Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.47


__ADS_3

Mex meraih tubuh Kila dan memeluknya, ia begitu terharu dan juga sedih melihat Kila yang mencintai Richo begitu dalam hingga ia rela menghabiskan waktunya untuk bersama dengan Richo tanpa harus mendapatkan balasan dari Richo.


"Kila mencintainya om, sangat mencintainya" Lirih Kila meneteskan air matanya diperlukan Mex.


"Ya, dan kamu pasti akan mendapatkan cintanya disuatu hari nanti" Mex membelai lembut rambut Kila.


Nyonya besar yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Kila dan Mex menangis, ia merasa putranya berlaku tidak adil pada Kila karena Kila mencintai Richo begitu besar sedangkan Richo hanya memanfaatkan kila untuk kebahagian anak-anaknya saja.


Aku sebagai seorang ibu tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berdo'a supaya tuhan membukakan pintu hati Richo untuk Kila. Batin nyonya besar.


Nyonya besar segera menghapus air matanya dan meninggalkan mereka, sebelum mereka menyadari keberadaannya.


Mex melepas pelukannya dan menghapus air mata Kila.


"Sudah jangan menangis lagi"


cup


Mex mencium kening Kila.


"kenapa om mencium Kila" Protes Kila kemudian mencabikkan bibirnya.


Mex tersenyum "Tidak papa aku kan tidak mencium kekasihku tapi aku mencium adik ku" Ucap Mex mencubit kedua pipi kila gemas.


"Sakit tau om, cubit cubit pipi Kila" Kila memegang kedua pipinya.


"Sudahlah aku mau bertemu nyonya besar dulu. Kamu jangan nangis" Mex berdiri dari duduknya dan meninggalkan Kila untuk bertemu dengan nyonya besar.


****


2 hari kemudian


Sesuai dengan rencana Richo hari ini ia akan datang kerumah Kila untuk melamar Kila. Saat ini Kila sudah ada dikampung karena kemarin Kila pulang lebih dulu sedangkan Richo akan datang hari ini bersama dengan keluarganya.


Hari ini Kila terlihat sangat cantik dengan gaun panjang berwarna putih dengan rambut disanggul dengan model bow bun membuat ia terlihat sangat cantik dan anggun.


Begitu pula dengan rumah Kila yang terlihat ramai oleh saudaranya dan juga pak RT untuk menyambut kedatangan Richo.


saat ini Kila didalam kamarnya ditemani oleh ibunya dan bibi Sum, sedangkan suami bibi sum menemani pak RT dan juga saudaranya yang lain di ruang tamu.


"cah ayu, bibi tidak menyangka kalau kamu akan menikah dengan tuan Richo dan bibi do'akan semoga kamu bahagia ya ndok" Ucap bibi Sum yang pernah bekerja di rumah Richo.


"aamiin" Kila mengadahkan ke-dua tangannya kemudian mengusap wajahnya mengamini do'a bibi Sum.

__ADS_1


"Kila kok mereka lama ya..." Tanya ibu Kila yang tak sabar untuk melihat calon menantunya itu


Kila tersenyum "Sabar ibu sebentar lagi mereka sampai" Kila mengusap tangan ibunya dengan lembut.


"Mbak yu tidak usah khawatir, calon menantumu itu pasti datang" Ucap bibi Sum


"Bukannya aku ini khawatir Sum, tapi aku penasaran seganteng apa sih dia sehingga putriku yang cantik ini tergila-gila padanya" canda ibu Kila tersenyum lebar.


"Ih apaan sih ibu ini" Kila tersenyum memalingkan mukanya malu.


Ditengah-tengah obrolan mereka suami bibi Sum masuk ke kamar Kila.


"Kila calon suamimu sudah datang" Kata suami bibi Sum memberitahu Kila.


"Baiklah paman kami akan keluar"


Kila dan ibunya keluar dari kamar diikuti oleh bibi Sum dan juga pamannya.


Richo dan Mex menatap Kila tak berkedip saat melihat Kila datang dengan penampilan yang cantik dan anggun.


