tidak mau kamu kelelahan" Ucap Richo yang tidak bisa terbantahkan.
"Terimakasih mas kamu sudah perhatian sama aku. I love you mas" Ucap Kila tersenyum lebar.
"Sudah jangan banyak bicara, ayo naik!" Ucap Richo datar.
"Iya mas" Jawab Kila sambil naik ke atas kursi roda dengan sedikit kecewa karena Richo tidak membalas ucapan cintanya.
Kini Richo sudah berada didalam mobil duduk disamping Kila yang memangku putri kecilnya, sedangkan Mex fokus dengan setir mobilnya sambil sesekali ia melirik kearah Kila dan Richo lewat kaca spion yang ada diatasnya.
"Mas jangan menggangu inces yang sedang tidur, nanti dia bisa bangun dan menangis" Kila memelototkan matanya kearah Richo saat ia tau kalau dari tadi Richo mentoel-toel pipi putri kecilnya.
__ADS_1