
Aldo dengan penuh percaya diri ingin menemui Khanaya pagi ini,Tampilan yang keren namun wajah buaya nya terlihat jelas karena sepanjang koridor terus saja memainkan mata untuk para model yang tak sengaja berpapasan dengannya.
Khanaya yang sudah mandi pun langsung menemui suaminya di balkon kamar hotel,yang nampak serius berbicara dengan ayahnya.
Setelah Devano menutup ponselnya Khanaya pun bertanya.
"Apa kata Ayah,pasti beliau marah Kak Dev berangkat tiba-tiba".
"Iya ayah marah,karena hari ini ada rapat penting dengan orang Australia.Namun setelah aku beritahu kenapa aku kesini mendadak ayah bisa mengerti dan memintaku untuk membawamu pulang,Orang Australia itu akan menunggu sampai aku pulang".Devano menatap Khanaya serius.
"Iya aku akan ikut pulang bersama kak Dev".
"Tapi kontrak kerjamu bagaimana sayang,aku bisa menunda kepulangan kita dan menemanimu sampai selesai".Devano tak ingin istrinya kecewa.
Khanaya menggeleng kan kepala tak setuju dengan ucapan suaminya.
"Aku mau pulang,dan aku pasti akan kena denda dari perusahaan karena membatalkan kontrak yang belum selesai,tapi tak masalah suamiku seorang Presdir kan ia pasti sanggup membayarnya".
"Kamu yakin,,ini impian mu sayang.Aku akan menemanimu disini".
"Kak Dev,aku lagi hamil sekarang kondisi tubuhku agak lemah dan aku tak ingin mengambil resiko karena pekerjaan ku nanti membuat kehamilanku terganggu".Ucap Khanaya.
__ADS_1
Devano merasa senang dengan keputusan sang istri.
"Ayo kita perlu membicarakan ini sama Juno".ajak Devano
"Aku mandi dulu ya sayang,kamu tunggu aku sebentar".
Khanaya mengangguk setuju,tidak lama kemudian suara pintu di ketuk.Khanaya berpikir itu kalau tidak bang Juno pasti Hanna.
Dan Khanaya langsung membuka pintu,Naya terkejut melihat pria yang berdiri di depan pintu kamarnya kini.
"Hallo sayang aku ingin mengajakmu turun kebawah untuk sarapan bersama".Ucap Aldo dengan percaya diri dan memberikan setangkai bunga mawar merah pada Khanaya.
"Pak Aldo apa-apaan ini,dan kenapa memanggilku dengan sebutan itu.Asal Pak Aldo tau aku sudah memiliki suami dan aku juga tau Pak Aldo sudah memiliki istri kenapa masih mengganggu ku".Ucap Khanaya kesal
"Apa karena nafsu?? pak Aldo kehilangan akal.aku memang seorang model,tapi bukan model seperti apa yang Pak Aldo pikirkan.sebaiknya pak Aldo pergi dari sini sebelum,,,,,,".
"Jangan terlalu jual mahal Nona,jujur saja kamu juga pasti tergila-gila dengan uang kan,suamimu tak bisa memenuhi kebutuhanmu itu sebabnya kamu masih bekerja walau sudah menikah".Aldo terus merendahkan Khanaya.
"Aku peringatkan sekali lagi Pak Aldo sebaiknya pergi".Khanaya sedikit berteriak berharap sang suami mendengar ucapannya.
"Kamu mengusirku,,aku bisa melakukan perbuatan nekat yang akan membuatmu menyesal seumur hidup.dan aku punya kuasa untuk membatalkan kontrak kerjamu dan kamu harus membayar denda yang tidak sedikit,jadi pikirkan lagi penawawaran ku,serahkan tubuhmu padaku aku akan membuatmu menjadi model terkenal".Aldo mulai mendekati Khanaya
__ADS_1
"Aku tidak akan menukar harga diriku dengan uang".Ucap Khanaya tegas kalau ia tidak memikirkan bayinya ia sudah memberi pelajaran pada Aldo.
"Kenapa kamu sombong dan keras kepala sekali Khanaya".Aldo mendekat seakan ingin menerkam Khanaya.
"Berhenti disitu tuan Aldo Anderson!!!!!!!".Teriak Devano melihat tingkah Aldo terhadap istrinya.
ia baru saja keluar kamar mandi dengan masih memakai celana pendeknya.
Khanaya bernafas lega saat suaminya itu sudah keluar dari kamar mandi,ia sudah siap berteriak minta tolong tadi.
"Seorang Pria dikamar wanita,wah kamu sok suci dihadapan ku Khanaya, ternyata tak polos yang seperti aku pikirkan,kamu sama seperti ****** lainnya".Aldo semakin menghina Naya
"Devano apa kabar,tak disangka kita bisa bertemu lagi"Ucap Aldo yang ternyata sangat mengenal Devano.
"Bughhhhhhhhhhhh"Sebuah tinjuan mendarat pada pipi Aldo membuat pria itu tersungkur.
"Jangan coba-coba mengganggu wanita ku".Amarah Devano meluap melihat Aldo.
"Aku nggak akan menyerah,aku akan merebut wanita ini juga seperti aku merebut kekasihmu dulu".Ucap Aldo tertawa senang
"Dasar sialan,aku tak akan membiarkanmu merebut istriku,bughhhhhhhh,bughhhhhhhh".Darah segar keluar dari mulut Aldo.
__ADS_1
"Kak Dev,sudah jangan memukulinya lagi.Aku nggak mau Kak Dev berurusan dengan hukum".Khanaya memeluk suaminya erat.
Aldo tak memperdulikan rasa sakit di wajahnya,hatinya merasa sakit saat tau kenyataan Devano dan Khanaya adalah suami istri.