
Khansa pun yang masih kesal dengan ulah khanaya dan Alden lebih memilih untuk pergi ke kamarnya.
Mommy Tisha dan Mami Yola sibuk menyiapkan Hidangan untuk makan siang,sedangkan Papi Taufan dan Daddy Ardan bersantai menikmati secangkir teh buatan istri mereka.
Khanaya sudah sibuk dengan ponselnya mengabadikan setiap detik foto yang nanti akan ia unggah di akun sosial medianya.
Alden mencari keberadaan Khansa.
"Tante Yola,Khansa mana ya?"Tanya Alden
"Mungkin masih dikamarnya tidur,Tante bisa minta tolong panggilkan Khansa untuk turun sebentar lagi kita makan siang"Pinta Mami Yola dan tentu Alden menyetujuinya dengan senang hati.
"Jangan di usilin Khansa ya Al"Pesan Mommy Tisha yang sudah hafal betul sifat putra tunggalnya itu,Putranya senang sekali menjahili Khansa bukan tanpa sebab Alden selalu terbuka apapun pada Mommy nya termasuk perasaannya pada Khansa.
Rencana orang tua mereka untuk menjodohkan Alden dan Khansa tak berjalan mulus Khansa menolak untuk di jodohkan dan Keluarga Alden tak ingin memaksa tapi masih beharap suatu saat nanti Khansa membuka hatinya untuk Alden.
Alden pun mengacungkan jempolnya setuju ia memang tak berniat mengganggu Khansa kali ini,Alden tak ingin merusak suasana hati Khansa di liburannya.
__ADS_1
Cukup tadi ia mengusili gadis yang menjadi cinta pertamanya itu.
Tujuan Alden selalu mengusili Khansa agar bisa dekat pada gadis yang Jutek tapi cantik yang selalu bisa membuat Alden jatuh cinta dengan senyuman manisnya.Hanya pada Khansa Alden bersikap usil di mata gadis lain Alden dikenal sosok yang ber aura dingin dan cuek.
"Tok,,tok,,tokk"Alden mengetuk pintu kamar Khansa setelah sebelumnya Mami Yola memberitahu letak kamar Khansa.
Tak ada jawaban dan tanpa sengaja Alden mendorong pintu Khansa yang tidak terkunci.
Alden memanggil-manggil nama Khansa tak ada tanda-tanda gadis itu dikamarnya.Sampai suara gemercik air di kamar mandi terdengar, Alden baru tau Khansa berada dikamar mandi.
"Alden ngapain lu disini!!!!!!"geram Khansa
Alden yang tak tau harus berbuat apa langsung maju kearah Khansa menutup mulut gadis itu agar tidak berteriak nyaring,bisa saja keluarga mereka salah sangka.
"pfttttttttttt,le,,,pa,,,sin,,"Khansa mencoba berbicara dan menjauhkan tangan Alden dari mulutnya.
"Janji gak teriak dulu".
__ADS_1
Khansa hanya mengangguk dan Alden pun melepas tangannya dari mulut Khansa.
"Keluar sekarang,lagian lu masuk kamar gue sembarangan aja".Omel Khansa tanpa menyadari dirinya hanya menggunakan handuk mandi yang minim.
Alden tak berkedip bukan bermaksud kurang ajar pada Khansa tapi pemandangan didepan matanya kini sungguh membuat Alden salah tingkah.
Khansa yang menyadari sedang diperhatikan Alden pun melihat keadaan dirinya.
Wajah Khansa sudah merona malu,baru kali ini ada lelaki yang melihatnya hanya memakai handuk.
"Jangan liatin lagi keluar sana!!!!"Pekik Khansa
Alden yang merasa bersalah pun berbalik dan kembali menutup pintu kamar Khansa.
Alden memilih untuk menunggu Khansa sampai gadis itu keluar.Alden ingin meminta maaf dan menjelaskan maksud kedatangannya kekamar Khansa.
Khansa yang merasa malu bercampur kesal Hanya bisa merutuki dirinya didepan cermin kenapa sampai lupa mengunci pintu.
__ADS_1