
"Tidak mau aku mau makan ayam goreng kremes dan buah saja" rengek Kila.
"Baiklah"Richo mengambil buah-buahan yang sudah dipotong untuk Kila.
"Ini ayo buka mulutnya" Perintah Richo saat Kila tidak mau membuka mulutnya.
"Aku tidak mau di suapi, aku mau makan ayam goreng kremes dan buahnya sendiri saja"
"Ok" Richo pun menuruti keinginan bumil itu dan mengelap tangan Kila dengan tisu basah supaya lebih bersih.
Melihat Richo yang perhatian membuat nyonya besar bahagia dan ia berharap ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka kedepannya.
Setelah membersihkan tangan Kila Richo mengambil Boba yang ia beli tadi dan memakannya dengan lahap. Entah kenapa semenjak Kila hamil Richa selalu ingin memakan makanan manis dan juga makanan yang jarang ia makan. Padahal dulu disaat Sinta hamil sampai 3 kali ia tidak pernah ikut mengidam seperti saat ini.
Kila menelan silvanya saat melihat Richo makan Boba dengan begitu lahapnya.
"Mas apa itu enak? tanya Kila menatap Boba yang dimakan Richo
"Enak, sangat enak sekali. Apa kamu mau?" Tanya Richo masih dengan mulut yang penuh dengan cake Boba itu.
"Mau" Jawab Kila lirih
Richo segera mendekati Kila ketika Kila menginginkannya Boba yang dimakannya.
"Katanya tadi tidak mau"
""Melihat mas memakan Boba dengan lahap aku jadi ingin" jawab Kila dengan manja.
"Baiklah ayo kita makan bersama"
"Ya"
Akhirnya mereka makan bersama dan disaksikan oleh ke-tiga anaknya dan juga nyonya besar.
Semenjak Richo mendengar penjelasan dokter ia menjadi berubah lebih perhatian pada Kila meski ia masih bimbang dengan perasaannya.
"Papi kata Oma didalam perut ibu ada adek bayinya?" Tanya Zoe.
"Iya sayang" Jawab Richo menyuapkan Boba pada Kila
"Itu berarti ibu sedang hamil" Ucap Zec
"Apa itu artinya kita akan punya adik?" Tanya Zil
"Iya sayang kalian semua akan memiliki adek bayi lagi" Richo menatap mereka bertiga.
"Apa kalian senang?" Tanya Kila pada mereka.
"Kami senang ibu, tapi apakah ibu akan menyayangi kami jika ada adek bayi lagi?" Tanya Zec dengan sedih.
"Tentu saja ibu akan tetap menyayangi kalian jadi kalian tidak usah cemaskan itu. Bagi ibu kalian adalah anak-anak kesayangan ibu dan akan tetap menjadi kesayangan ibu" Ucap Kila kemudian ia merentangkan tangannya supaya mereka memeluknya.
melihat Kila merentangkan tangan Zec, Zoe dan Zil tersenyum dan langsung masuk dalam pelukan Kila.
__ADS_1
"Awas hati-hati jangan sampai perut ibu tertekan" Richo memperingati anak-anaknya dan menaruh Boba yang yang Hanya tinggal sedikit itu di atas meja.
"Baik papi" Jawab mereka bertiga kemudian tersenyum memeluk Kila.
"Apa Oma tidak di ajak berpelukan?" Tanya nyonya besar pura-pura bersedih.
"Oma kemarilah" Panggil Zec melambaikan tangannya.
Nyonya besar tersenyum kemudian ia mendekati mereka berlima dan duduk disampingnya Kila.
"Papi kenapa papi tidak ikut memeluk ibu?" Tanya Zil memandang Richo yang sedang berdiri diam disampingnya nyonya besar.
"Tempatnya tidak muat sayang, papi disini saja" Jawab Richo tersenyum.
"Baiklah begini saja bagaimana jika papi duduk disebelah ibu dan memeluknya terus Oma akan meluk papi, apa kalian setuju?" Nyonya besar memberikan solusi.
"Itu lebih baik" Ucap Zec setuju.
"Ok" Nyonya besar berdiri dan menyuruh Richo duduk disamping Kila.
"Ayo duduklah nak" Perintah nyonya besar pada Richo.
