Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 132


__ADS_3

Khansa sudah mulai gelisah,Vina tak ada tanda-tanda ingin pulang.Ia malah asik berjoget ria bersama para pria yang tak Khansa kenali sama sekali.


Kairo terus saja mendekati Khansa.sesekali mengajak khansa untuk ngobrol dan menikmati hidangan yang sudah Kairo siapkan untuk para tamu undangannya.


"Kairo gue harus segera pulang"Pamit Khansa saat melihat jam ditangannya sudah menunjukan pukul Sepuluh malam.


"Ayolah Khansa nikmati pesta ini,lihat Vina ia seperti tak ingin pulang cepat".Bujuk Kairo ia masih ingin mengulur waktu agar bisa menjebak Khansa.


"Nggak apa-apa gue bisa pulang naik Taksi online".Khansa pun berpamitan pada Kairo.


Vina pun akhirnya terpaksa harus ikut pulang bersama Khansa,Karena Kairo memberi kode padanya.Vina dan Kairo sudah mengatur rencana apa yang akan mereka mainkan.


Kairo nampak menghubungi seseorang saat Khansa keluar dari diskotik.


Alden pun tak membuang waktu segera mengikuti Khansa dan Vina,ia tak percaya Kairo akan membiarkan khansa pergi begitu saja.


Namun saat keluar,Alden tak menemukan dimana Khansa,hanya Vina yang sedang asik mengotak ngatik ponselnya.


"Vina dimana Khansa"Tanya Alden


Vina yang tak menyangka akan kedatangan Alden pun sangat terkejut dan hampir menjatuhkan ponselnya.


"Vina dimana Khansa!!!!!"Alden menaikkan nada suaranya.


"Khansa tadi pergi sebentar ke kamar kecil untuk mengganti pakaiannya,Kenapa lu bisa disini???"Vina mencoba bersikap tenang agar Alden tak curiga.

__ADS_1


"Kenapa lu biarkan dia sendiri,kamu tau tempat ini nggak aman buat kalian para cewek"Gumam Alden kesal.


"Gue tadi mau nemenin tapi Khansa menolak"Ucap Vina berbohong jelas sekali ia memang sengaja membiarkan Khansa pergi seorang diri karena orang suruhan Kairo sudah menunggu kesempatan untuk menculik Khansa.Jadi ia seakan tidak terlibat dalam renacana Kairo.


Alden pun langsung mencari Khansa,telat sedikit saja ia akan kehilangan kesempatan.


Khansa nampak santai keluar dari kamar kecil tempat ia berganti pakaiannya.


Ia melihat dua orang laki-laki berdiri mondar mandir dan mulai mendekat ke arahnya.


Khansa terlihat khawatir,dan mempercepat langkahnya agar bisa menghindar.


Namun kedua lelaki itu lebih cepat menangkap Khansa,belum sempat Khansa berteriak tangan lelaki itu langsung mendekap mulutnya.


"Mami,papi maafin Khansa"Bathin Khansa memanggil kedua orang tuanya.


Ia baru menyesali perbuatannya sudah berbohong pada Mami dan Papinya.


"Ayo ikut kami dengan tenang"Salah satu lelaki itu menyodorkan senjata tajam pada Khansa.


Alden terus mencari dimana letak Toilet wanita,namun setelah sampai ia sudah tak menemukan Khansa disana.


"Moy elu dimana"Alden sudah sangat khawatir.


Terdengar suara gaduh di koridor tak jauh dari Alden berdiri.

__ADS_1


Khansa yang mempunyai kesempatan untuk melepaskan diri langsung mengeluarkan aksi bela dirinya.Namun Khansa tak menyadari ia melawan lebih dari satu orang ia sedikit kewalahan.


Alden pun langsung membantu khansa untuk melawan para penculik.Akhirnya kedua penculik itu berhasil mereka lumpuhkan.


Walau Alden sempat terkena senjata tajam di lengannya.


"Ayo kita pergi secepatnya dari sini,sebelum kawanan mereka datang".Alden menarik tangan Khansa.


Khansa sedikit penasaran mengapa Alden bisa berada disini,namun ia tak menanyakan nya langsung.Karena melarikan diri adalah jalan aman saat ini.


Khansa khawatir melihat tangan Alden yang mengeluarkan darah segar.


Alden membukakan pintu mobil buat Khansa.


Vina sudah tak terlihat di area parkir.


"Gimana dengan Vina???"


"Lihat temanmu itu meninggalkanmu"ucap Alden saat tak melihat lagi keberadaan Vina.


"Al biar gue yang nyetir,tangan lu terluka".Ucap Khansa.


"Gue masih bisa,Cepatlah masuk"Suruh Alden.


"Kita kerumah sakit dulu,luka ditangan mu perlu tindakan medis".Ucap khansa dan Alden pun mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2