
"Jangan menangis nak, tuan pasti senang dan bahagia mendengar kabar ini. Kamu tidak perlu mencemaskan sesuatu yang belum tentu akan terjadi" Ucap bibi Siti sambil mengusap-usap punggung Kila.
"Iya bibi" Kila melepaskan pelukannya.
"Bibi, bisakah bibi merahasiakan kehamilan ini dari mommy dan juga mas Richo?" Pinta Kila pada bibi Siti sambil memegang kedua tangan bibi Siti.
"Kenapa? Bukankah ini adalah kabar yang membahagiakan?" Tanya bibi Siti mengerutkan keningnya.
"Kila belum siap bibi"
"Baiklah bibi mengerti, tapi kamu jangan lama-lama merahasiakan kehamilan mu itu dari mereka"
"Iya, bibi terimakasih" Kila sedikit tersenyum.
"Yasudah sekarang bibi akan belanja dulu, membeli susu ibu hamil untuk kamu supaya dedek bayinya ini sehat" Bibi Siti tersenyum sambil memegang perut Kila yang masih rata.
"Bibi tidak usah nanti mommy dan yang lainnya curiga" Tolak Kila
"Kamu tenang saja bibi bisa atur semua itu. Bibi jamin semuanya akan aman" Bibi Siti tersenyum meyakinkan Kila.
"Yasudah terserah bibi saja" Pasrah Kila
"Ok bibi keluar dulu. Ingat kamu jangan banyak pikiran dan terlalu kecapean" Pesan bibi Siti.
"Iya bibi" Jawab Kila tersenyum.
Bibi Siti keluar dari kamar Kila dengan bahagia dan ia berharap dengan kehamilan Kila ini Richo pelan-pelan bisa mencintai Kila.
*****
Malam ini nyonya besar anak-anak dan Kila sudah berada di meja makan. Mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Richo yang masih mandi karena ia baru saja pulang bekerja.
"Ibu kenapa papi lama sekali mandinya?' tanya Zil pada Kila.
"Iya kita sudah menunggunya hampir setengah jam" Sambung Zec
"Sabar sayang sebentar lagi papi pasti turun" Ucap Kila sambil tersenyum.
"Tapi kami sudah lapar" Ucap Zoe dengan nada memelas.
"Sabar ya sayang" Kila tersenyum membelai rambut Zoe
"Kila mommy lihat kamu semakin kurus dan terlihat sedikit pucat apa kamu sudah memeriksakan dirimu ke dokter?" Tanya nyonya besar sambil memperhatikan wajah Kila yang sedikit terlihat pucat.
"Belum mom" Jawab Kila singkat sambil menundukkan kepalanya.
"Cobalah periksakan kesehatanmu supaya tau apa penyakitnya sebelum terlambat, jika kamu mau mommy bisa mengantar dan menemanimu pergi kerumasakit" Bujuk nyonya besar supaya Kila mau mengecek kesehatannya karena ia melihat kesehatan Kila akhir-akhir ini menurun.
"Tidak perlu mom, Kila baik-baik saja mommy tidak perlu mencemaskan keadaan Kila" Tolak Kila dengan lembut.
__ADS_1
"Baiklah tapi ingat jika kamu merasa sakit atau ada apa-apa cepatlah bila pada mommy. Mommy tidak ingin terjadi apa-apa pada mu" ucap nyonya besar sambil menatap Kila.
"Iya mom" Jawab Kila menunduk. Ia merasa bersalah karena sudah menyembunyikan kehamilannya tapi mau bagaimana lagi Kila masih takut menerima kenyataan jika nanti Richo tidak menginginkan anaknya, itu pasti lebih menyakitkan untuknya. Walaupun itu baru kemungkinan dan belum tentu benar.
"Malam semuanya, sorry lama" Richo yang baru datang langsung menyapa mereka dengan tersenyum.
"Malam juga Pi"
"Malam juga mas"
Jawab Kila dan anak-anak secara bersamaan.
"Ayo cepatlah duduk, kasian anak-anak sudah lapar karena lama menunggumu" Perintah nyonya besar.
"Baik mom. Oh ya apa mommy jadi pulang kerumah utama?" Tanya Richo sambil duduk disamping Kila.
"Tidak" Jawab nyonya besar singkat.
"Kenapa mom?" heran Richo
"Kamu tidak suka jika mommy disini?" Nyonya besar memelototkan matanya kearah Richo.
