
"tidak ada apa-apa, cepat ganti baju sana" Ucap Richo datar.
"Iya mas" Kila kembali kembali menuju kamar mandi sambil memegangi gaunnya takut kalau jatuh.
Richo kembali naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya disana dengan pikiran yang kacau.
Maafkan aku Sinta, aku tidak akan mengkhianati cinta kita. Aku menikahinya hanya karena anak-anak bukan karena yang lain. Batin Richo kemudian ia memejamkan mata berusaha untuk tidur.
Kila kembali keluar dari kamar mandi. Kali ini ia sudah berganti pakaian dan siap untuk tidur.
Kila naik keatas ranjang dan melihat Richo tengah berbaring miring membelakangi dirinya, iapun segera segera merebahkan tubuhnya menghadap punggung Richo.
Kila menatap lekat punggung Richo. Ingin rasanya iya memegang punggung itu tapi itu semua hanya sebuah keinginan dan tidak mungkin terjadi.
Sekarang aku memiliki ragamu tapi tidak dengan hati dan cintamu.
kamu adalah milikku tapi aku tidak bisa menyentuhnya. Batin Kila masih menatap lekat punggung Richo.
****
Sudah 6 bulan Kila menikah dengan Richo tapi keadaan masih sama seperti yang dulu.
Richo tidak pernah membuka hatinya untuk Kila ia masih tetap setia dengan cintanya pada Sinta mendiang istrinya itu.
Setiap nyonya besar menanyakan kapan mereka akan bulan madu Richo selalu beralasan sibuk dan tidak ada waktu.
Nyonya besar sedih setiap ia memikirkan rumahtangga putranya itu. Apalagi saat nyonya besar memikirkan Kila yang selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Richo, bukan hanya berusaha tetapi Kila memang sudah menjadi istri yang terbaik dan sempurna untuk Richo karena Kila selalu memperhatikan dan melayani Richo dengan sangat baik tapi itulah Richo ia tidak pernah melihat kebaikan dan ketulusan yang diberikan oleh Kila untuknya.
Seperti biasa Kila duduk diruang tamu menunggu kedatangan Richo pulang bekerja.
Setelah 1 jam menunggu akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.
Kila yang melihat Richo datang langsung menyebutnya dengan senyuman terindahnya.
Tak lupa Kila mencium tangan Richo dan membawakan tas kerjanya.
__ADS_1
Sesampainya dikamar Kila meletakan tas kerja Richo ditempatnya setelah itu Kila melepas jas dan dasi yang digunakan oleh Richo.
"Mas Richo mau minum kopi dulu atau mau mandi dulu?" Tanya Kila sambil meletakkan sepatu Richo ditempatnya.
"Hari ini sangat melelahkan jadi saya mau mandi dan berendam dulu" ucap Richo melucuti semua pakaiannya dan menyisakan boksernya saja.
"Baiklah, mas mandi aja dulu nanti Kila buatkan kopi untuk mas Richo" Kila memungguti pakaian kotor Richo yang berserakan dilantai.
Richo mengangguk kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Kila tersenyum memandang Richo, sekarang ia sudah terbiasa dengan sifat Richo yang sering bertelanjang seperti itu saat berada dikamar pribadinya.
Kila menaruh pakaian kotor Richo ditempatnya dan meletakan baju ganti untuk Richo di atas ranjang. Setelah semua selesai Kila keluar dari kamar untuk membuat kopi.
Selesai makan malam Kila langsung masuk kamar sedangkan Richo sibuk dengan pekerjaannya diruang kerjanya.
ceklek
pintu ruang kerja Richo terbuka dan muncullah nyonya besar.
"Bolehkah mommy masuk?"
"terimakasih sayang" nyonya besar masuk dan duduk dihadapan Richo.
"Ada apa mommy datang kemari?" tanya Richo masih dengan fokus menatap layar leptopnya.
"Apa mommy tidak boleh kemari?"
"Bukan begitu maksud Richo mom" Richo menghentikan kegiatan mengetiknya.
