
Gina nampak shock mendengar pekerjaan yang Riko tawarkan padanya.
"Gimana mau nggak,,????"Tanya Riko memastikan
"Apa nggak ada pekerjaan lain,kalau sampai ada yang tau pekerjaan ku itu.Namaku pasti buruk Ko".Gina merasa bimbamg walau ia bukan wanita yang baik tapi pekerjaan sebagai wanita penghibur sangat mengganggu pikirannya.
"Kamu kan mau kerja enak dan menghasilkan banyak uang,hanya ini pekerjaan yang aku bisa tawarkan padamu".Riko berharap sekali Gina menerima tawaran ini.Para pelanggannya pasti sangat suka dengan kehadiran Gina,Riko aja merasa tertarik dengan temannnya itu.
"Nanti aku pikirkan lagi".Ucap Gina
Riko nampak kecewa namun ia tak mau menyerah.
"Datang aja dulu ini aku berikan alamatnya siapa tau kamu berubah pikiran".Riko meletakkan sebuah kartu nama.
Gina mengambilnya dan membaca alamatnya.
"Oke aku rasa tak ada yang kita bicarakan lagi,aku harus menjemput gadis muda yang ingin kerja bersamaku dan untuk bill mu biar aku yang bayar".Riko mencium pipi Gina sekilas sebagai salam perpisahan.
Gina terus berpikir,apa ia harus menerima pekerjaan ini.Saat ia ingin meninggalkan tempat duduknya seseorang yang sangat ia kenal memasuki Cafe.
__ADS_1
"Davano,Khanaya"Ucap Gina pelan akhirnya ia bisa melihat Dev lagi.Sangat susah untuk bertemu mantan kekasihnya itu.
Gina menutupi wajahnya agar tidak terlihat,ia belum menyusun rencana apapun untuk mendekati Devano lagi.
"Sebaiknya aku pergi saja,beruntung Riko sudah membayar bill ku,aku bisa langsung pergi".Gumam Gina
Gina pun terus memastikan Devano dan Khanaya tak melihatnya.Namun Devano merasa mengenali seseorang dan memperhatikan gerak gerik seorang wanita yang tampak mengendap-ngendap keluar.
"Gina,,,,,,,"Panggil Devano sebelum Gina sampai di depan pintu keluar Cafe.Langkah Gina terhenti dan terpaksa harus membalikkan badannya.
"Hai Dev,,,apa kabar"Ucap Gina
"Mana Aldo????"
"Siapa wanita ini Kak Dev???"Tanya Khanaya
"ini Gina,,istri pertama Aldo"Devano memberitahu istrinya
Khanaya mengingat nama Gina,dan akhirnya ia tau inilah Gina mantan suaminya yang dikatakan oleh Aldo.
__ADS_1
"Gina ini istriku Khanaya".Devano merangkul pinggang sang istri lembut dan mengecup pucuk kepala Khanaya.bukan niat pamer hanya ini sudah menjadi kebiasaan devano saat memperkenalkan istrinya pada orang lain.
Melihat kemesraan Devano dan istrinya membuat rasa cemburu dihati Gina.
"Oia aku ada urusan penting dan harus pergi sekarang,senang bisa bertemu dengan kalian"Ucap Gina dan segera berlalu pergi,air matanya sudah tak bisa ia bendung lagi tidak mungkin ia menangis didepan Devano dan Khanaya.
"Kenapa aku dulu bodoh sekali,meninggalkan Devano begitu saja".Bathin Gina
Devano dan Khanaya pun memilih untuk memesan makan siang mereka yang tertunda.
"Kak Dev,,aku baru tau Gina sangat cantik".
Khanaya mencoba memancing suaminya untuk menceritakan masa lalu nya bersama Gina.
"Masih cantik istriku"Ucap Devano cuek
"Ceritakan padaku awal pertemuan kalian,apa kak Dev sangat mencintainya dulu"Ucap Khanaya wajahnya nampak sedih,emosinya juga tidak stabil.
Devano mulai mencium gelagat cemburu sang istri.
__ADS_1
"Sayang aku tidak memiliki kenangan yang indah sama Gina,Karena sejak dulu hatiku terkunci oleh seorang gadis kecil yang tak sengaja kutemui dan membuat es cream kesukaannya terjatuh kelantai,dan ia harus mengalami luka akibat serangan seseorang".Devano menatap lekat manik mata istrinya.
Khanaya tersenyum ia tau gadis kecil yang suaminya maksud adalah dirinya.