
Khansa dan Khanaya sangat menikmati masa liburannya,Ardan dan Tisha sangat memanjakan kedua putri sahabatnya itu.
Seminggu berlalu Alden juga sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama Khansa.
tiga hari lagi adalah hari kepulangan Khansa ke indonesia dan Alden mengajak Khansa untuk makan malam berdua.
Tanpa sepengetahuan Khansa,Alden sedang menyiapkan pesta lamaran buat Khansa.
Bunga-bunga di atas meja sudah tersusun rapi dengan lilin-lilin berwarna merah.Tisha dan Khanaya sangat antusias saat mengetahui rencana Alden,mereka juga ikut dalam rencana malam ini.
Alden mempersilahkan Khansa untuk duduk.
Khansa sangat cantik malam ini dengan memakai dress berwana peach dan riasan tipis,sangat manis Dimata Alden.
"Al,,Loe nyiapin semua ini buat gue"Tanya Khansa ia merasa terharu
"Iya ini semua gue siapkan buat seseorang gadis yang sangat spesial di hati gue"Jawab Alden dan menatap Khansa penuh arti.
"Makasih ya Al,,"Ucap Khansa tulus
Alden hanya mengangguk dan tersenyum pada Khansa.
Alden pun memberi kode pada karyawan restaurant untuk segera menyiapkan makan malam mereka.
Khansa pun menikmati makan malam bersama Alden,Alunan musik romantise ikut andil menemani makan malam mereka berdua.
__ADS_1
"Moy dansa yuks"Ajak Alden setelah ia dan Khansa sudah selesai makan malamnya.
"Gue nggak bisa dansa Al,lagian gue malu"Tolak Khansa
"Ayo kita coba dulu"Alden mengulurkan tangannya untuk Khansa.
Walau sedikit ragu Khansa akhirnya memberanikan diri untuk berdansa dengan Alden.Karena bukan seorang pedansa profesional Khansa beberapa kali menginjak kaki Alden.
Khansa juga sedikit gugup karena ia dan Alden begitu dekat,Wajah tampan Alden terlihat jelas di depan mata Khansa.
"Udahan yuks Al,entar Kaki loe sakit ke injek kaki gue terus"Khansa mencoba menyembunyikan kegugupannya.
Alden pun mengikuti keinginan Khansa dengan berhenti berdansa.Namun ia segera menunduk dihadapan Khansa dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian di dalamnya
"Al,,,"Ucap Khansa kaget dengan apa yang Alden lakukan.
Khansa belum bisa mengatakan apapun pada Alden.Ia masih terdiam mematung.
"Ini cincin sebagai pengikat hubungan kita Moy,Kalo loe menerima cicin ini berarti loe terima lamaran gue.Kita tak perlu secepatnya menikah karena gue tau masih ada pendidikan yang harus kita jalani,Kalau semuanya sudah selesai gue janji akan melamar loe lebih serius dari ini".Ucap Alden
Khansa masih bingung bagi Khansa ini terlalu mendadak hubungan sepasang kekasih mereka belum lama terjalin,tapi Khansa juga merasa senang Alden serius dalam menjalin hubungan dengannya,Meski nanti mereka harus menjalani hubungan jarak jauh.Kalau Khansa menolaknya akan menyakiti hati Alden lagi.
Khansa pun mengambil cicin yang Alden berikan dan memasangnya di jari manis nya.
"Moy,,,ini berarti???"Mata Alden berkaca-kaca jujur ia sangat gugup tadi,kemungkinan Khansa menolak pasti ada namun apapun keputusan Khansa akan ia terima dengan lapang dada.
__ADS_1
"Gue nerima lamaran loe".Ucap Khansa nyaring
Alden pun langsung memeluk khansa.
Dan semua keluarga yang sudah bersembunyi memberikan tepuk tangan dan selamat untuk Alden dan Khansa.
Khansa melihat ada Mami dan Papi nya juga,ia pun melepas pelukan Alden dan berlari memeluk kedua orang tuanya itu.
"Mami sama Papi kok nggak bilang kalo kesini".Tanya Khansa
"Biar suprise sayang,Alden menelpon Mami dan Papi untuk datang kesini,sebelumnya ia sudah meminta izin pada Papi kamu untuk melamarmu".Yola memberi penjelasan pada Putri sulungnya itu.
"Papi dan Mami nggak keberatan kan,kalo Khansa menerima Alden".Tanya Khansa karena ia tak meminta pendapat kedua orang tuanya dulu saat menerima lamaran Alden.
"Tentu tidak sayang,Inilah yang kami semua harapkan dari hubungan kalian berdua".ucap Yola lagi.
Khansa pun kembali memeluk kedua orang tuanya.
Tisha dan Ardan pun memberi selamat dan pelukan pada putra mereka.
"Daddy bangga sama kamu Al,,Kamu berani mengambil keputusan sebesar ini".Puji Ardan pada putranya.
Alden pun kembali memeluk erat kedua orang tuanya.
Khanaya dan Devano memberi jempol tangannya pada Alden.
__ADS_1
Mereka semua berbahagia dengan keputusan Khansa dan Alden.