Nyonya besar tersenyum " Mommy mengerti, mommy kesini hanya igi sedikit bercerita dengan mu tentang masa lalu mommy"
"Baiklah mom Richo akan mendengarkannya"
Richo mengajak nyonya besar duduk di sofa panjang dan nyonya besarpun mulai bercerita.
__ADS_1
"Dulu mommy dan Daddy mu menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tua kita. Dulu Daddy dan mommy tidak saling mencintai tapi lambat laun Daddy mulai mencintai mommy meskipun Daddy mu tau mommy tidak mencintainya tapi Daddy selalu memperlakukan mommy seperti seorang ratu ia selalu mengutamakan mommy sama seperti Kila yang selalu mengutamakan mu di atas kepentingannya sendiri" Nyonya besar terdiam sejenak. "Setelah Daddy meninggal mommy baru merasakan ada yang hilang dari diri mommy. Mommy merindukan perhatiannya kasih sayangnya dan semua yang Daddy mu lakukan untuk mommy, mommy merindukannya sangat merindunya. Mommy harap kamu tidak merasakan apa yang mommy rasakan, jangan pernah menyia-nyiakan orang yang mencintaimu untuk seseorang yang tidak bisa kamu miliki lagi dan jangan sampai kamu menyesalinya setelah dia tiada lagi disisimu" Nyonya besar menghapus air matanya sedangkan Richo hanya terdiam mencerna semua yang dikatakan nyonya besar.
Setelah Nyonya besar keluar dari ruang kerja, Richo pun juga meninggalkan ruangan itu dan masuk kedalam kamarnya.
"Apa kau belum tidur?" Tanya Richo saat melihat Kila masih berbaring di atas ranjang sambil membaca majalah.
Kila tersenyum dan menutup Majalahnya "Belum mas, Kila belum ngantuk" Ucap Kila menatap Richo.
"Ini sudah jam 10 ayo kita tidur" Richo mengambil majalah ditangan Kila dan meletakkannya di atas meja kemudian mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Richo berbaring disamping Kila dan menarik selimutnya untuk menutupi tubuh mereka berdua.
Kila yang melihat tingkah Richo malam ini hanya diam dan tersenyum. Kila memiringkan tubuhnya menghadap Richo begitupula dengan Richo. Mereka saling menatap satu sama lain.
"selamat tidur mas semoga mimpi indah, i love you" Ucap Kila kemudian memejamkan matanya.
Mendengar kata cinta dari kila hati Richo menghangat tapi ia diam tak berniat menjawabnya.
Bohong jika Richo mengatakan dirinya tidak tertarik pada Kila karena kenyataannya
ada debaran yang begitu kuat yang Richo rasakan setiap kali menatap Kila. Namun ia juga tak bisa mengabaikan janji yang ia ucapkan pada Sinta bawa ia takkan pernah mengkhianati cintanya apapun yang terjadi dan itulah yang membuat Richo tak dapat mendekat lebih jauh lagi dengan Kila.
Sakit rasanya namun ia tetap bertahan demi janjinya.
Dilihatnya Kila sudah terlelap dalam tidurnya Richo pun meraih tangan Kila dan mencium telapak tangan kila "Maaf" lirih Richo.
Pagi harinya Kila terbangun dari tidurnya ia begitu kaget saat melihat dirinya tengah berpelukan dengan Richo yang masih terlelap dalam tidurnya.
Mungkin rasa kagetnya itu hanya sesaat karena sekarang Kila malah tersenyum menikmati pelukan itu.
"rasanya hangat dan nyaman" Gumam Kila masih dalam pelukan Richo
Richo mulai mengerjakan matanya dan menyadari jika dirinya memeluk Kila iapun dengan reflek mendorong Kila hingga Kila terjatuh dari ranjang.
"Aduh" keluh Kila
"Maaf" Richo segera turun dari ranjang dan membantu Kila berdiri.
__ADS_1
"Pagi ini aku sangat bahagia karena pelukanmu itu hangat sekali rasanya, tidak papa jika aku harus terjatuh untuk bisa merasakan pelukan itu"
bersambung....