
Akhirnya Khansa dan Alden Sampai di mall yang sudah Khansa sebutkan sebelumnya pada Alden tanpa menunggu lama lagi Khansa langsung mencari toko buku langganannya.
Deretan komik adalah tujuan utama Khansa ia suka sekali membaca komik bergenre pertarungan.
"Eh cewek itu sering nya suka sama komik-komik romantise Kok elu yang ginian Moy"Ucap Alden saat melihat tumpukan komik yang dipegang Khansa.
Khansa udah bosen ngingatin Alden jangan memangganti namanya,tapi nyatanya Alden tetap saja memanggilnya dengan Moy,Alden sudah merasa nyaman memanggil Khansa dengan nama itu.
"Bawel banget sih lu,lagian ngapain buntutin gue".Umpat Khansa
Alden tidak menghiraukan ucapan Khansa yang terdengar jutek sekali.Alden sudah terbiasa dengan sikap Khansa seperti itu.
"Nih sepertinya bagus Moy"Alden mengambil sebuah komik bergenre horor.
Khansa melihat Komik ditangan Alden "Gue kurang suka Horor Al".
"Oh,,,"Alden meletakkan kembali Komik horor yang ia pegang.
"Masih lama gak Moy?"Tanya Alden yang dari tadi masih setia membuntuti Khansa.
"Udah selesai,yok gue mau bayar".Khansa pun mengajak Alden menuju kasir.
"Gue aja yang bayarin"Alden mengeluarkan beberapa lembar uang cash
__ADS_1
"Al,,gue gak mau ini gue bawa uang sendiri ya".
"Udah simpan aja buat teraktir gue makan nanti jadi impas,itung-itung rasa terima kasih gue karena di izinin numpang motor lu".
Khansa memutar bola matanya malas,Tapi ia tak ingin berdebat jadi menuruti saja ucapan Alden.
Setelah membayar semua buku dan komik yang Khansa beli,Alden pun kembali menarik Khansa untuk segera keluar.
"Makan apa ya yang enak".Alden mencari tempat makan yang sesuai seleranya.
Khansa menuju tempat yang menyajikan makanan Jepang.
Alden sebenarnya tidak terlalu suka makanan Jepang,namun tidak berani protes ia pastikan Khansa akan marah padanya.
Alden masih bingung hanya membolak balikan buku menu yang ia pegang sekarang.
"Al cepaten pesan,Gue laper banget sudah ini".Desak Khansa
Alden pun memilih menu Ayam katsu dan udang katsu hanya menu ini yang ia rasa cocok di lidah lokalnya.
Khansa yang tidak pernah Jaim jika makan,dan itu menarik perhatian Alden.
"Makan Al, jangan ngeliatin gue mulu"Tegur Khansa saat mendapati Alden sedang memandangi nya makan.
__ADS_1
"Enak banget ya Moy".Tanya Alden
"Enak lah,mau coba"Khansa mengulurkan piring berisi Sushi
"Gue makan ini aja"Tolak Alden
"Kenapa lu suka banget makanan jepang sih Moy,seingat gue setiap keluarga kita makan diluar pilihan mu selalu menu makanan Jepang".
"Lu mau makan apa wawancara sih Al".
"Dua-duanya boleh".Ucap Alden lagi
"Lu kan tau gue akan melanjutkan studi di Jepang,jadi harus terbiasa dengan makanannya mulai sekarang dan ini enak kok".
Alden terlihat sedih saat Khansa mengucapkan ingin melanjutkan pendidikannya di Jepang sedangkan ia sendiri ingin sekali melanjutkan pendidikannya di USA.
"Gimana kalau lu ikut gue aja Moy ke USA"
"Berapa kali coba gue bilang sama Lu,Gue gak mau nanti satu kampus lagi sama Lu.gak bosan apa dari SD sampai SMA ini selalu liat muka gue karena sekolah kita selalu sama".
"Segitu benci ya lu sama Gue Moy".Hati Alden sedikit terasa sakit saat mendengar ucapan Khansa.
"Eh gak gitu Al,cuma kadang lu sih suka nyebelin tau,lagi pula jurusan yang aku ambil dijepang itu memang cita-citaku sejak kecil".Khansa menjelaskan secara rinci
__ADS_1
Selera makan Alden pun semakin hilang.