
Keberadaan Vina sudah diketahui namun kabar yang mengejutkan Ia tewas bunuh diri.
"Kita kehilangan Saksi"lirih Ardan pada Taufan saat mendapat kabar duka dari Vina.
"Apa dia benar bunuh diri karena keinginannya sendiri???"Taufan nampak ragu
"Otopsi juga sudah dilakukan,Laporannya Vina over dosis obat ia mengalami depresi dan memutuskan untuk bunuh diri".ucap Ardan
"Ada yang janggal,Mungkin di merasa terancam dan memutuskan mengakhiri hidupnya".Taufan nampak berpikir keras
"Ada dua kemungkinan ia terancam akan di tangkap atau ia diancam oleh pelaku sebenarnya".Ucap Ardan
"Itu bisa saja,Jadi pelaku sebenarnya masih bebas berkeliaran,Putriku Khansa masih dalam bahaya"Taufan nampak sedih ia tau putrinya pasti merasa bosan semua aktivitasnya terbatas dan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah dan belajar.
"Minggu depan libur semester kan,Aku boleh mengajak kedua putrimu berlibur ke Amerika,Khansa pasti membutuhkan liburan saat ini".Ardan berencana akan menemui Alden dan juga orang tuanya disana Tisha merindukan Putranya.
"Iya kamu benar Ardan,Tapi aku tak bisa ikut bersama kalian,aku masih menyelidiki asal usul Kairo,entah mengapa aku curiga padanya".Ucap Taufan
"Iya aku juga sependapat dengan mu,anak itu begitu misterius,kita harus cari tau kebenarannya dan apa motif pelaku ingin mencelakai Khansa".
Taufan dan Yola pun mengizinkan kedua putrinya untuk ikut bersama Ardan dan Tisha.
********
__ADS_1
Khansa sudah mempersiapkan segala baju dan juga perlengkapan yang akan ia bawa ke Amerika nanti,Ia sangat bahagia akan bertemu dengan Alden.Sudah satu bulan ini Alden tak memberi kabar dan membuat hati Khansa gelisah.
"Apa yang dibilang Naya itu benar ya??Alden sudah mulai melupakannya dan bosan terus mengejarnya"Khansa memikirkan ucapan adiknya beberapa hari lalu.
"Apa aku terlalu gengsi mengungkapkan perasaanku"Bathin Khansa
"Tapi kalau Alden sudah menemukan gadis lain,Aku juga harus rela kan secara hubungan kami selama ini hanya sebatas teman".Khansa merasa sakit di hatinya kalau saja ada gadis lain yang bisa membuat Alden berpaling darinya.
"Cieeeee yang semangat mau bertemu tambatan hati"Suara Naya sudah berada ditelinga Khansa.
"Nay loe itu ya ganggu aja".
"Kan hobi Naya gangguin kak Khansa"Khanaya nyengir
Khanaya memeluk Kakaknya,walau sering adu mulut kedua adik kakak itu saling menyayangi.
"Kak Khansa kenapa nggak jujur aja sih,ini kesempatan buat Kak Khansa saat bertemu Kak Al nanti,katakan sebenarnya tentang perasaan Kakak".Ucap Naya tiba-tiba
"Kita cewek Nay,masa harus ngungkapin duluan kalo ditolak gimana???"balas Khansa
"Kenapa takut Kak Al nolak,udah berapa kali coba Kak Al ngungkapin perasaanya sama Kak Khansa,yang nggak peka dan selalu Nolak siapa???"Khanaya mengingatkan Kakaknya
"Gue lah,,,itu yang membuat gue takut"
__ADS_1
"Kenapa takut Kak"Khanaya mulai bingung
"Takut Karma,,,,,,,"Ucap Khansa pelan
Khanaya pun tertawa keras mendengar ucapan Kakaknya itu.
"Berhenti tertawa Nay,ini nggak lucu"Khansa mencubit tangan adiknya.
"Kak Khansa harus yakin donk,Kal Al pasti senang saat tau perasaannya bersambut,dan bukankah Kak khansa pernah bilang Kak Al menunggu jawaban Kak Khansa".
"Iya tapi nunggu dia pulang dari Amerika"ucap Khansa
"Kelamaan Kak,Sempat Kak Alden terpincut gadis bule disana".Khanaya sengaja menakuti Khansa padahal ia tau Alden itu bukan pria yang mudah jatuh cinta pada gadis lain selain Khansa Kakak tersayangnya itu.
"Jadi gue harus mengatakan sebenarnya perasaan gue Nay".Tanya Khansa pada adiknya itu
"Iyalah Kakakku yang lemot,pintar dalam pelajaran tapi payah dalam soal perasaan jatuh cinta".ejek Naya pada Khansa.
"Eh nih bocah udah kayak berpengalaman aja soal cinta".Cibir Khansa
"Hehehehehehe Kak Khansa kok bener sih".
"Tapi gue salut sama loe Nay,walaupun loe adik gue tapi pikiran loe lebih terbuka dan dewasa dari pada gue".Ucap Khansa tulus
__ADS_1
Khanaya hanya tersenyum mendengar ucapan Khansa dan kembali memeluk kakaknya erat.