
Pagi ini Lana sangat antusias karena ini praktikum terakhir dan setelahnya Ia akan sibuk menyusun skripsi dan laporan terakhir untuk bisa mendapat gelar dokternya.
Lana teringat sesuatu,
"hmmmm.. lututku masih sakit sih.. eeehh tapi hebat juga orang itu, balut lukanya sangat rapi seperti petugas medis saja".
Luka Lana terbalut rapi sehingga memunculkan rasa penasaran Lana tapi Ia tepis karena menganggapnya angin lalu.
"hmmm.. harus buruan nih kalau enggak bisa2 keduluan sama dosen kiler.. hiiii serem.. mana praktikum hari ini tentang autopsi".
Lana bergumam sendiri sambil melajukan motornya.
Di Aula..
"Selamat pagi semua!!!..
langsung saja, kalian harus mengamati setiap praktikum ini dan membuat laporannya sebagai salah satu tugas akhir kalian dan akan dijadikan bahan penilaian untuk profesi!!!
apa ada yg ditanyakan???
Prof Raka dengan singkat dan padat memberikan arahan untuk memulai.
"Baik akan saya bagi beberapa team dan menunggu sesuai nomor urutnya".
sampai pada urutan nama Lana di sebutkan.
"ILana saraswati, ini papan catatnya silahkan diambil". Prof Raka memanggilnya.
"Lana, tolong kerjakan sebaikmungkin, saya tau kamu pasti bisa dengan mudah, tetap semangat".
"Baik Prof". Ih tumben pake kasih semangat.. tapi tetep serem, gumam Lana dalam hati.
__ADS_1
"Lan, loe dibilangin apa sama Prof Raka??" tanya Santi yang kepo.
"Ih.. mau tau aja apa pake banget?" goda Lana ke Santi.
"Ih apaan sih Lan, beneran kepo nih!!
"soalnya cuma loe doang yang di ajak ngomong, ape mentang2 loe juaranya di fakultas ya.." Santi bicara sambil manyun.
"Iih gitu aja ngambek.. jelek tau"
"Ini loh San.. cuma bilang lakukan yang terbaik dan tetap semangat".
"Buset dah... tumben2 an Bapak kiler kita ngasih semangat".
"Gue juga ga tau.. aaah biarin aja, yang penting kita lakuin nih praktikum terakhir biar cepet lulus, ptt and jadi dokter dah". semangat Lana berkobar kobar.
satu jam menunggu giliran kini Lana dan Santi masuk untuk meilhat mencatat dan melakukan praktikumnya..
"Iya yang penting kita sudah siap semua hasil praktikum ini, gue dah ga sabar". kata2 Lana menggantung kayak jemuran.
"Dih, yang ga sabar nikah yaaa... "goda Santi.
"Nikah-nikah.. nikah mulu pikirannya". sambil berlalu dan noyor kening Santi.
"Ihh... Lana sakit tau, gini2 calon dokter main toyor aje". sambil berlari kecil mengejar Lana.
Santi adalah sahabat Lana keturunan betawi yang cerewet tapi baik hati, suka nangis kalau terharu. Lihat kucingnya di suntik aja nangisnya sampai sesenggukan padahal sudah punya 3 ekor kucing peliharaan.
kalau mengingat itu Lana akan terus menggoda Santi.
"Aah lelahnya hari ini". Lana merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
__ADS_1
sambil merebahkan diri Ia masih sibuk dengan buku bacaannya.
tak lama Ia mengambil ponselnya dan melihat beberapa berita online di sana.
"Penerus kerajaan bisnis keluarga Raharja kembali ke tanah air".
belum selesai membacanya ponselnya berbunyi, tertulis Dio.
"Ya Halo.. ada apa Yo malam2 tumben??" tanya Lana pada Dio.
Dio juga sahabat Lana, tapi beda fakultas. Ia berada di fakultas kedokteran hewan.
orangnya ramah dan lucu kadang suka absurd juga.
" Eh Lan.. gue mau tanya.. " Dio menggantung kalimatnya.
"Iih nih anak.. tanya apaan ?? pake terbata segala! sungut Lana pada Dio.
"Sabar dong Lan.. galak banget sih".
"Ya udah apaan??, sampe kepotong potong gitu.
" Lan.. .." suara Dio diam lagi
"Hiiiiihh apaan Yoo.. gue mau baca berita jadi ga jadi nih".. Lana mulai sebel
"Sabar dong Lan, gini lo.. mau tanya kucing2nya si Santi gimana??"..
"Ya ampun Yoo.. jadi cuma nanyain masalah kucing sampe nelpon gue malam2 and gangguin cinderela mau tidur!!!".
"Cinderela... cinderela.. cindelaras iyaa.. cinderela dari hongkong.." Dio mulai ikutan nyleneh.
__ADS_1
"Duh Yo.. kalo loe suka sama orangnya ngapain pake tanya kucingnya segala, tembak aja langsung". Lana to the poin.