"Bukan begitu maksud Richo mom"
"Lalu apa?" Tanya nyonya besar sambil menuangkan nasi kedalam piringnya.
"Apa segini sudah cukup mas" Tanya Kila menunjukan nasi yang ia tuangkan kedalam piring Richo.
"Tambahin sedikit lagi Kila"
"mommy masih ingin menikmati waktu bersama cucu-cucu mommy" Jawab nyonya besar.
Richo mengangguk-anggukan kepalanya mengerti " Ok mom nikmatilah kebersamaan mommy bersama cucu-cucu mommy"
"Ya mommy pasti akan menikmati dan menghabiskan waktu bersama dengan Cucu-cucu mommy dan Mommy akan sangat bahagia jika kamu memberi cucu baru lagi untuk mommy" Jawab nyonya besar tersenyum menatap Kila dan Richo bergantian.
kelonteng
Sendok yang dipegang Kila terjatuh saat ia mendengar perkataan nyonya besar sedangkan Richo hanya terdiam tak menjawab perkataan nyonya besar.
"Kila hati-hati" Tegur nyonya besar.
"Maaf mom" lirih Kila kemudian ia berjongkok untuk mengambil sendok yang dijatuhkannya.
"Sudah ayo kita makan" Ucap Richo sambil mengambil sayur dan lauk tanpa menunggu Kila untuk mengambilkannya.
"Ya" Jawab nyonya besar kemudian ia memulai memakan makanannya.
Kini semuanya telah makan dengan diam kecuali Kila ia masih diam menunduk entah melayang kemana pikirannya.
__ADS_1
Richo menyentuh bahu Kila saat ia melihat Kila diam tidak menyentuh makanannya. Ia tau pasti Kila memikirkan tentang ucapan mommy yang menginginkan cucu baru.
"Makanlah jangan memikirkan ucapan mommy" Bisik Richo ditelinga Kila.
"Ya" Jawab Kila pelan kemudian ia memulai memakannya.
Nyonya besar melirik mereka berdua sambil terus memakan makanannya.
"Oma Zec mau ayam gorengnya" Pinta Zec yang duduk disamping nyonya besar.
"Ok sayang" Nyonya besar mengambilkan ayam goreng yang diminta oleh Zec.
"Terimakasih Oma" Ucap Zec tersenyum.
"Sama-sama sayang, sekarang makanlah"
"Baik Oma" Zec memakan makanannya dengan lahap.
Setelah semuanya selesai dengan makanya
bibi Siti tiba-tiba muncul membawa segelas susu untuk Kila.
"Nyonya ini susunya" Bibi Siti memberi susu hamil untuk Kila
"Terimakasih bibi" Kila menerima susu itu dan meminumnya hingga habis.
"Bibi itu susu apa yang diminum Kila? Bukanya Kila tidak suka susu?" Tanya nyonya besar heran karena setau nyonya besar Kila tidak menyukai susu, tapi akhir-akhir ini bibi Siti selalu membuatkan susu untuk Kila dua kali sehari.
"Maaf nyonya besar saya lupa untuk memberitahukan pada anda kalau saya sengaja memberi susu khusus untuk nyonya Kila karena saya melihat nyonya Kila semakin kurus dan pucat. Saya takut jika itu akan mempengaruhi kesuburan nyonya Kila" Bohong bibi Siti
"Jadi susu ini__"
"Sudahlah Kila bibi Siti benar kamu harus minum susu dan menjaga kondisi badan kamu supaya tetap fit agi kamu cepat hamil" Ucap nyonya besar memotong pembicaraan Kila.
"Baik mom" Kila hanya bisa mengangguk pasrah.
"Bibi sekalian buatkan Richo dan Kila ramuan tradisional yang bisa membuat Kila cepat hamil"
"Mommy apaan sih" Ucap Richo merasa tidak nyaman mendengar pembicaraan mereka.
"hey kamu tidak perlu kesal seperti itu. Kamu masih muda dan masih pantas jika kamu memiliki anak 1 atau 2 lagi. kenapa kali ini aku harus menunggu lama untuk bisa menimang cucu yang keempat? Apa kamu sudah loyo dan tidak sekuat dulu lagi? Dasar payah!" ucap nyonya besar tersenyum meledek.
bersambung....
jangan lupa like & komen
supaya author semangat
terimakasih....
__ADS_1