Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.75


__ADS_3

"Disini masih ada om Mex" Ucap Kila melirik Mex yang ada disebelah nyonya besar.


"Oh maaf aku akan keluar" Mex segera memutar tubuhnya lalu melangkah keluar.


"Kami semua juga akan keluar supaya lebih nyaman menyusuinya" Ucap nyonya besar kemudian ia mengajak semuanya keluar kecuali Richo.


Setelah semuanya keluar Kila membuka kancing bajunya dan menyusuinya.


"Mas ini geli sekali" Ucap Kila tertawa kegelian saat bayinya itu menyusu.


"Menyusui ya memang seperti itu Kila dan kamu harus menahannya" Ucap Richo sambil menelan silvanya menatap gunung kembar Kila yang terlihat padat berisi.


Kila yang menyadari arah tatapan mata Richo tersenyum "Kenapa mas Richo menatapnya seperti itu? Apa mas juga menginginkan ini?" Goda Kila terkekeh menunjuk gunung kembarnya itu.


"Tidak! Itu sekarang milik baby girl kita, lagipula aku sudah pernah mencicipinya" Ucap Richo memalingkan wajahnya.


Kila semakin terkekeh geli saat melihat Richo memalingkan wajahnya menahan malu.


"Jangan menertawakan ku seperti itu" Richo melirik Kila kemudian ia bangkit dari duduknya dan melangkah hendak pergi.


"Mas udah tua jangan suka ngambek malu sama keempat anaknya" Teriak Kila membuat Richo berhenti melangkah dan kembali lagi mendekati Kila.


"Walaupun aku sudah tua, tapi kamu cinta kan...?" Bisik Richo tersenyum.


"Memang aku sangat mencintai mas Richo, bagiku mas itu adalah segalanya. Selamanya cintaku ini tidak akan berubah tapi sayangnya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. meski demikian aku bahagia karena mas Richo selalu memperhatikanku dan itu sudah lebih dari cukup" Ucap Kila kemudian ia memalingkan wajahnya menahan air matanya yang hampir tumpah.


Mendengar perkataan Kila hati Richo terasa pilu.


Maafkan aku Kila, sebenarnya perasaan itu sudah ada. Namamu sudah mulai terukir didalam hatiku tapi setiap kali aku ingin mengatakan perasaanku, seperti ada sesuatu yang menghalangiku untuk mengatakan semua itu. Batin Richo.


"Owek owek owek..." Bayi Kila tiba-tiba menangis seakan-akan mengetahui kesedihan Kila.


"Cup, cup, cup, sayang jangan menangis ayo ***** lagi ya..." ucap Kila menenangkan bayinya sambil memberikan ASI-nya.


"Owek owek owek" bayi Kila tidak mau menyusu dan tetap menangis kencang.


"Kila kenapa Beby gril tiba-tiba menangis kencang seperti ini" Richo merasa panik saat bayinya itu menangis kencang.


"Entahlah mas, dia juga tidak mau menyusu" Jawab Kila sambil menepuk-nepuk bokong bayinya supaya berhenti menangis.


"Kila coba aku yang menggendongnya siapa tau baby girl diam"


"Baiklah mas, ini" Kila memberikan bayinya pada Richo.

__ADS_1


"Cup, cup, cup, sayang kenapa inces papi ini menangis?" Richo menggendong dan menimang-nimang bayinya dengan sayang


Setelah Richo menggendongnya bayi mereka tiba-tiba ia merasakan anget-anget saat menepuk-nepuk bokong bayinya. Richo mencoba meraba kembali bokong bayinya dan kemudian ia mencium tangannya.


"Oh my God apa kamu pub sayang?" Tanya Richo pada bayinya yang sudah tidak menangis bahkan saat ini bayi itu tertawa "Apa kamu senang sayang pub digendongan papi? Tanya Richo lagi.


Kila tertawa ketika melihat Richo berbicara dengan bayinya.


"Mas bawalah kemari, aku akan membersihkan pubnya" Pinta Kila pada Richo.


"Sebentar Kila biarkan baby girl menyelesaikan pubnya dulu" Richo masih menimang-nimang bayinya dengan sangat sayang. Ia begitu bahagia mempunyai seorang bayi perempuan yang selama ini dirinya idam-idamkan.


