Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.60


__ADS_3

"Kamu ini belum mandi sudah makan, jorok sekali" Omel nyonya besar ketika menyadari jika Richo belum mandi.


"Sorry mom Richo laper banget udah enggak tahan" ucap Richo nyengir kuda.


"Dasar anak nakal! Kamu pasti ngajak Kila lembur mangkanya kamu sampai kelaparan gitu dan sampai-sampai Kila tidak bisa turun untuk sarapan" Ledek nyonya besar sambil tersenyum.


"Kila itu benar-benar enggak badan mom dan siapa juga yang melakukan itu" Richo mencabikkan bibirnya.


"Siapa tahu" Jawab nyonya besar Santai sambil menaikkan kedua bahunya.


Richo segera menyelesaikan makanya setelah itu ia mengambilkan makanan untuk Kila.


"Mom aku sudah selesai" Richo segera berdiri dan membawa nampan berisi makanan untuk Kila.


"Richo apa itu untuk Kila?"Tanya nyonya besar melirik nampan yang Richo bawa.


"Yes mom"


"Kenapa kau tidak sekalian bawakan Kila susu? Setidaknya jika Kila tidak bisa memakan makanannya dia bisa meminum susu" Saran nyonya besar.


"Baiklah mom Richo akan buatkan susu"


Selesai membuat susu Richo segera kembali ke kamarnya.


ceklek


Richo membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam menghampiri Kila yang tengah berbaring.


Richo duduk menghadap Kila dan siap untuk menyuapinya.


"Kila bangunlah sarapan dulu"


"Iya mas" Kila bangun dari tidurnya dan bersandar di ranjang.


"Ayo sekarang bukalah mulutmu"


Kila membuka mulutnya dan Richo segera menyuapkan makanan kedalam mulut Kila.


Baru satu suapan Kila sudah merasakan mual tapi ia tahan supaya Richo tidak memanggil dokter Sefan.


"ayo buka lagi mulutnya"


Kila menggelengkan kepalanya "Sudah"


"Makanannya belum habis Kila. Ini baru beberapa kali suapan dan kamu harus menghabiskannya supaya kamu tidak lemas"


"Aku sudah kenyang" lirih Kila


"Baiklah tapi kamu harus minum susunya dan memakan buah ini"


"Apa buah ini mas Richo juga yang siapkan? Tanya Kila melihat potongan buah yang ada di mangkuk.


"Bukan, tadi waktu aku membuat susu Mommy yang menyiapkan buah itu" Jelas Richo.


"Oh"


Richo memberikan gelas susu pada Kila dan Kila pun menerimanya.


glek glek glek


Kila meminum susunya hingga habis tak tersisa.

__ADS_1


"Nah gitu dong dihabiskan" Richo tersenyum senang karena Kila menghabiskan susunya.


ceklek


pintu kamar Richo terbuka dan masuklah Zec, Zoe dan Zil yang sudah rapi dengan baju seragam sekolahnya.


Kila dan Richo memandang kearah pintu yang dibuka oleh ke-tiga anaknya.


"Pagi ibu" Sapa ke-tiga anak-anaknya secara bersamaan.


"Pagi juga sayangnya ibu" Jawab Kila tersenyum lebar.


Richo yang melihat anaknya mendekati Kila ia segera menaruh nampannya di atas meja dan memberikan mangkuk berisi buah kepada Kila.


"Makanlah buahnya sambil ngobrol bersama mereka" Richo berdiri dari duduknya.


"Iya mas"


"Zec, Zoe, Zil temani lah ibu kalian disini. Papi akan mandi sebentar" Perintah Richo pada ke-tiga anaknya.


"Ok Pi..." Jawab ketiganya secara bersamaan.


Richo segera menuju kamar mandi dan masuk kedalam untuk membersihkan diri.


"Ibu kenapa buahnya tidak dimakan?" Tanya Zec


"Apa ibu mau Zoe yang suapi"


"Mau dong" Jawab Kila sambil tersenyum.


"Ok" Ucap Zoe kemudian menyuapkan buah kedalam mulut Kila.


"Ibu buahnya enakkan? Tanya Zil sambil mengunyah buah yang ia ambil dari mangkuk yang dipegang Kila.


