Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 195


__ADS_3

Devano melihat sang istri yang terbaring di atas tempat tidur,memperhatikan istrinya dalam.lalu mengecup kening istrinya.Khanaya yang sudah meminum obat dari Dokter Helen menjadi sangat mengantuk jadi tidak menyadari kehadiran suaminya.


"Sayang aku lega kamu baik-baik saja,aku hampir gila kalau sampai terjadi sesuatu padamu.Keluargamu pasti akan marah,sedih dan kecewa padaku karena lalai melindungi mu".Devano menangis dan memegang erat tangan Khanaya.


Karena rasa lelah Devano pun langsung berbaring di samping sang istri,memeluk lembut Khanaya ia merindukan istri nya itu.


*********


Pagi menjelang,Khanaya sedikit kesusahan saat menggerakkan badannya.Ada yang memeluk erat tubuhnya,membuat Khanaya sedikit histeris.


"Dasar pria cabul kenapa bisa berada dikamar ku dan berani sekali memelukku".Khanaya terus memukul Devano dengan bantal yang ia sangka adalah seorang penguntit.


"Awwwwwww,sayang tenang lah kamu bisa membunuhku kalau seperti ini".Devano juga kaget mendapat serangan dadakan dari istrinya.


Khanaya mengenal suara itu dan menghentikan pukulannya.


"Kak Dev,,benar kah ini kamu".Mata Khanaya membulat saat melihat suaminya lah yang sedang ia pukuli tadi.

__ADS_1


Sambil meringis Devano langsung memeluk istrinya.


"Hiksss,hikssss"Bawaan bumil yang sensitif langsung mewek.


"Sayang jangan menangis tenanglah".Devano mengusap lembut air mata istrinya.


"Jadi ponsel nggak aktif karena Kak Dev menyusul ku kesini".Ucap Khanaya saat tangisnya mereda.


"Aku mengkhawatirkan mu,ada seorang pria yang mengangkat telpon ku,aku langsung kesini untuk memberi pria itu pelajaran kalau sampai berani menyentuh istriku".Ancam Devano


"Kak Dev jangan salah paham,aku melupakan ponsel ku di meja restauran hotel,pria itu yang mengambil ponselku".Kesal Khanaya.


Khanaya memeluk suaminya kembali dan mulai menghirup aroma khas suaminya yang sangat ia sukai.


"Sayang kenapa tidak memberitahuku kalau kamu sakit".Ucap Devano sedikit marah pada istrinya.


"Aku ingin memberitahu Kak Dev tadi malam tapi rasa mual dan sakit kepalaku kambuh lagi dan aku tak menemukan dimana ponselku".Khanaya menatap sendu kearah Devano.

__ADS_1


"Apa masih sakit,aku akan membawa mu ke dokter sekarang"Devano bangkit dari tidurnya


"tidak usah Kak Dev,,Bang Juno udah membawa Dokter tadi malam,apa bang Juno tak memberi tahu Kak Dev tentang berita kehamilanku".Tanya Khanaya


"Apa kamu bilang sayang,kamu hamil????".Devano memastikan ia tak salah dengar.


"Iya,aku hamil Kak Dev,ini bayi Cappadocia kita"Ucap Khanaya antusias


Devano langsung memeluk Khanaya rasa bahagia membuncah di dadanya.


"Terima kasih sayang,kamu memberiku kabar gembira hari ini".Devano terus memberikan kecupan di kepala Khanaya.


"Apa kepergian Kak Dev kesini di ketahui oleh ayah"Tanya Khanaya


Devano menggeleng,pasti sang Ayah mencarinya dikantor pagi ini tak ada seorang pun yang tau ia pergi menyusul Khanaya selain supir pribadinya.


"Aku akan menelpon Ayah nanti,Sayang ayo beritahu keluargamu tentang kehamilan mu".ucap Devano antusias.

__ADS_1


"Nanti saja Kak Dev,aku ingin memberi keluarga ku kejutan saat pulang nanti".Ucap Khanaya walau ia tak sabar ingin keluarga nya tau berita bahagianya.


__ADS_2