Akhirnya Richo duduk disamping Kila dan memeluknya. semua saling memeluk dan tersenyum bahagia.
"Ibu mana ponselnya? Ayo kita berfoto bersama!" Zoe meminta foto bersama.
"Apakah kalian ingin berfoto bersama?" Tanya Richo pada mereka.
"Baiklah, gunakan saja ponsel papi untuk berfoto" Richo mengambil ponselnya didalam saku celananya. "Kila Karena kamu yang ditengah jadi kamu yang harus memegang ponselnya" Richo menyerahkan ponselnya pada Kila.
Semuanya nampak bahagia dengan acara foto-foto itu termasuk Kila.
Hari ini aku sangat bahagia dan semoga kebahagiaan ini tidak cepat hilang. Batin Kila.
Jam terus berjalan tak terasa kini hari pun sudah mulai petang tapi anak-anak belum juga mau pulang bahkan mereka ingin menginap dan pulang bersama Kila besok pagi.
"Mom jika mommy ingin pulang, pulanglah biar anak-anak menginap disini. Mommy tidak perlu mencemaskan mereka karena Richo pasti akan menjaga mereka" Ucap Richo pada nyonya besar ketika anak-anaknya tidak ingin diajak pulang oleh nyonya besar.
"Baiklah mommy akan pulang kamu janganlah mereka" Jawab nyonya besar tersenyum.
"Iya mom" Richo juga tersenyum membalas senyuman nyonya besar.
"Kila mommy pulang dulu ya..." Pamit nyonya besar pada Kila.
"Iya mom, hati-hati dijalan" Jawab Kila mencium tangan nyonya besar.
"Iya sayang mommy pergi dulu" Kemudian nyonya besar beranjak pergi.
"Da..., Oma" ke-tiga anak Richo melambaikan tangan.
"Da..., sayang" Balas nyonya besar.
Nyonya besar keluar dari ruang rawat VVIP dan kembali kerumah.
__ADS_1
*****
Pagi ini Richo sudah sibuk bersiap-siap mengemas semua barang barangnya karena tadi setelah ia mengurus semua atministrasi Kila sudah boleh langsung pulang.
"Kila ini baju gantimu, sekarang ayo aku antar kekamar mandi tapi ingat jangan banyak gerak nanti bisa terpleset" Richo memberikan baju ganti yang ia pegang pada Kila.
"Iya mas, jangan khawatir" Jawab Kila tersenyum sambil mengambil bajunya.
Richo pun mengendong Kila untuk pergi kekamar mandi.
"Seharusnya mas Richo tidak usah menggendongku, aku bisa jalan sendiri" ucap Kila dalam gendongan Richo.
"Tidak boleh kamu harus tunggu sampai kamu pilih. Aku tidak mau baby girl kita kenapa-kenapa" Richo menurunkan Kila setelah sampai di kamar mandi.
"Baby girl? Siapa baby girl itu? Tanya Kila heran dan tidak mengerti.
"Ini" Richo mengelus-elus perut Kila yang masih datar.
"Apa mas ingin anak perempuan?" Tanya Kila tersenyum.
"Ya" Jawab Richo singkat.
"Baiklah berdoa saja semoga baby kita baby girl"
"Ya dan kamu tidak boleh berpikir macam-macam yang bisa membuat mu stres"
"Ya mas aku mengerti" Kila tersenyum bahagia karena Richo tidak menolak kehadiran anaknya.
"Yasudah sekarang gantilah baju aku akan menunggu didepan pintu"
"Iya mas"
Richo keluar dari kamar mandi tidak lupa ia menutup pintunya dan menu Kila didepan pintu.
Kila mengganti pakaiannya kemudian ia mencuci muka agar terlihat lebih segar setelah itu ia berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"Apa sudah selesai?" Tanya Richo ketika melihat Kila keluar dari kamar mandi.
"Sudah" Jawab Kila singkat
"Ok" Richo kembali menggendong Kila dan mendudukkannya di atas ranjang.
"Diamlah disini aku akan menyiapkan sarapan untuk anak-anak dulu"
"Ya"
Richo menghampiri ke-tiga anaknya yang sudah duduk dimeja makan menunggu Richo menyiapkan sarapannya.
bersambung....
jangan lupa like & komen
terimakasih 🙏
__ADS_1