Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 121


__ADS_3

...pemberitahuan Author: ini kisah Khansa dan Alden mereka sudah Remaja....


...Cerita author sambung disini aja ya...


...🌼🌼🌼Happy reading 🌼🌼🌼...


Waktu berlalu kini Baby Khansa yang dulu saat masih kecil gemoy berubah menjadi gadis remaja yang cantik walau sedikit tomboy.


Alden juga tumbuh menjadi remaja yang tampan,tinggi dan menjadi cowok incaran banyak gadis di sekolahnya.Selain jago basket kepintaran Alden dalam nilai akademik juga patut diacungi jempol.


Karena persahabatan yang sangat dekat di antara kedua orang tua Alden dan Khansa,Intensitas pertemuan mereka berdua jadi lebih sering.Sejak kecil sampai sekarang apalagi mereka berdua selalu satu sekolah,Namun saat keduanya bertemu tak ada kata akur.


Khansa dan Alden selalu saja bertengkar.


Sifat Alden yang usil dan Sifat Khansa yang jutek.


"Ehhhh Gemoy"Panggil Alden ketika bertemu dengan Khansa sepulang sekolah.


"Nama gue bukan Gemoy ya,sejak kapan nama gue berubah!!!"Khansa menatap tajam ke arah Alden yang nyengir menampakan deretan giginya yang putih bersih Alden sudah cocok menjadi model pasta gigi.


"Mulai hari ini nama lu berubah dan gue akan memanggil lu dengan nama itu"Alden menaik turunkan alisnya membuat Khansa sedikit terpancing emosi.


Namun Khansa memilih berlalu ia hanya tak ingin bertengkar sekarang,Ia sedang terburu-buru untuk pergi ke pusat penjualan buku disebuah Mall dijakarta.


"Moy tunggu,gue mau ikut lu".Teriak Alden yang melihat Khansa meninggalkannya pergi.

__ADS_1


Khansa menghentikan langkahnya dan memandang Alden bingung.


"Ngapain ikut gue,arah rumah kita beda please deh Al,,kali ini aja gak gangguin gue"Ucap Khansa memelas


"Loh berarti seterusnya boleh gangguin lu donk"Alden senyum-senyum mendengar ucapan Khansa barusan.


Astaga ingin rasanya Khansa menonjok Alden saat ini.


"Gue ikut lu ya,,,Ban motor gue bocor tuh"Tunjuk Alden pada motornya yang bergaya sporty itu


"Derita lu Al"Khansa tertawa tapi Khansa merasa tak tega juga bagaimanapun Alden adalah anak sahabat Papanya.


Shella yang kebetulan lewat didekat Alden dan Khansa pun langsung ikut bicara.


"Al ikut gue aja,Gue bawa mobil nih"Ajak shella teman sekelas Alden yang begitu tergila-gila dengan Alden yang membuat Alden bergidik ngeri,Alden tidak terlalu suka gadis yang mengejar-ngejar dirinya.


Shella agak kecewa dengan reaksi Alden menolak tawarannya.


"Apa hubungan Alden dengan adik kelas itu ya"Tanya Shella ia terus memandang tak suka kearah Alden dan Khansa yang sudah jalan menjauhinya.


"Eh mending lu ikut Kak Shella sana,ngapain ikut gue".


"Males gue Moy,Gadis model seperti ulat keket gitu gue takut di *****-*****".Ucap Alden dengan wajah pura-pura polosnya.


"Apaan tuh *****-*****????,dan kalo lu masih manggil gue Moy,Moy jangan harap gue mau ngantar lu pake motor gue".Ancam Khansa

__ADS_1


"Anak kecil mana ngerti *****-*****"Alden mengacak rambut Khansa


"Eh lu ya Al,bener mau gue sleding"


"Ampun Khansa yang cantik,Udah cepetan naik motor gue".


"Alden!!!!!"Khansa mencubit pinggang Alden


"Aduh jadi cewek jangan galak-galak Moy".Alden meringis kesakitan mengusap pinggangnya yang dicubit oleh Khansa.


"Bodo,,,lagian gue mau ke toko buku dulu gak langsung pulang"Khansa mencebikkan bibirnya kesal


"Gue ikut,lu gak dibolehin pergi sendirian".


Ucap Alden ia sudah siap menghidupkan mesin motor Khansa.


Lagi-lagi Khansa mencebikkan bibirnya mendengar ucapan Alden


"Lha terus motor lu gimana"Tanya Khansa bingung


"Nanti gue telpon Daddy,paling Pak Faris yang urus,buruan Moy gue juga laper nih sekalian kita makan siang ya di Mall".Alden menarik tangan Khansa untuk segera duduk di belakang punggungnya.


Khansa pun akhirnya duduk manis dibelakang Alden.


"Pegangan gue ngebut nih!!!!"Teriak Alden saat sudah menjalankan motor Khansa dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Al,,,,!!!!!!!"Pekik Khansa dan reflek memeluk Alden erat karena dirinya hampir terjungkal.


__ADS_2