
Devano pun segera mengambil kunci mobilnya dan mengikuti kemana arah mobil yang membawa Aiko.
"Mereka bersenjata Al"Ucap Devano saat menyadari mereka tak punya apapun.
"Tak ada pilihan,Aiko dalam bahaya lagipula kenapa kamu mengajaknya dan membiarkan ia pergi ke club seorang diri".kesal Alden pada Devano
"Aku minta maaf"Hanya maaf yang bisa Devano ucapkan sekarang
Mobil yang membawa Aiko semakin laju dan mulai melewati arah jalan yang sepi.
Aiko hanya bisa menangis dua orang pria disamping kiri kanannya sudah mulai mengendus aroma wangi Aiko.
"Kumohon lepaskan aku"
"Jangan menangis gadis manis kita akan bersenang-senang,nikmati saja sayang".Pria itu terus mencium Aiko rakus.
"Heiiiiii sabar lah kalian berdua!!!!!"Teriak pria yang melihat kelakuan dua temanya di belakang lewat spion depan mobil.
"Hentikan perbuatan kalian,Aku yang akan menikmati gadis itu lebih dulu".
Dua pria itu merasa takut dan menghentikan aktivitas mengendus tubuh Aiko.
__ADS_1
Aiko sedikit merasa lega ia terbebas dari pelecehan yang dilakukan oleh dua pria asing di sampingnya.Namun raut wajah ketakutan masih terlihat jelas di wajah Aiko.
Aiko dibawa kesebuah gudang tua,Devano yang juga sudah sampai sangat gugup ia tak pandai dalam bela diri.Tapi tidak menolong Aiko juga salah,karena dia juga yang menyebabkan semua ini terjadi andai saja tak membiarkan Aiko pergi seorang diri hal ini tak akan terjadi.
"Al kamu yakin mau masuk"bisik Devano
"Iya kita harus masuk sekarang,terlambat sedikit saja aku nggak tau apa yang akan terjadi pada Aiko".Ucap Alden ia pun segera masuk ke ruangan yang gelap namun disebuah ruangan ada pencahayaan.
"Siapapun tolong aku"Bathin Aiko ia sudah sangat ketakutan sekarang.
Para pria itu mulai menjalankan aksinya,namun belum sempat ia melepas Pakaian Aiko sebuah pukulan mendarat di badan mereka.
"Siala*n siapa yang berani memukulku".Pria itu menoleh dan kesempatan Alden kembali menghantam pria itu.
Melihat ada kesempatan Devano langsung mengamankan Aiko.
"Alden kamu datang menolongku"Lirih Aiko
Alden pun dikeroyok oleh kawanan pria itu,jumlah mereka yang banyak membuat Alden mengalami kesulitan untuk melawan.
Beberapa pukulan pun mengenai wajah Alden dan darah segar mulai mengalir dari sudut bibirnya.
__ADS_1
"Hentikan jangan pukul dia lagi"Aiko histeris melihat Alden yang terkapar.
"Aiko ayo kamu keluar dulu"Devano menarik tangan Aiko untuk keluar
"Nggak mau,kamu lihat Alden bisa saja terluka parah,aku ingin melindunginya".Teriak Aiko
"Aku sudah menelpon polisi dan keluarga Alden,mereka akan tiba sebentar lagi".Devano mencoba menenangkan Aiko.
Tak lama berselang Ardan dan juga Khansa sudah tiba di gudang yang dimaksud Devano.
Devano menelpon Opa Raksa memberitahu semua kejadiannya,dan Ardan yang baru tiba di rumah mendengar kabar itu langsung menuju tempat yang diberitahu Devano.
Khansa juga memaksa untuk ikut walau sempat dilarang oleh Tisha dan Cintya namun ia tetap ikut ia mengkhawatirkan Alden yang bertarung seorang diri.
Ardan langsung masuk dan menghantam pria yang sedang mengeroyok putranya.
Khansa pun ikut membantu,badanya yang terasa lelah karena perjalanan pun hilang seketika melihat kondisi Alden.
Polisi pun sudah mengepung lokasi,Ardan hampir melumpuhkan semua para pelaku kejahatan,Dia nggak akan memberi ampun melihat Putranya yang sudah tak berdaya.
"Al,,buka matamu"Khansa menangis ia memangku Alden yang sudah banyak mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Moy,,,,,,"Ucap Alden sebelum ia kehilangan kesadaran