Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.58


__ADS_3

" Ya Zoe setuju iBu harus istirahat karena kami tidak ingin terjadi sesuatu pada ibu"


"Tapi sayang__" perkataan Kila terhenti saat Zec menggelengkan kepalanya sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya.


"Ibu tenang saja Zec akan menjaga adek-adek dengan baik"


Kila terharu mendapatkan perhatian dari anak-anaknya.


"Terimakasih sayang kalian sudah menyayangi dan memperhatikan ibu" Kila memeluk ke-tiga nya.


"Sama-sama ibu kami sangat menyayangi ibu"


Ucap Zec, Zoe dan Zil bersamaan


Setelah puas memeluk ke-tiga anaknya Kila pun segera melepaskannya.


"Sekarang ayo kita kekamar, kami bertiga akan menemani ibu istirahat sampai papi pulang" Ucap Zec kemudian berdiri dari duduknya.


"Ya kami akan menemani ibu"Ucap Zoe dan Zil secara bersamaan sambil berdiri menggandeng tangan Kila.


"Baiklah ayo kita kekamar" Kila pun mengikuti keinginan mereka dan pergi kekamar untuk beristirahat.


Di kantor


Jam 1 siang Richo dan Mex baru saja selesai meeting. Selesai meeting Richo dan Mex langsung masuk kedalam ruanganya masing-masing.


Saat ini Richo sedang berkutat dengan leptopnya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda beberapa hari ini.


ceklek


pintu terbuka dan masuklah Mex dari luar. Ya begitulah Mex dia tidak pernah mengetuk pintu jika masuk kedalam ruangan Richo dan hanya Mex yang berani melakukan itu.


"Tuan apa anda tidak makan siang dulu" Tanya Mex sambil duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


"Sebentar 5 menit lagi tangung" Jawab Richo masih fokus dengan leptopnya.


"Baik tuan"


Baru saja Richo menjawab jika ia ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu tapi entah mengapa tiba-tiba ia malah membayangkan enaknya memakan bakso sambil meminum es teh manis yang ada di dekat kantornya.


"Mex ayo kita makan siang saja" Richo menutup leptopnya dan bangkit dari duduknya.


Sedangkan Mex merasa bingung karena tadi Richo bilang 5 menit lagi tapi ini belum ada 5 menit Richo sudah mengajaknya makan siang.


"Mex ayo cepat, katanya mau makan kenapa malah bengong?" Ajak Richo saat Mex tak bergeming dari duduknya.


"oh iya tuan mari" Mex berdiri dari duduknya.


mereka berdua keluar dari ruangan menuju lift untuk turun ke bawah karena ruangan Richo dan Mex berada dilantai 23.


"Tuan anda akan makan siang di mana?"Tanya Mex yang berjalan disamping Richo.


"Aku mau makan bakso didekat kantor" Jawab Richo santai sambil masuk kedalam lift


"Tapi tuan, didekat kantor tidak ada lestoran yang menjual bakso"

__ADS_1


"Memang tidak ada, tapi aku ingin memakan bakso gerobak dorong yang ada didekat kantor. Sepertinya itu sangat enak"


"What!! Anda serius?" Mex kaget karena baru kali ini Richo ingin makan di pinggir jalan.


"Ya aku serius" Ucap Richo keluar dari lift


"Tapi bukankah Anda tidak suka makan dipinggir jalan? Karena menurut anda itu kotor dan tidak higienis"


"His kenapa kamu jadi cerewet seperti Kila gitu sih?" Kesal Richo


Tak terasa kini mereka berdua sudah sampai di tempat abang tukang bakso hanya dengan berjalan kaki.


Para karyawan yang kebetulan makan disana heran melihat kedatangan Richo dan Mex. tidak biasanya pemimpin perusahaan tempat mereka bekerja mau makan dipinggir jalan seperti itu dan ini kali pertamanya mereka melihat CEO dan wakil CEO makan dipinggir jalan bersama mereka.


"Bang baksonya 3 sama es teh manisnya 2" Pesan Richo pada Abang tukang bakso itu.


"Baik tuan, tunggulah sebentar" Ucap Abang tukang bakso.


"Ya"Jawab Richo singkat.


