
Geri sangat kesusahan mencari celah agar bisa bertemu dengan Tisha atau Ana,sebagai senjata ancaman buat Edwar.
Pengamanan dari papa Raksa sangat ketat,Mama Ana kembali harus tinggal dirumah Mama Cintya karena Geri sudah mengetahui tempat tinggal Edwar.
"Maaf ya sayang,kalian harus dikurung lagi dan tidak bebas untuk keluar rumah"Ucap Ardan sendu pada Tisha yang masih asik memberi asi pada Baby Alden.
"Gak apa-apa Mas,Kondisi sangat tidak aman diluar sana,aku juga tidak mau ambil resiko yang akan membuat ku menyesal nantinya,Aku malah mengkhawatirkan mu Mas"Tisha mengusap pipi sang suami lembut.
"Mas akan baik-baik saja sayang,Mas akan berusaha lebih keras lagi untuk menyelesaikan masalah ini semua".Ucap Ardan
"Mas apa sebaiknya aku berikan saja perusahaan itu pada Om Geri? ,jadi ia tak mengganggu keluarga kita lagi"Tanya Tisha dan meletakkan Baby Alden yang sudah tertidur lelap kedalam box bayinya.
"Bagi Mas percuma Sha,dari dulu bukannya Om Geri sudah memimpin perusahaan itu,Namun ia tetap tak melepaskan kalian semua".
"Itu yang Sha bingung Mas,Apa sebenarnya yang di inginkan Om Geri".
"Perusahaan itu masih atas namamu Sha,mungkin om Geri ingin mengganti namanya disana"Ardan memberi kan istrinya penjelasan
"Ya aku ikhlas kok Mas,kalau perusahaan itu aku berikan pada Om Geri"Ucap Tisha tulus
"Papa Edwar juga menginginkan hal yang sama dengan mu Sha,tapi kami semua masih memikirkan yang akan terjadi kedepannya,kamu tau kan saat perusahaan terpuruk Om Geri dengan santai meninggalkannya,setelah perusahaan bangkit kembali ia dengan se enaknya ingin mengambil alih".Ardan memberi penjelasan pada istrinya
"Aku sedikit lelah Mas,sejak kecil sampai sekarang hanya masalah itu yang keluarga ku hadapi,Bahkan karena harta ini merubah semuanya Om dan bibiku menjadi serakah dan penuh dendam".Tisha merasa kecewa yang ia harapkan keluarga besarnya itu bisa hidup damai dan saling menyayangi.
__ADS_1
"Iya Mas mengerti Sha,kita akan pikirkan ini besok lagi kamu pasti lelahkan merawat anak kita seharian ini,Mau mas peluk"Ardan memberi tawaran.
Tisha mengangguk dan mendekati suaminya.Pelukan Ardan bisa membuat Tisha merasa nyaman.
********
Pagi menyapa Ardan yang sudah ada janji menemui Taufan pun memilih untuk lebih awal turun kekantornya.
Setelah menyelesaikan sarapan dan berpamitan pada keluarganya,Ardan pun langsung berangkat kerja.
Taufan juga sudah menunggu Kedatangan Ardan dengan membawa beberapa bukti yang ia temukan.
"Sudah lama menungguku"Tanya Ardan yang sudah melihat Taufan berada didalam ruangannya.
Ardan menganggukan kepalanya
"Bagaimana apa ada bukti yang bisa memberatkan dan menuntut Om Geri keranah hukum??"Ardan sudah tak sabar ingin melihat bukti-bukti yang Taufan bawa.
"Kamu pasti sangat terkejut melihat bukti yang pertama".ucap Taufan
Taufan menunjukan beberapa foto kebersamaan Geri dan Kiara
"Mereka punya hubungan spesial ternyata".
__ADS_1
Ardan tersenyum sinis
"Kiara dan Om Geri sudah lama saling mengenal,dan lihat foto ini".Taufan menunjukan sebuah Foto
"Foto kecelakaan mobil??ucap Ardan
"Ya,ini adalah Foto kecelakaan mobil Papa Edwar yang diambil oleh seorang wartawan.Tapi bukan itu yang aku fokuskan,lihat dua orang yang berdiri tak jauh dari lokasi kejadian".Taufan menunjuk dua orang yang ikut Terfoto oleh sang wartawan.
"Siapa orang itu????"Tanya Ardan
"Ini adalah Om Geri dan seorang Wanita"jawab Ardan
"Apa hubungan nya ??"Ardan masih bingung
"Wanita ini harus kita cari tau,dan kita bisa jadikan saksi".Ucap Taufan lagi
"Ah benar sekali,kamu jenius sekali Fan"Ucap Ardan bangga
"Aku tak sejenius itu,semua ini juga bantuan dari Papa".Elak Taufan
"Ahhh kenapa kepintaran Papaku itu tak menurun padaku,Itu sebabnya Papa selalu meminta mu untuk menyelesaikan semua masalah dibanding aku"gumam Ardan
"Karena setiap permasalahan kamu selalu selesaikan dengan otot bukan otak"Ucap Taufan
__ADS_1
"Tumben bener"Ardan menonjok pelan bahu Taufan dan mereka pun tertawa melepas sedikit beban pikiran.