"Iya sayang"


"Adek kenapa kamu ikut memakan buah ibu? Zec memelototi Zil


"Tau tuh adek, buah ini kan untuk ibu" Geram Zoe juga


"Hehehe..., maaf" Ucap Zil cengengesan kemudian memeluk Kila.


Entah sejak kapan Richo sudah berada di dekat Kila dan anak-anak dengan penampilan yang sudah rapi dan siap berangkat bekerja.


"Apa mas akan berangkat bekerja sekarang? Tanya Kila menatap Richo.


"Iya karena Mex sudah menunggunya dibawah"


"Baiklah"


Seperti biasanya Kila mencium tangan Richo setiap kali Richo hendak berangkat bekerja walaupun kali ini Kila tidak mengantar Richo sampai ke depan.


"Ingat ya kamu harus istirahat dan tidak boleh kemana-mana jika butuh sesuatu panggil saja bibi Siti" Pesan Richo.


"siap mas" Ucap Kila meletakan tangannya di pelipis kanannya sambil tersenyum.


"Zec, Zoe, Zil, ayo kita berangkat" Ajak Richo pada ke-tiga anaknya.


"Baik Pi!" Jawab mereka bertiga secara bersamaan.


"Ibu Zec berangkat sekolah dulu ya..." Pamit Zec kemudian mencium tangan Kila.

__ADS_1


"Iya sayang belajarlah yang pintar" Kila mencium kening Zec.


"Zoe juga akan berangkat Bu" Zoe juga mencium tangan Kila.


"Iya sayang belajarlah yang pintar" Kila juga mencium kening Zoe.


"Zil juga ibu" Zil juga melakukan hal yang sama seperti kedua kakaknya yaitu mencium tangan Kila


"Iya sayang belajarlah yang pintar" Kila mencium kening Zil


usai berpamitan dengan Kila mereka semua keluar kamar dan berangkat ke sekolah bersama dengan Richo.


Kila merenung sendiri dikamarnya memikirkan sesuatu yang harus ia lakukan untuk memastikan semua yang ia terka beberapa hari ini.


Aku sudah telat datang bulan dan aku harus memastikan apakah aku hamil atau tidak. Tapi jika aku hamil apakah mas Richo senang? ah entahlah aku harus memastikannya terlebih dahulu. Gumam Kila dalam hati.


Setelah sekian lama Kila merenung akhirnya ia memanggil bibi Siti untuk datang ke kamarnya.


Tok tok tok


Bibi Siti mengetuk pintu kamar Kila


"Masuk bibi" Teriak Kila dari dalam.


Ceklek


Bibi Siti masuk kedalam kamar Kila dan mendekati Kila yang duduk di atas ranjang.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya bibi Siti dengan ramah


"Bibi Kila sudah bilang kalau bibi tidak boleh memanggilku nyonya" Protes Kila pada bibi Siti.


"Bibi tidak enak jika harus memangil seperti biasanya karena keadaannya sekarang sudah berbeda"


"Bibi tidak usah merasa tidak enak, pokoknya jika hanya kita berdua bibi harus memanggil Kila dengan nama saja tidak perlu pake embel-embel nyonya segala"


"Baiklah nyonya eh salah Kila maksudnya" Ucap bibi Siti dengan terkekeh.


"Bibi duduklah disini" Kila nyuruh bibi Siti duduk disampingnya.


"Baiklah bibi akan duduk disini. Sekarang katakan apa yang kamu inginkan?" Ucap bibi Siti sambil duduk disamping Kila.


"Bibi Kila takut" Kila menundukkan kepalanya sedih.


"Kamu takut kenapa kila?"


"Kila takut kalau Kila hamil bibi"


"kenapa Kila takut bukankah setiap pasangan suami istri itu sangat menginginkan kehadiran seorang anak?" Tanya bibi Siti heran dengan apa yang diucapkan Kila.


"Bibi memang benar tapi mana mungkin mas Richo menginginkan anak dariku sedangkan dia tidak pernah mencintaiku" Kila menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Maksud kamu apa kila?" Bibi Siti tidak mengerti apa maksud Kila jika Richo tidak mencintainya.


Kila terdiam semakin menunduk ia ragu untuk menceritakan pernikahannya dengan Richo pada bibi Siti.


bersambung....


jangan lupa like & komen


terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2