
"Bibi tolong jaga inces sebentar ya..." Ucap Kila setelah ia berada dilantai satu dan bertemu dengan bibi Siti disana.
"Baik nyonya muda" Jawab bibi Siti. Bibi Siti selalu memanggil kila nyonya muda saat Kila bersama keluarganya tapi jika ia sedang berdua hanya dengan Kila saja bibi Siti memanggil Kila seperti biasanya yaitu Kila karena ia sudah menganggap Kila seperti anaknya sendiri.
princess dibawa bibi Siti bermain di kamarnya sedangkan Kila dan nyonya besar pergi kerumasakit diantar oleh sopir yang khusus untuk mengantar nyonya besar.
kini mobil yang membawa nyonya besar dan Kila sudah ada dilobi rumasakit. Kedatangan Meraka disambut oleh dokter Sefan karena tadi sebelum nyonya besar sampai dirumasakit nyonya besar sudah terlebih dahulu menghubungi dokter Sefan kalau dirinya dan Kila akan datang kerumasakit.
"Selamat siang nyonya besar dan nyonya muda Kila" Sapa dokter Sefan saat mereka berdua sudah turun dari mobil.
"Siang dok!" Jawab nyonya besar dan Kila secara bersamaan sambil tersenyum.
"Mari nyonya besar kita bicara diruangan saya" Ajak dokter Sefan dengan ramah.
"Ya" Jawab nyonya besar kemudian menggandeng tangan Kila.
mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruangan dokter Sefan.
Sesampainya diruangannya dokter Sefan mempersilahkan mereka duduk.
Kila dan nyonya besar saat ini sedang duduk didepan dokter Sefan dan hanya dibatasi oleh meja kerja milik dokter Sefan.
"Kenapa nyonya besar report report datang kesini, jika memang ada yang sakit nyonya besar kan bisa menghubungi saya" Ucap dokter Sefan menatap nyonya besar dengan tersenyum.
"Saya kesini karena mau memastikan tentang kesehatan Kila dok" Jawab nyonya besar tersenyum.
"Memangnya nyonya muda sakit apa?" Tanya dokter Sefan.
"Kila jelaslah" Perintah nyonya besar memandang Kila
Kila mengangguk memandang nyonya besar kemudian ia kembali memandang dokter Sefan.
"Begini dok, saya sering mengalami mimisan, tidak napsu makan, mudah lelah, pusing, berat badan saya juga mulai turun, wajah saya terlihat pucat dan satu lagi dok dileher saya ini ada benjolan kecil" Ucap Kila menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu kita harus melakukan serangkaian tes kesehatan untuk membuktikan dugan saya ini salah atau benar" Ucap dokter Sefan dengan serius.
__ADS_1
"Memangnya dugaan anda Kila ini sakit apa?" Tanya nyonya besar merasa penasaran.
"Saya menduga bahwa nyonya muda terkena leukemia atau kangker darah tapi ini hanyalah dugaan saya dan saya harus membuktikannya"
Nyonya besar menutup mulutnya tidak percaya Kila akan memiliki penyakit yang mematikan itu. Kila memandang nyonya besar dan memegang tangan nyonya besar.
"Mom jangan khawatir Kila baik-baik saja" Ucap Kila tersenyum berusaha menutupi kesedihannya.
"Ya" Jawab nyonya besar lirih.
Setelah Kila melakukan serangkaian tes kesehatan kini ia sedang duduk di kantin rumasakit bersama dengan nyonya besar. Tadi dokter Sefan bilang jika semua hasil tes kesehatan Kila akan selesai dua jam lagi, Jadi Kila dan nyonya besar memutuskan untuk menunggunya di kantin rumasakit sambil makan siang.
Kini Kila dan nyonya besar meninggalkan kantin rumasakit dan kembali ke ruangan dokter Sefan karena barusaja dokter Sefan menghubungi nyonya besar kalau hasil tes kesehatan Kila sudah selesai.
Nyonya besar dan Kila duduk bersebelahan menghadap dokter Sefan dengan wajah tegang.
