
Ricky mencium pipi Zec dan tersenyum lebar tapi tidak dengan Zec.
"Papi jangan mencium Zec"
"Kenapa sayang kok enggak mau papi cium? Apa Zec sudah tidak sayang lagi sama papi?"
"Bukan begitu papi"
"Lalu apa?"
"Karena Zec sudah besar Pi"
"Tapi ibu Kila selalu mencium Zec dan Zec tidak menolaknya"
"Itu beda papi"
"Apanya yang beda?" Tanya Richo sambil membelai rambut Zec.
"Karena papi seorang pria dan Zec tidak mau dicium oleh pria"
"Baiklah kalau begitu papi akan memelukmu karena malam ini kamu harus menemani papi tidur.
"Baiklah Pi ayo kita tidur"
Zec dan Richo pun tidur bersama.
Pagi harinya
Pagi ini semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk acara pernikahan Kila dan Richo yang akan dilangsungkan pada pukul 10 nanti.
seperti saat ini Kila bangun lebih awal karena ia harus mempersiapkan dirinya untuk di make-up. Bibi Sum dan ibu dari tadi sudah sibuk mempersiapkan semua keperluan Kila, sedangkan Kila masih berada dikamar mandi membersihkan diri tapi kali ini ia tidak mandi seperti biasanya ia mandi dibantu oleh beberapa maid karena Kila hari ini harus terlihat segar, cantik dan wangi. Kila baru keluar kamar mandi setelah satu jam setengah.
"Kila cepat pakailah baju kebaya mu ini" Ibu memberikan baju kebaya yang sudah disiapkannya dari tadi.
"Iya ibu" Kila menerima baju kebaya itu dan segera kembali lagi kekamar mandi untuk memakainya.
setelah lima menit Kila keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju kebayanya.
setelah itu ia duduk didepan meja rias yang ada di kamarnya dan wajahnya mulai di make-up oleh penata make-up artis atau MUA yang terkenal di kota ini.
"Mbak make up-nya jangan tebel tebel ya..., Kila kurang pede" ucap Kila tersenyum.
Mbak penata rias pun tersenyum " Nona Kila tenang saja kami akan membuat make-up anda senatural mungkin karena wajah anda ini sudah sangat cantik" ucap mbaknya sambil terus memoles wajah Kila.
Setelah selesai dengan semua pekerjaannya mereka semua keluar dari kamar Kila. Termasuk ibu karena tadi nyonya besar memanggil ibu untuk menemui para tamu yang sudah mulai datang.
kini Kila berada dikamar hanya berdua dengan bibi Sum.
Kila berdiri didepan cermin ia memutar mutar tubuhnya kemudian memegang kedua pipinya tak percaya.
__ADS_1
"Ya Tuhan aku sampai tidak percaya jika ini adalah diriku bibi aku cantik sekali" Kila memuji dirinya sendiri.
"Iya dong kamu pasti cantik, keponakan siapa dulu gitu loh" Ucap bibi Sum dengan nada genit.
"Ya keponakan bibi Sum lah" Jawab Kila terkekeh.
"Bibi masak Kila tidak memakai sandal" Kila memanyunkan bibirnya
Bibi Sum melihat kearah kaki Kila dan tersenyum.
"Maafkan bibi sayang, bibi lupa. Sebentar biar bibi ambilkan dulu"
Bibi Sum mengambil sandal untuk Kila. Setelah menemukan sandal yang akan dipakai oleh Kila, bibi Sum memberikan pada Kila.
dikamar lain
Richo sedang bersiap dikamar anak-anak karena tadi nyonya besar bersama bibi Siti dan beberapa maid menyuruh Richo untuk pindah kamar lain. Dan dikamar anak-anak lah Richo sekarang berada.
Richo berdiri didepan cermin ia merapikan jas yang ia pakai kali ini ia terlihat tampan dan berkarisma.
"Hari ini papi terlihat tampan sekali dengan pakaian itu" Puji Zec memandang Richo sambil bersendekap dada.
