Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
roof top


__ADS_3

Ivan dan Lana memasuki lift menuju lantai teratas hotel ini yang memang sudah Ivan siapkan malam ini.


di dalam lift Lana buru melepas tangannya yang diapit Ivan.


"kenapa dilepas??". tanya Ivan tersenyum geli melihat tingkah Lana.


"aku ga bakal kesasar jadi tenang aja". sambil sedikit menjauh dari Ivan.


sesampainya mereka di tingkat teratas hotel itu. Lana terpukau melihat pemandangan dari atas yang memperlihatkan kilauan lampu kota yang berwarna warni... langit hari itu cukup cerah sehingga bintang2 terlihat sangat indah.


Mereka duduk berhadapan dan para pelayan sudah berdatangan membawa makanan pembuka. Lana yang hanya diam dari tadi menatap Ivan dengan tatapan heran.


"ga usah pandangin aku gitu, aku memang cakep". Ivan menatap Lana dengan lembut


"GR!... " Lana membuang pandangannya.


"Ayo makan, aku sudah pesankan semua untuk kita, perutku rasanya sudah keroncongan nih!" seru Ivan karena memang dia sedari tadi belum makan karena saking sibuk untuk urusan akreditasi.


Mereka makan dalam hening hanya suara sendok dan garpu yang beradu seolah ingin menyampaikan sesuatu antara mereka.


saat telah menyelesaikan acara makan mereka, Lana membuka suara


"kenapa ngajakin aku makan bahkan aku belum kenal betul siapa kamu"

__ADS_1


"hmmmm... "...


" jangan ham hem ham hem donk di jawab kan sudah makan pasti punya tenaga buat jawab"


"Maaf kalau membuatmu sewot dan sebel karena ini apalagi dengan sekarang aku ngajakin kamu makan malam sama kamu". Ivan mulai menjelaskan dengan lembut.


"jadilah kekasihku!". Ivan menatap Lana dalam


"Appaaa... kamu sudah stress ya.. habis obatnya??" Lana kembali sewot


"Enggak... aku ga stress, aku tau kamu.."


"Aneh tiba2 ngajak jadian.. huh.." Lana geram


"Aku Ivan dan... ILana Saraswati jadilah kekasihku". ucap Ivan menatap Lana.


"Kenapa diam??" Ivan bertanya sambil melangkah ke arah Lana.


"aku mau pulang, tak usah antar aku biar aku naik taxi online saja, terima kasih untuk makan malamnya". Ucap Lana tertunduk dan melangkah ke arah lift


mendengar ucapan Lana, Ivan terdiam dan meremas jemarinya...


Lana.. aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, dan mengakui perasaanmu itu.

__ADS_1


flashback on


sebenarnya sebelum makan malam ini, Ivan telah banyak menggali informasi tentang Lana, karena setelah makan siang dengan kakeknya Ia tak tinggal diam takut akan dijodohkan dengan orang yang salah,


Ivan telah terpukau pada Lana semenjak beberapa pertemuan mereka sebelumnya, apalagi dengan kisah bahwa Lana adalah seorang yang mandiri dan berprestasi. dan juga karena kakek dan pamannya yang memberikan rekomendasi, pastilah bukan orang sembarangan hal ini pula yang membuat Ivan merasa harus dekat dengan Lana.


flashback off


Lana keluar dari hotel itu dengan terburu buru, sebelumnya Ia telah memesan taxi online yang sekarang telah menunggunya di lobby hotel.


"ke Jalan XX ya Pak" pinta Lana pada supir taxinya.


"baik mbak sesuai aplikasi".


Dlama perjalanan pulang itu selalu terngiang "jadilah kekasihku"...


"ouugh bisa edan aku ini... ouughhh shiiit". tanpa Lana sadari Ia mengumpat umpat.


"maaf mbak... apa mbak baik2 saja??" tanya supir itu pada Lana.


"Ehh.. ehmm.. saya ga pa2 mas... maaf jadi gaduh".


"tidak apa mbak.. saya yang maaf karena takut mbaknya lagi ga enak badan". ucap tulus sang supir.

__ADS_1


akhirnya Lana sampai di rumahnya, hari ini melelahkan baginya.. setelah bersih2 diri, Lana merebahkan diri di tempat tidurnya.


mencoba masuk ke alam mimpinya.


__ADS_2