
Duarttttttttttttttttt tembakan kedua kembali terdengar
Yola menutup matanya ia mengira dirinya sudah tertembak.
Darah mengalir didalam ruangan.Barry dan Galih tak sempat menembak Yola dan Mama Mira karena Taufan dan Ardan sudah menembak tangan mereka lebih dulu membuat senjata mereka terlepas,dengan cepat para anak buah Papa Raksa mengamankan kedua penculik itu sebelum mereka beraksi lagi.
Dengan cepat para bodiguard.Karina juga sudah di amankan oleh Papa Raksa.Taufan berlari dan memeluk Yola.
Yola yang masih Shock membuka mata nya saat merasa seseorang memeluknya.
"Apa aku masih hidup???"Tanya Yola menyadari dirinya tak tertembak.
"Kamu aman sekarang,Maaf aku sedikit terlambat".Taufan mempererat pelukannya
Yola pun terisak,ia mengira tak bisa lagi melihat calon suaminya itu lagi.
"Kenapa tidak kamu tembak saja Karina,wanita itu berbahaya bila dibiarkan hidup".Ucap Taufan geram saat tau Siapa pelaku dibalik penculikan Yola.
"Aku tidak mau jadi pembunuh,aku ingin menunda waktu saja,aku menghawatirkan Mama bila aku berbuat gegabah".Lirih Yola
__ADS_1
Taufan kembali memeluk Yola,Taufan bersyukur Yola dan Mama Mira selamat.
"Aku akan membalas kalian semua!!!!"Teriak Karina yang ingin sekali membunuh Yola dan Taufan sekarang melihat Taufan begitu mengkhawatirkan Yola membuat hati Karina sakit.
"Berani kamu menyentuh dan melukai Yola sedikit saja,aku tidak akan segan menyakitimu"Taufan mendekati Karina yang berontak di tangan Papa Raksa dan Ardan.
"Hahahahahahaha lihatlah aku sudah menggores wajah calon istrimu itu,Aku yakin kamu tak tertarik lagi dengan wajah rusaknya".Karina tertawa senang
Taufan mendekati Karina dan mengambil sebuah pisau.
"Apa yang ingin kamu lakukan"Karina panik
"Kamu sudah menggores wajah Yola,tentu saja aku harus membalasnya"Seringai terbit di bibir Taufan.
"Ya aku dulu sangat mengaguminya,tapi sekarang sudah tidak lagi"Taufan mulai menaruh pisau dan menekannya
"Apa kamu benar akan melakukan ini???"wajah Karina pucat pasi
"Kamu pikir aku tidak berani,aku bukan Taufan yang dulu Karina,rasa sakit yang kamu torehkan padaku telah merubahku,Taufan yang bodoh dulu sudah aku buang jauh,aku berhak bahagia tanpa memikirkan masa lalu lagi sekarang ada gadis yang tulus mencintaiku,aku berhak membuatnya bahagia".Ucap Taufan dan ia sudah menggores wajah Karina darah segar mengalir
__ADS_1
Yola yang mendengar ucapan Taufan menangis bahagia,Sedangkan Karina berteriak histeris ia mengabaikan rasa perih diwajahnya hatinya lebih terluka sekarang.
"Bagaimana sakit Karina,Ini belum seberapa sekarang aku akan menyerahkan mu pada polisi dan membusuk lah di penjara seperti adikmu Kiara".Taufan menyebutkan nama Kiara sebagai adik Karina membuat Ardan sontak terkejut.
"Apa yang kalian lakukan pada adikku!!!!"Karina sudah lama mencari keberadaan adik tirinya itu.
dulu Karina sengaja menyuruh adiknya untuk mendekati Ardan agar bisa terus mencari informasi tentang Taufan.Namun Karina tak tau Kiara sekarang sudah berada dipenjara.
"Dari mana kamu tau informasi tentang adikku???".Desis Karina
"Kamu tidak tau siapa Orang yang berada disamping mu sekarang"Tunjuk Taufan pada Papa Raksa.
"Apa itu penting"ejek Karina
"Wanita ini benar-benar mau mati rupanya"Geram Ardan
"Lebih baik kita secepatnya menyerahkan nya pada Polisi atau kerumah sakit jiwa dulu".Ucap Papa Raksa mencoba sedikit lebih sabar
"Aku gak Gila,,,,,,,!!!!!!!"Karina kembali histeris dan berontak
__ADS_1
Ardan pun segera menyerahkan Karina pada Polisi yang sudah datang di lokasi kejadian.
Ardan membawa Mama Mira yang masih belum sadarkan diri kedalam mobil untuk dibawa kerumah sakit lebih dulu.