Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Perjodohan


__ADS_3

saat jam makan siang Ivan memenuhi janjinya bertemu sang kakek di Restaurant keluarga mereka.


dengan langkah tegap Ivan memasuki restautant sambil menggulung lengan bajunya dan meregangkan dasinya. Ia di sapa beberapa karyawan dan di sambut sang manager restaurant.


"Apa kakek sudah datang?" tanya Ivan pada sang manager.


"Sudah Pak, beliau ada di lantai 2 di private room dekat balkon"


"Oke terima kasih". Ivan berjalan menuju lantai 2 menggunakan lift.


sesampainya di depan private room Ivan melihat kakeknya tengah memegang secangkir minuman yang Ia tau pastilah wedang jahe kesukaannya.


"Kek.. sudah lama ??". tanya Ivan pada kakeknya sambil mencium punggung tangan sang kakek.


"hmmm.. 10menitan".


"tumben kakek ngajak ketemu siang2 gini??"


"Apa tak boleh kakek mau ketemu cucunya??, sudah lama kembali ke tanah air tapi belum jenguk kakeknya". Kakek menggeleng2 kan kepalanya.


"he he he... maaf kek, keasikan dengan kesibukan dan akreditasi jadi kelupaan". sambil nyengir kuda dan menggaruk kepala yang tak gatal.


"Ya udah.. to the poin ya Van... kakek ngajak ketemu pingin tanya kamu kapan nikah??". Dengan santai kakek mengutarakan maksudnya bertemu sang cucu.


sementara itu Ivan yang tak menyangka akan pertanyaan itu, Ia hampir menyemburkan jus yang di minumnya.


"uhuk.. uhuk.. uhuk... kakek ketemu cuma mau tanya itu??". sambil terbatuk Ivan menjawab kakeknya.


"Yaa gitu aja sudah batuk2 apalagi sudah nikah gimana nanti?" goda sang kakek


"hmmm... Ivan belum tau kek, belum ada calon". menjawab sambil menyeruput jusnya lagi

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu gimana kalau dijodohkan?" goda sang kakek lagi.


"hmmm.. tapi kek..." kata2 Ivan menggantung


hingga sang kakek berujar


"Om kamu bilang ada calon siapa tau jodohmu, dia anak baik tapi sebatangkara, dia juga penerima beasiswa di kampus kita"


"Waah sampe Om Raka ikutan nyariin Ivan jodoh kek??". Ivan tak menyangka hal itu.


"Iya.. dia dokter muda, sekarang sudah koas tapi memang belum wisuda dan koasnya di rumah sakitmu". kakek Raharja dengan tenanh menyampaikan sambil kembali minum wedang jahenya.


"Haaah.. koas di tempatku??" tapi siapa??. Ivan mulai penasaran


"Kalau kamu mau tau, coba sekedar berteman dulu atau sekedar kenal, tapi gadis itu tidak tau kalau akan dijodohkan denganmu, namanya ILana Saraswati"


"ILana Saraswati seperti pernah tau nama itu" Ivan bergumam dalam hati.


"Maaf Kek, Ivan ga bisa lama2, Ivan balik dulu ya.. ada meeting buat akreditasi bulan depan, soal jodoh2anya nanti Ivan kabari lagi". Ivan pamit dan mencium punggung tangan sang kakek.


"Iyaa.. hati2... kakek tunggu kabarnya". sambil menepuk bahu cucunya.


keesokan pagi di rumah sakit


Pagi itu Lana bersiap untuk pulang setelah jaga malam,


"Hai Lan.. gimana tadi malam aman?" Santi yang dapat giliran jaga pagi bertanya operan jaga pada Lana.


"Aman San.. cuma ada 1 pasien UGD panas di atas 40 tapi sekarang sudah oke and masuk ruang rawat, nanti cek ya di kamar 211".


"Oh oke sip Lan.. oya.. kapan mau fitting kebaya kita??"

__ADS_1


"hmmm.. hari ini aku libur kalau nanti loe pulang jaga ga capek boleh ntar sorean".


"Siip dah.. ntar gue kabari ya".


"Oke gue pulang dulu ya, dah ngantuk poool".


Lana cupika cupiki sama Santi dan bergegas pulang ke rumah.


Sementara itu searah menuju lobi, Ivan baru datang dan disambut senyum serta sapa para karyawan.


"Pagi dok.. " mereka menyapa sopan pada direkturnya.


"Pagi..." dengan senyum khasnya Ivan membalas sapaan itu.


dan tiba2...


Lana yang menunduk sambil lihat ponselnya yang tiba2 berdering, akan melangkah ke kanan ada kaki dengan sepatu mengkilat ikut ke kanan, Lana ke kiri ikut ke kiri. Hingga Lana sebel sendiri karena sudah ngantuk dan lemes, Ia hentakkan kakinya.


"hiiiihhhh...." Lana mendongakkan kepala bermaksud pasang tampang sebel, tapi yang ada Ia membelalakkan matanya setelah tau siapa orang yg di depannya saat ini.


Ivan memasang wajah dingin pada Lana.


"Kalau jalan lihat jalan jangan lihat HP!"


Ivan berkata sambil berlalu dari hadapan Lana, tanpa Ia sadari Ivan tersenyum tipis dan memegang dadanya ada detak tak karuan setiap bertemu Lana, sementara itu Lana masih melotot dan diam mematung Ia tak menyadari juga memegang dadanya yang tiba3 seperti marathon.


saat menyadari ada yang aneh, Lana berbalik badan,


"Heiiiii !!!!". tapi sayang tak ada orang karena Ivan sudah menghilang ditelan lift 😂


"Duuh kok berdebur debur nih jantung, kayaknya perlu EKG nih, besok mau bikin janji sama dokter Maya". Gumam Lana dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2