
"Apa tuan suka tinggal disini?" Tanya Mex sambil melihat anak-anak Richo yang sedang bermain di tengah tengah kebun.
"Tentu saja saya suka disini kan udaranya sejuk"
"Apa tuan berniat membangun rumah dan tinggal di sini bersama kila nantinya"
"Tidak! karena aku tidak bisa jauh dari anak-anakku"
"Sebentar lagi anak-anak dewasa dan tuan harus siap jika mereka pergi dengan pasangannya masing-masing"
"Iya kamu benar tapi aku tidak akan membiarkan mereka terlalu jauh dariku"
Ditengah tengah perbincangan mereka datanglah Kila membawa empat mentimun yang baru saja ia petik dari pohon.
"Nih daripada kalian bengong mending makan mentimun ini" Kila meletakan mentimunnya disamping Mex.
"kamu dapat darimana mentimun itu?" Tanya Richo.
"Aku metik dikebun itu" Kila menunjuk kebun yang ada pohon mentimunnya.
"Oh..."
"Apa mas mau mentimun ini?"
"Tidak" Jawab Richo singkat
"Baiklah kalau tidak mau. Apa om mau?"
"Boleh"
Kila memberikan satu mentimun untuk Mex dan Mex pun menerima dan langsung memakannya.
"Dasar jorok" Ucap Richo saat melihat mex langsung memakan mentimunnya tanpa dicuci dulu.
"Ini bersih tuan"
" Iya mas ini tu bersih dan kalau kurang bersih biar Kila bersihin dulu deh" Kila mengelapkan mentimun itu dengan bajunya.
"Kila bajumu itu kotor karena tadi kamu habis dari kebun dan pasti banyak kumannya"
"Baju Kila ini bersih mas"
Kila yang hendak menggigit mentimunnya jadi gagal karena Richo dengan cepat mengambil mentimun itu.
"Jangan dimakan nanti kamu sakit" Ucap Richo menatap tajam Kila.
"Mas khawatir ya kalau Kila sakit?" Kila tersenyum sambil duduk disamping Richo
"Bukan saya yang akan cemas tapi anak-anak"
Sinis Richo kemudian ia menatap lurus ke depan.
"Ok" Kila mengambil timun yang lain kemudian ia makan
"Kriuk kriuk kriuk" kila mengunyah mentimun dan itu membuat Richo menoleh.
pletak...., Richo mejitak kening kila
"Au..., sakit mas" Kila mencabikkan bibirnya sambil mengusap-usap keningnya yang terasa sakit.
__ADS_1
"Mangkanya kalau dibilangin jangan ngeyel"
"Iya mas maaf, aku cuma ingin makan ini soalnya mentimun disini enak" Lirih Kila menunduk.
Melihat wajah Kila yang memelas Richo jadi tak tega "Yasudah lah, makan tapi separo aja"
Mex berbaring di gubuk itu terdiam melihat perdebatan mereka.
Apa begini cara mereka melakukan pdkt? Batin Mex kemudian memejamkan matanya.
"Iya" Jawab Kila singkat kemudian ia memotong mentimun itu menjadi 2 "ini" Kila memberikan yang separo pada Richo.
Richo pun menerimanya "Sudah, makanlah yang itu"
"Iya"
"Kila anak-anak kemana, kok enggak kelihatan?"
Tanya Richo saat ia tidak melihat ke-tiga anaknya.
"Mereka ikut paman memancing"
"Mereka mancing dimana?"
"Di sungai"
Richo menganggukkan kepalanya sambil mengelus tenggorokannya karena haus.
"Apa kamu membawa air minum?"
"Tidak, kalau mas haus mas bisa makan mentimun itu" Kila melirik mentimun yang dipegang Richo.
"Tapi inikan kotor" Richo mengamati mentimun yang hanya separoh itu.
"Baiklah saya makan" Richo akhirnya memakan mentimun itu juga.
"Nah gitu dong" Kila tersenyum manis.
Kila merebahkan tubuhnya di gubuk itu begitu pula dengan Richo
"Mas"
"Hemmm.."
"Nanti pernikahan kita yang sederhana aja ya mas"
Richo membuka matanya dan menoleh kearah Kila.