"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya nyonya besar yang sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui apakah perkiraan dokter Sefan itu benar atau tidak.
"Sabar mom" Bisik Kila memegang tangan nyonya besar.
"Begini nyonya besar, nyonya muda memang mengidap penyakit kangker darah setadium tiga dan nyonya muda harus melakukan serangkaian pengobatan rutin untuk tetap bertahan hidup" Ucap dokter Sefan serius.
"Itu semua tergantung pada keinginan nyonya muda untuk bertahan hidup biasanya Pasian bisa sembuh total ada juga yang tidak karena dia tidak memiliki semangat hidup saat mengetahui dia terkena penyakit kangker tersebut" Dokter Sefan berusaha menjelaskan.
"Baiklah dok kami mengerti" Ja ab nyonya besar lemas
"Untuk saat ini saya akan meresepkan obat tapi untuk besok saya akan mentransfusi darah karena nyonya muda sudah mulai lemas dan darahnya hampir habis. Untuk besok nyonya muda bisa datang siang hari karena kebetulan dokter spesialis kangker praktek siang.
"Iya dok" Jawab Kila.
"Ini resep obatnya" Dokter Sefan menyerahkan resep obat pada Kila.
"Terimakasih dok" Kila mengambil resep obat yang dari dokter Sefan.
"Sama-sama nyonya muda!" Jawab dokter Sefan tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah dok kalau begitu saya permisi dulu" Pamit nyonya besar berdiri dari duduknya begitu juga dengan Kila.
"Silahkan nyonya besar" Jawab dokter Sefan juga berdiri dari duduknya.
Setelah menebus obat dari dokter nyonya besar dan Kila segera keluar dari rumasakit karena dilobi rumasakit sopir pribadi nyonya besar sudah menunggu mereka berdua.
Sekarang ini Kila dan nyonya besar berada di dalam mobil duduk bersebelahan.
"Mom jangan sedih seperti ini aku tidak apa-apa dan aku pasti baik-baik saja" Ucap Kila tersenyum mengenyam tangan nyonya besar. Kila berkata demikian karena dari tadi nyonya besar terlihat sedih.
"Kila mommy sangat menyayangimu kami adalah menantu terbaik mommy dan mommy tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kamu. Nanti mommy akan bicara dengan Richo supaya dia mencarikan dokter terbaik untuk mu" Ucap nyonya besar menatap wajah Kila.
"Kila mohon jangan katakan pada mas Richo tentang penyakit ku ini mom" Ucap Kila dengan memelas.
"Kenapa Richo tidak boleh tahu? Dia suamimu dan dia harus tahu!" Ucap nyonya besar membelai rambut Kila.
Kila menyandarkan kepalanya di bahu nyonya besar
"Aku tidak mau merepotkan mas Richo mom lagipula untuk apa mencari dokter yang terbaik untuk Kila. Jujur Kila sudah lelah mom dengan semua ini karena ada atau tidak adanya Kila dihidup mas Richo itu tidak akan berpengaruh" Ucap Kila lirih.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu Kila" Tanya nyonya besar mendekap tubuh Kila.
"Karena sampai kapanpun mas Richo tidak akan pernah bisa mencintaiku jadi tidak apa-apa jika aku harus mati"
"Astaga Kila apa benar selama ini Richo belum mencintaimu?" Tanya nyonya besar kaget karena selama ini Richo sangat perhatian pada Kila dan itu membuatnya berfikir kalau Richo sudah mencintai Kila dan melupakan Sinta tapi ternyata pikirannya salah.
"Iya mom jadi aku mohon jangan memberitahu mas Richo tentang penyakit ku ini"
"Baiklah tapi kamu harus rutin minum obat dan mengikuti serangkaian pengobatan yang disarankan oleh dokter.
"Iya mom" Jawab Kila semakin mengeratkan pelukannya dan mulai memejamkan matanya dalam pelukan hangat nyonya besar.
Tidak terasa kini Kila dan nyonya besar sudah tiba di rumah dan mereka segera turun dari mobil masuk kedalam rumah.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa like dan komen
terimakasih 🙏🙏