Cantik. Batin Richo


Mex ingat jangan berpikir macam-macam dia adikmu dan milik Richo ingat itu. Batin Mex


Kila tersenyum dan merentangkan tangannya untuk menyambut mereka saat ia melihat mereka berteriak memanggilnya.


"Ibu kami merindukan mu" Ucap Zoe dan Zil secara bersamaan


"Ibu juga merindukan kalian" Kila membalas pelukan mereka


Sebenarnya Zec juga ingin berlari dan memeluk Kila seperti kedua adiknya tapi bocah 8 tahun itu malu karena disana banyak orang.


Kila yang melihat Zec duduk diam disebelah Richo dengan tatapan yang ditujukan kearah dirinya segera memanggil Zec.


"Zec apa kamu tidak merindukan ibu? Tanya Kila sambil tersenyum.


"Zec juga merindukan ibu tapi Zec malu karena disini banyak orang" lirih Zec


"Sayang kenapa kamu jadi aneh seperti ini, biasanya kamu berani dan tidak pernah malu pada orang lain" Ucap Richo heran


"Papi aku malu karena disini ada gadis cantik yang dari tadi menatap kita" Zec memandang kearah gadis cantik itu dan Richo pun mengikuti pandangan mata Zec. Kini ia mengerti ternyata Zec tengah malu dengan seorang gadis kecil yang berada dipangkuan pak RT dan usianya kira-kira dua tahun lebih muda dari Zec.


"Cah Bagus cepatlah peluk ibumu jika kamu merindukannya kau tidak perlu malu" Ucap pak RT sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baik paman" Jawab Zec kemudian ia berdiri dan berjalan menunduk kearah Kila kemudian memeluk Kila.


"Zec merindukan ibu" Ucap Zec dipelukan Kila.


"Ibu juga merindukan mu nak"


cup


cup


cup


Kila mencium satu persatu ke-tiga anak-anak Richo.


Acara lamaran pun telah berlangsung dan sekaligus menentukan tanggal pernikahannya. Keluarga Kila juga tidak keberatan jika acara pernikahan mereka akan digelar 1 Minggu lagi dikediaman Richo.


Setelah menemukan kesepakatan kini giliran Richo untuk menyematkan cincin dijari manis Kila sebagai pengikat bahwa Kila Larasati sudah dilamar oleh Richo Adijaya.


"Ini sayang cincinnya" Nyonya besar memberikan cincin yang ia bawa dari rumah.


"Iya mom" Richo mengambil cincin itu kemudian disematkan Kejari manis Kila begitu pula dengan Kila ia juga melakukan hal yang sama.


Kini acara pertunangan itu pun sudah selsai dan para saudara Kila juga sudah pulang semua. Saat ini tinggal nyonya besar, Mex , Richo serta anak-anaknya yang masih di rumah Kila karena mereka akan menginap di rumah Kila untuk melihat lihat keadaan kampung Kila sekaligus liburan walaupun hanya didesa.


Pagi harinya Kila jalan-jalan di kebun bersama Mex Richo dan anak-anaknya.


Kila dan anak-anak bermain ditengah kebun sedangkan Richo dan Mex duduk di gubuk.


"Disini udaranya sejuk sekali" Gumam Richo yang masih bisa didengar oleh Mex


"Apa tuan suka tinggal disini?" tanya Mex sambil melihat anak-anak Richo yang sedng bermain ditengah tengah kebun


"Tentu saja saya suka disini kan udaranya sejuk"


"Apa tuan berniat membangun rumah dan tinggal disini bersama Kila nantinya?


"Tidak! Karena aku tidak bisa jauh dari anak-anakku"


"Sebentar lagi anak-anak dewasa dan tuan harus siap jika mereka pergi bersama dengan pasangannya masing-masing"


"Iya kamu benar tapi aku tidak akan membiarkan mereka terlau jauh dariku"


Ditengah tengah perbincangan mereka datanglah Kila membawa empat mentimun yang baru saja ia petik dari pohon.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2