"Kenapa kamu tidak mau pesta yang mewah dan megah? Apa kamu malu menikah dengan seorang duda anak tiga?"
"Bukan begitu mas, aku tidak pernah malu menikah dengan mu. Aku menerimamu apa adanya dirimu lengkap beserta dengan kekurangan dan kelebihan mu mas, karena aku mencintaimu dengan tulus, bagiku mas Richo adalah segalanya"Ucap Kila lirih
"Maafkan aku Kila aku belum bisa membalas cintamu"
Kila tersenyum "Tidak apa-apa mas. Aku tidak akan pernah menuntut mu untuk membalas cintaku, bagiku berada di sampingmu seperti ini itu sudah lebih dari cukup dan itu sudah membuatku bahagia"
Richo terdiam mendengar perkataan kila
****
__ADS_1
Menjelang pernikahan rumah Richo sudah dipenuhi oleh sanak saudaranya bahkan ibunya Kila, bibi Sum dan suaminya juga sudah datang.
Mereka semua mendekorasi rumah Richo dan juga melakukan persiapan pernikahan untuk besok. sedangkan kedua calon mempelai tidak boleh ikut membantu dan untuk sementara mereka juga tidak boleh bertemu.
seperti malam ini Richo hanya menghabiskan waktunya sendirian di kamarnya sedangkan ke-tiga anaknya itu selalu saja menemani Kila dikamarnya sana.
Richo melamun berdiri bersendekap dada didepan foto pernikahannya dengan Sinta yang dipajang di dinding kamarnya.
"sayang maafkan aku yang sudah mengingkari janjiku untuk tidak menghianati mu. Ini semua aku lakukan demi kebahagian anak-anak kita. Sebenarnya aku berat untuk melakukan ini tapi melihat tangisan dan kesedihan mereka hatiku terasa sakit sekali sayang. Aku sangat menyayangi mereka bagiku kebahagiaan mereka adalah segalanya, biarlah aku yang menderita dengan pernikahan ini asalkan aku bisa melihat senyum bahagia ke-tiga anak kita. Sekali lagi maafkanlah aku sayang, aku mencintaimu" Gumam Richo menahan sesak di dada.
"Papi..."
Tiba-tiba saja Zec sudah berdiri disamping Richo entah sejak kapan anak itu masuk kedalam kamar Richo dan mendengarkan semua keluh kesah Richo pada foto pernikahan yang dipajang di dinding kamarnya.
Richo menoleh saat mendengar suara Zec
"Sayang sejak kapan kamu ada disini nak?" Tanya Richo.
"Sudah dari tadi"
"Kok papi tidak tau ya...?" Richo menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Bagaimana papi tau kalau papi sedang melamun dan sedih" ucap Zec sambil mendongakkan kepalanya melihat foto pernikahan kedua orang tuanya. "apa papi sedang sedih?" tanya Zec lagi
Richo menghembuskan nafasnya menatap Zec
"tidak sayang papi tidak sedih, papi hanya sedikit merindukan mami" jawab Richo tersenyum mengacak rambut Zec.
"Maafkan Zec papi" Zec menunduk
"Ayo kita duduk disana"
Richo membawa Zec duduk di atas ranjang.
"sekarang katakanlah kenapa Zec meminta maaf" ucap Richo setelah ia berhasil membawa Zec duduk di ranjang.
"maafkan Zec Pi karena Zec membuat papi sedih karena menikah dengan ibu Kila" Zec memeluk Richo.
"Kata siapa papi sedih? Papi bahagia sayang dan papi senang karena besok papi akan menikah dengan ibu Kila jadi Zec tidak usah khawatir"
cup
Richo mencium pipi Zec dan tersenyum lebar tapi tidak dengan Zec.
"'Papi jangan mencium Zec"
"Kenapa sayang kok enggak mau papi cium? Apa Zec sudah tidak sayang lagi sama papi?"
"Bukan begitu papi"
"Lalu apa?"
"Karena Zec sudah besar Pi!"
"Tapi ibu Kila selalu mencium Zec dan Zec tidak menolaknya"
"Itu beda papi"
"apanya yang beda?" Tanya Richo sambil membelai rambut Zec.
__ADS_1
"Karena papi seorang pria dan Zec tidak mau dicium oleh pria.
bersambung....