Setelah memesan bakso Richo duduk ditempat yang sudah disediakan diikuti oleh Mex.


"Tuan kenapa anda memesan baksonya 3 Kitakan cuma berdua" Heran Mex


"Aku lapar jadi aku pesan 3 kamu 1 dan aku 2"


"Apa anda yakin?"


"Iya, aku yakin"


Mex hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Permisi tuan, ini baksonya"


"Ya" Jawab Richo


Abang tukang bakso pun menyajikan bakso pesanan Richo di atas meja. usai menyajikan bakso ia pun segera berpamitan.


"Saya permisi dulu tuan silahkan dinikmati baksonya" Ucap Abang tukang bakso tersenyum ramah.


"Ya terimakasih pak" Jawab Mex


"Sama-sama tuan" Abang tukang bakso pun meninggalkan mereka berdua.


Richo mengambil kecap dan saus untuk ditambahkan kedalam baksonya dan juga menuangkan 4 sendok sambal kedalam baksonya.


"Tuan jangan terlalu banyak sambalnya nanti anda mulas" Tegur Mex saat melihat Richo terlalu banyak menuangkan sambal kedalam mangkuk baksonya.


"Tidak papa Mex ini enak sekali" Jawab Richo santai sambil mengaduk baksonya.


Richo memakan bakso dengan begitu lahap hingga keringatnya bercucuran sesekali ia juga mengelap ingusnya karena kepedasan.


Mex yang melihatnya sampai bengong, hingga ia lupa untuk memakan bakso miliknya.


"Mex kenapa kamu bengong saja? Ayo makanlah, ini enak sekali!" Ucap Richo sambil terus memakan baksonya yang tinggal separo.

__ADS_1


"Oh baik tuan" Jawab Mex kemudian iya memakan baksonya.


Richo sudah menghabiskan 1 mangkuk bakso dan kembali mengambil satu mangkuk lagi untuk ia makan.


Srot..., srot..., srot....


Richo membuang ingusnya dan mengelap keringat yg bercucuran didepan Mex.


"Astaga..., tuan ini jorok dan menjijikkan sekali" Geram Mex ketika melihat Richo membuang ingusnya didepan dirinya yang sedang makan.


"Dasar lebae lihat ingus aja jijik belum juga liat tai" Ucap Richo tanpa dosa kemudian ia melanjutkan makannya.


Dasar majikan gila. Geram Mex dalam hati.


"Mex baksonya tidak kamu habiskan?" Tanya Richo saat melihat Mex tidak menghabiskan baksonya.


"Tidak tuan, saya sudah kenyang"


"Baiklah ayo kita kembali"


Richo berdiri dan mendekati Abang tukang bakso untuk membayar baksonya.


"Bang berapa semuanya?" Tanya Richo.


"50 ribu tuan"


Richo mengambil uang 100 ribu dan memberikannya pada Abang tukang bakso.


"Ini bang kembaliannya ambil aja"


"Terimakasih tuan"


"Sama-sama bang"


setelah membayar Richo dan Mex segera meninggalkan tempat itu dan kembali kekantor.


Sesampainya didepan pintu ruangannya Richo mengurungkan niatnya untuk masuk dan memanggil Mex yang hampir saja masuk kedalam ruanganya sendiri.


"Mex kemarilah!" Panggil Richo


Mex menoleh mendengar panggilan dari Richo


"Ada apa tuan?" Tanya Mex sambil berjalan kearah Richo.


"Belikan martabak manis dengan topping keju, kacang, Meises Ceres coklat, dan selai strawberry" Perintah Richo pada Mex. "Oh iya hampir saja lupa buat kan aku susu kental manis putih juga"


Mex tertegun mendengar permintaan Richo sekaligus heran karena seharian ini Richo begitu aneh karena ia selalu menginginkan sesuatu yang tidak disukai.


"Mex apa kamu tidak mendengarkan perintah ku?" Richo menatap tajam Mex


"Maaf tuan, baiklah saya akan segera membuatkan susu dan membelikan martabak manis untuk tuan"


bersambung....


jangan lupa like & komennya

__ADS_1


untuk mendukung author supaya semangat.


terimakasih....


__ADS_2