"Terimakasih sayang, hari ini anak-anak kesayangan papi juga terlihat tampan tampan"
"Iya dong " ucap Zoe.
"Sayang apa kamu sudah siap?" Tanya Richo pada Zil saat ia melihat Zil yang masih sibuk dengan kancing celananya.
"Baiklah sekarang biar papi yang akan membantu Zil untuk memasang kancing celananya"
Richo pun membantu Zil memasang kancing celananya.
"Dasar manja" ucap Zoe memutar bola matanya jengah.
"Biar wek!!" Zil menjulurkan lidahnya pada Zoe.
"Sudah-sudah jangan bertengkar" Richo melerai mereka.
"papi kami akan kekamarnya ibu dulu ya..." Zec meminta izin untuk pergi kekamar Kila.
"Apa kalian akan meninggalkan papi disini sendiri" Richo menampilkan wajah memelasnya.
"Papi tenang aja Zoe akan memanggil paman Mex untuk menemani papi"
"Ok, kalian pergilah ketempat ibu kalian" Richo akhirnya mengalah juga.
"Terimakasih papi" Ucap mereka bertiga secara bersamaan.
Zec, Zoe dan Zil akhirnya meninggalkan Richo dikamar sendirian.
__ADS_1
ceklek
pintu terbuka dan masuklah Mex kedalam kamar anak-anak.
"Permisi tuan, apa anda sudah siap?" Tanya Mex setelah ia masuk kedalam.
"Apa semuanya akan dimulai?"
"Belum tuan pak penghulunya masih dijalan karena terjebak macet" Jelas Richo
"Apa kamu tidak menjemputnya?" Richo bersendekap dada sambil memandang Mex.
"Sudah tuan, saya sudah mengirim sopir untuk menjemput pak penghulu" Mex langsung duduk di sofa memainkan ponselnya.
"Ok" Richo juga ikut duduk di sofa sebelah Mex kemudian ia melihat ponselnya yang berbunyi tanda ada pesan masuk.
Richo tersenyum saat melihat pesan yang dikirim Kila, ya pesan yang dikirim Kila adalah foto Kila bersama dengan anak-anak dengan pose yang sangat lucu.
Mex yang melihat Richo tersenyum sendiri merasa penasaran sebenarnya apa yang tengah dilihat oleh Richo itu.
Mex melirik ponsel Richo ia tersenyum saat melihat apa yang dilihat oleh Richo.
"Dia cantik kan tuan?" Mex tersenyum meledek
"Ya" jawab Richo tak sadar
"Wah ini suatu kemajuan karena tuan sudah mengakui kalau Kila itu cantik" Ledek Mex
"Hayy, ingat ya Kila memang cantik tapi masih lebih cantik Sinta karena bagiku Sinta lah yang paling cantik diantara wanita-wanita cantik lainnya" Ucap Richo
"Terserah tuan sajalah" Ucap Mex malas
Tok tok tok
Nyonya besar mengetuk pintu kamar anak-anak yang sedikit terbuka dan kemudian masuk.
" Richo, Mex ayo kita turun kebawah. Pak penghulunya sudah datang" Nyonya besar memberitahu mereka berdua.
"Ok mom"
"Baik nyonya besar"
Jawab Richo dan Mex secara bersamaan.
Nyonya besar menggandeng tangan Richo diikuti oleh Mex dari belakang. Mereka bertiga keluar dari kamar menuju tempat ijab Kabul yang ada ditengah-tengah ruangan itu.
Setelah sampai Richo duduk didepan pak penghulu dan paman Kila yang akan menjadi wali nikah Kila karena ayah Kila sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Kini semuanya sudah hadir termasuk para saksi dari kedua belah pihak dan Semua akan dimulai saat mempelai wanita sudah hadir.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada tangga termasuk Richo, ia tertegun saat melihat Kila yang terlihat anggun dan cantik dengan balutan kebaya berwarna putih menuruni anak tangga satu persatu dengan digandeng oleh ibu dan bibi Sum diikuti oleh ke-tiga anak-anak Richo dari belakang.
bersambung....