
Suara alarm ponsel Lana membangunkannya dari tidur. Lana menggeliat dari posisinya, Ia ingin segera bangun tapi tubuhnya terasa sangat lemas dan merasa area sensitifnya masih perih dan sakit.
Sekuat tenaga Ia mencoba bangkit tapi tetap lemas. Ivan yang merasa ada pergerakan di tempat tidur mencoba membuka matanya pelan2.
Ivan melihat Lana yang duduk menyenderkan badannya di sandaran ranjang.
"Sayang.. kamu kenapa??" tanya Ivan khawatir.
"Aku lemas dan ini... " ucap Lana sambil menunjuk area sensitifnya.
"Maafin aku ya terlalu bersemangat habisnya gemes juga, dan itu pertama buat aku.." Ivan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Bantu aku ke kamar mandi, setelah itu tolong aku mau makan, aku lapar sekali!" lirih Lana.
Ivan mengangkat tubuh Lana dan membawanya ke kamar mandi, Ia tau Lana pasti sangat lelah, mereka berendam dan mandi bersama. Setelah selesai, mereka melaksanakan kewajibannya lalu sambil menunggu pagi Ivan sudah memesankan sarapan dengan berbagai menu untuk mereka.
Sambil menunggu makanan datang, Lana merapikan rambutnya dan membuat kuncir kuda sehingga leher jenjangnya terlihat.
"Aaaakhh... apaaaa ini???" Lana terkejut melihat lehernya yang memerah seperti digigit drakula.
__ADS_1
"Kenapa?? ada apa??" Ivan segera menghampiri Lana di depan meja rias.
"Ini.. leherku.. kamu apakan??"
"hmmm.. maaf karena kita melakukannya semalam". sambil menunduk dan memeluk Lana dari belakang.
"Gimana ini.. bukankah besok kita harus kembali??" Lana mengerutkan dahinya.
"Besok juga hilang sayang..." lirih Ivan.
Tiba2 suara bel kamar berbunyi, kemudian Ivan berjalan membukakan pintu, ternyata seorang chef dan petugas kamar datang membawa sarapan mereka.
"Sayang.. apa hari ini kita bisa jalan2??" tanya Lana pada Ivan.
"Bisa donk.. kamu mau kemana??"
"kita lihat pertunjukan seni di GWK, kemarin sebelum kita menikah aku searching tempat2 wisata he he" Lana menunjukkan senyum manisnya.
"Okay sayang... apa sih yang ga buat kamu". Ivan mencubit gemas pipi Lana.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan sarapannya, Ivan dan Lana bersiap untuk pergi jalan2. Pagi itu Ivan menyetir sendiri, mereka berdua sekarang melintasi jalan2 yang sedikit menanjak, mereka hampir sampai di tempat tujuan.
Sesampai mereka di GWK, Ivan bergegas membeli tiket masuk dan mengantre seperti orang kebanyakan. Walau begitu pasangan pengantin baru ini terlihat tak kalah menarik dari para wisatawan mancanegara yang datang ke sana.
Ivan yang berpakaian santai masih tetap memancarkan aura ketampanan dan penuh wibawanya sementara Lana terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian yang senada dengan Ivan.
Sebelum mereka menuju ke tempat pertunjukan mereka terlebih dahulu menuju patung Garuda yang berada di belakang pintu masuk, karena jauh mereka menggunakan suttle bus yang sudah disediakan.
Mereka mengambil foto bersama di depan patung yang menjulang tinggi itu, mereka penuh dengan cinta dan kemesraan.
"Sayang, apa kamu haus??" tanya Ivan pada Lana.
"hmmm.. iya.. cuaca mulai panas"
"Sebentar ya.. tunggu aku di sini aku akan belikan minuman buat kita". Ivan bergegas membeli jus buat mereka, kebetulan di sana ada sebuah van yang khusus menjual makanan dan minuman ringan.
Mereka berdua menikmati hari itu, mereka juga menikmati setiap acara yang ada di sana. Melihat tari2 an tradisional dan pagelaran alat musik daerah.
Mereka juga berfoto bersama di dekat tebing2 yang ada di sana.
__ADS_1