Setelah dirasa bayinya sudah selesai pub Richo memberikannya pada Kila.


"Bobo ya sayang biar ibu bersihin pubnya dulu" Richo meletakan bayinya disamping Kila.


"Mas tolong ambilkan popok, tisu basah, minyak telon, dan bedaknya ya" pinta Kila pada Richo.


Richo mengambilkan semua apa yang diperintahkan Kila.


"ini" Richo memberikan semuanya pada Kila apa yang terlihat dipunya tadi.


"Sayang ayo dibersihin dulu ya nak, setelah ini baru tidur" Ucap Kila ketika melihat bayinya sudah mulai mengantuk.


"Mas Baby gril udah tidur mendingan mereka suruh masuk lagi deh, kasian mereka kelamaan menunggu diluar" Perintah Kila sambil menidurkan bayinya disampingnya.


"Ok"Jawab Richo singkat kemudian ia keluar memanggil mereka agar kembali masuk.


Mereka semua masuk setelah dipanggil oleh Richo.


"Ibu boleh kami memegang adek" Tanya Zec sambil memandang Kila.


"Boleh sayang tapi pelan-pelan adek masih tidur" Jawab Kila tersenyum.


Semua anak-anaknya begitu senang menyambut kehadiran adik baru mereka dan mereka saling mengajak berbicara.


Kini bayi mereka sudah ada didalam gendongan nyonya besar.


"Richo, Kila, apa kalian sudah memiliki nama untuk anak kalian?" Tanya nyonya besar sambil menimang-nimang cucunya.


"Katanya mas Richo yang akan memberi nama untuk anak kami mom" Jawab Kila tersenyum.


"Kila apa kamu setuju bila anak kita aku beri nama Princess Sila Adijaya" Tanya Richo meminta persetujuan.

__ADS_1


"Ya mas aku setuju" Jawab Kila mengaggukkan kepalanya setuju.


"Jadi cucuku ini bernama Princess Sila Adijaya?" Tanya nyonya besar memastikan.


"Iya mom" Jawab Kila dan Richo bersamaan.


"Nyonya besar bisakah saya menggendongnya?" Tanya Mex meminta izin pada nyonya besar.


"Baiklah gendong lah keponakan mu ini" Nyonya besar memberikan bayi itu pada Mex,


"Apa om Mex tidak ingin memiliki baby? Tanya Kila tersenyum.


"Tentu saja aku menginginkannya" Jawab Mex sambil menimang-nimang Sila.


"Kalau kamu menginginkan seorang putri cepatlah menikah, kau ini sudah tua masih saja jomblo" Ejek Richo tersenyum meledek.


"Tuan tenang saja jika sudah waktunya aku pasti akan menikah" Jawab Mex santai.


"Ok tapi kapan? Ibu ini sudah semakin tua Mex, ibu juga ingin melihatmu menikah dan mempunyai seorang anak"Tutur nyonya besar menatap Mex dengan sendu.


"Ibu jangan sedih ibu, Mex akan berusaha" Jawab Mex kemudian tersenyum.


Nyonya besar mengangguk dan membelai lembut rambut Mex.


"Richo cobalah kamu beri dia cuti supaya Mex punya waktu luang untuk mencoba dekat dengan seseorang" perintah nyonya besar pada Richo.


"Iya mom, Richo akan memberinya cuti seminggu 2 kali dan Richo juga akan mencoba memperkenalkannya pada beberapa rekan Bisnisku siapa tau ada yang cocok" Jawab Richo dengan serius.


"Tidak perlu aku bisa mencarinya sendiri cukup beri aku libur 2 kali dalam seminggu saja supaya aku bisa bersantai"


"Suamiku memberi libur bukan untuk bersantai, tapi untuk mencari seorang istri. Supaya om ada yang mengurus dan menemani hari-hari om sepanjang usia om" Sahut Kila menatap Mex dengan serius.


"Dengarkan tuh istriku berkata bukan untuk bersantai tapi untuk mencari istri" Richo tersenyum dengan menekankan kalimat bukan untuk bersantai tapi untuk mencari istri.


"Baik tuan Richo yang terhormat" Ucap Mex memutar bola matanya malas.


Nyonya besar yang mendengar pembicaraan mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


bersambung...


jangan lupa like dan komen ya


terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2