
Devano pun langsung membicarakan hal ini pada Papa nya.setelah mengantar Khanaya pulang dan memberikan kalungnya kembali.
"Pa,,Devano sudah berniat untuk melamar Khanaya menjadi istriku".Ucap Devano saat ia sedang duduk santai bersama Papanya.
"Kalau ada niat baik jangan di tunda lagi,papa mendukungmu,Papa kan sudah janji tidak akan memaksamu lagi menikahi wanita yang tidak kamu cintai".Ucap Pak Rendra saat Devano memberitahu nya tentang niatnya menikahi Khanaya.
"Aku akan melamarnya satu Minggu lagi Pa,,aku juga sudah mengatakan ini pada kedua orang tuanya,dan niat ku disambut baik oleh mereka semua".Ucap Devano bahagia.
"Khanaya gadis dari keluarga yang baik,papa harap kamu tidak pernah menyakitinya,karena jika ia terluka keluarganya lah yang lebih merasakan sakitnya".Nasehat Pak Rendra pada putra semata wayangnya itu andai istrinya masih hidup pasti ia juga akan sebahagia dirinya.
"Iya Pa,,aku sudah sering membuatnya dalam bahaya karena aku,,sekarang aku akan menebus semuanya,aku akan terus menjaga dan menyayanginya".Ucap Devano
"Papa bangga dengan ucapan mu,,tapi yang dibutuhkan Khanaya bukan hanya kata-kata saja perlu tindakan juga".Pak Rendra menepuk pundak putranya.
"Aku akan berusaha Pa".
Pak Rendra mengangguk"Papa akan meminta Tante Fara dan sepupumu membantu untuk persiapan lamaran mu".Pak Rendra segera menghubungi adik perempuannya.
"Gimana dengan keluarga Deffin Pa,,"
__ADS_1
"Papa juga akan memberitahu mereka setelah tanggal pernikahanmu ditentukan,walau Papa masih sakit hati pada Deffin tapi Papa coba memaafkan semuanya".
Devano pun setuju dengan ucapan Papanya.
*******
Seminggu kemudian Tante Fara yang sangat antusias menyiapkan semua perlengkapan lamaran.Ia sangat senang Devano tidak jadi menikah dengan Chelsi.
keluarga Devano sudah siap mendatangi keluarga Khanaya
Dua adik sepupu Devano juga tak mau ketinggalan untuk menemani Kakak sepupunya itu melamar sang pujaan hatinya.
Rumah Khanaya pun sudah menyiapkan jamuan untuk kedatang keluarga Devano.
Khansa membatu adiknya untuk berhias.
"Kak aku gugup"Ucap Khanaya saat Khansa merapikan riasan wajahnya.Ini pertama kalinya Khanaya harus bertemu keluarga besar Devano.
Khansa mengerti apa yang Khanaya rasakan sekarang,ia juga pernah mengalaminya.
__ADS_1
"Nggak lama lagi keluarga Devano datang,apa kalian berdua sudah siap"Tanya Mami Yola pada kedua putrinya.
"Sudah Mi"Jawab mereka serentak
"Putri-putri Mami cantik sekali".Yola memuji kedua putrinya dan air mata yang coba ia tahan akhirnya runtuh.
"Mami"Khansa dan Khanaya langsung memeluk Mami nya.
"Kenapa Mami menangis"Tanya Khansa
"Mami hanya terharu,Rasanya kalian baru lahir kemaren,dan masih di gendongan Mami dan Papi tapi waktu begitu cepat berlalu,Khansa sudah akan punya anak,dan Khanaya sebentar lagi akan menjadi calon istri".
Yola mengusap air matanya dan memegang kedua pipi putrinya.
"Mami selalu mendoakan yang terbaik buat kalian berdua".Yola bergantian mencium wajah putrinya.
Khansa dan Khanaya pun ikut menangis.
"Nay,,jangan nangis nanti riasan kamu luntur"ucap Khansa saat melihat adiknya itu menangis.
__ADS_1
"Nanti Kak Khansa benerin lagi".
Ketiga wanita itu akhirnya tertawa bahagia.